Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

SMA Pelita Bangsa Bantah Telat Input Data tapi Terkendala Sistem SNBP

SMA Pelita Bangsa Bantah Telat Input Data tapi Terkendala Sistem SNBP
Penampakan gedung SMA Pelita Bangsa di Kota Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Intinya Sih
  • SMA Pelita Bangsa membantah siswa gagal mendaftar SNBP 2025 karena keterlambatan atau kelalaian, tapi akibat gangguan sistem
  • Kendala teknis saat finalisasi kurikulum dan penginputan nilai menyebabkan 8 siswa gagal mendaftar SNBP di SMA Pelita Bangsa
  • Sekolah telah berkomunikasi langsung dengan orang tua siswa yang terdampak dan memfasilitasi solusi bersama Disdikbud Provinsi Lampung
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - SMA Pelita Bangsa membantah kegagalan sejumlah siswa eligible mengikuti pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 dikarenakan keterlambatan atau kelalaian, melainkan akibat terkendala gangguan sistem. 

Kepala SMA Pelita Bangsa, David Oktavianus mengatakan, pihaknya amat menyayangkan kendala teknis yang dialami saat proses finalisasi kurikulum hingga penginputan nilai hingga batas akhir proses pendaftaran SNBP.

"Jadi kami SMA Pelita Bangsa ini mengalami kendala teknis, bukan lebih kepada keterlambatan. Kita sangat sayangkan mengapa ini tidak bisa teratasi," ujarnya dikonfirmasi, Selasa (11/2/2025).

1. Proses finalisasi data siswa eligible sudah dimulai sejak akhir Januari

Kepala SMA Pelita Bangsa, David Oktavianus. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Kepala SMA Pelita Bangsa, David Oktavianus. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Ihwal kronologi dialami SMA Pelita Bangsa, David menjelaskan, para guru ditugaskan menginput dan melakukan finalisasi data siswa berminat mengikuti proses SNBP telah dilakukan mulai 29 Januari 2025.

"Jadi ketika itu hanya berhasil pada 3 siswa pertama, entah mengapa di siswa ke 4 dan seterusnya proses input ditolak sistem yang mengatakan bahwa memerlukan empat mata pelajaran pilihan," ucapnya.

Kemudian sekolah memutuskan membatalkan proses finalisasi dan menyesuaikan permintaan kurikulum diminta oleh sistem SNBP. "Namun tetap saja, sistem meminta pelajaran pilihan lainnya," lanjut dia.

2. Sebut SNBP memang kurang diminati

halo-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id
halo-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id

David melanjutkan, kendala tersebut berujung gagalnya sebanyak 8 siswa eligible di sekolah setempat untuk memenuhi proses finalisasi pendaftaran SNBP di tahun ini.

"Di tempat kita, memang antusiasmenya tidak terlalu tinggi. Jadi memang dari 19 kuota yang dipunya SMA Pelita Bangsa, hanya ada 8 yang diisi siswa-siswi," katanya.

Meski minat siswa setempat mengikuti SNBP kurang, SMA Pelita Bangsa menyebut tiap tahunnya selalu memfasilitasi para siswa eligible yang berminat. "Kalau tahun ini perbedaannya hanya sedikit, jadi kalau tahun lalu kita yang mendaftarkan siswa, mengisikan sebagainya. Tapi tahun ini, siswa juga harus membuat akun dan kami mendampingi," lanjut dia.

3. Orang tua murid telah legowo

ilustrasi anak SMA (unsplash.com/Ed Us)
ilustrasi anak SMA (unsplash.com/Ed Us)

Atas kegagalan ini, David melanjutkan, sekolah telah menjalin komunikasi langsung dengan masing-masing orang tua dan wali murid yang telah legowo tidak mengikuti pendaftaran SNBP.

"Sudah kita sampaikan akan kondisi yang dihadapi dan pada prinsipnya mereka menerima hendak akan berproses di SNBT," imbuhnya.

Ihwal solusi difasilitasi Disdikbud Provinsi Lampung telah meminta bantuan panitia pusat, ia akan langsung menyerahkan data siswa sempat urung mengikuti SNBP guna ditindaklanjuti. "Hari ini juga data delapan siswa itu kita sampaikan, mudah-mudaan masih diberi kesempatan," lanjut dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Martin Tobing
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna
Follow Us

Latest News Lampung

See More