Gunung Anak Krakatau Naik Status Siaga, Nelayan Pilih Tetap Melaut

- Status Gunung Anak Krakatau naik ke Level III (Siaga), namun nelayan Lampung tetap melaut dengan menghindari area berbahaya di sekitar gunung.
- Nelayan diarahkan untuk mematuhi rekomendasi pemerintah dan menjaga jarak aman, sebagian besar memilih mencari ikan di perairan Kalianda hingga Pulau Sebuku.
- Aktivitas vulkanik menyebabkan hasil tangkapan nelayan turun hingga 75 persen, dipengaruhi juga oleh berakhirnya fase terang bulan yang memengaruhi pergerakan ikan.
Lampung Selatan, IDN Times - Kenaikan status aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) menjadi Level III (Siaga) tak membuat nelayan di pesisir Lampung menghentikan aktivitas melaut. Mereka memilih tetap mencari nafkah dengan menghindari kawasan perairan dinilai berbahaya di sekitar gunung api tersebut.
Nelayan asal Kampung Pulau Pasaran, Edi Muhtadi mengatakan, imbauan pemerintah dipahami sebagai upaya menjaga keselamatan, bukan larangan total untuk melaut.
"Kalau memang sedang erupsi, kami menjauh dari lokasi. Tetap melaut, tetapi menghindari daerah sekitar Gunung Anak Krakatau," ujarnya, Selasa (7/7/2026).
1. Sebagai nelayan pilih pindah lokasi

Edi melanjutkan, para nelayan sudah memahami pentingnya mengutamakan keselamatan ketika aktivitas vulkanik meningkat. Oleh karena itu, mereka memilih berpindah ke lokasi penangkapan ikan lebih aman, bila melihat kondisi gunung tidak memungkinkan.
Selain itu, ia mengakui sejauh ini masih ada sebagian nelayan tetap nekat mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau untuk mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak.
"Kalau pemerintah sudah sering mengingatkan. Tapi memang masih ada saja yang berani mendekat, karena mengejar hasil tangkapan. Namanya mencari nafkah di laut," ucapnya.
2. Ingatkan nelayan patuhi rekomendasi pemerintah

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lampung Selatan, Yudi menambahkan, aktivitas melaut di wilayah setempat sejauh ini masih berlangsung normal. Pasalnya, sebagian besar nelayan memang tidak mencari ikan hingga mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.
Selain itu, para nelayan juga terus diingatkan untuk mematuhi rekomendasi pemerintah dengan menjaga jarak aman dari kawasan gunung yang kini berstatus Level III (Siaga).
"Teman-teman nelayan sekarang rata-rata masih mencari ikan di sekitar perairan Kalianda. Kalaupun ada yang lebih jauh, paling sampai sekitar Pulau Sebuku. Jadi masih jauh dari kawasan Gunung Anak Krakatau," ujarnya.
3. Hasil tangkapan nelayan turun hingga 75 persen

Meski aktivitas melaut masih berjalan normal, Yudi mengakui peningkatan aktivitas vulkanik memberikan dampak penurunan terhadap hasil tangkapan ikan maupun hasil laut para nelayan di wilayah kabupaten setempat.
Menurutnya, hasil tangkapan nelayan saat ini diperkirakan turun hingga sekitar 75 persen dibandingkan kondisi normal. Namun, penurunan tersebut tidak sepenuhnya dipicu oleh aktivitas Gunung Anak Krakatau, melainkan juga dipengaruhi berakhirnya fase terang bulan turut memengaruhi pergerakan ikan.
"Kami berharap aktivitas gunung tidak berlangsung lama. Kasihan teman-teman nelayan yang menggantungkan hidupnya dari hasil melaut," imbuh Yudi.



















