Comscore Tracker

Mengenal Asal-Usul Gamolan, dari Alat Komunikasi Jadi Alat Musik

Awalnya, gamolan dibuat sebagai alat komunikasi

Bandar Lampung, IDN Times - Setiap daerah tentu memiliki alat musik khas yang sudah ada sejak zaman dahulu. Di Lampung ada salah satu alat musik tidak pernah absen dalam setiap acara besar si Bumi Ruwa Jurai ini, yaitu gamolan.

Alat musik ini kerap menjadi "simbol" dibukanya sebuah acara resmi. Biasanya, pejabat atau tokoh adat yang akan membuka sebuah acara, memukul gamolan ini. 

Alat musik berasal dari Kabupaten Lampung Barat ini memiliki sejarah yang panjang lho. Diperkirakan, alat ini sudah ada sebelum Masehi.

Saat ini, gamolan sudah memiliki banyak perubahan, dari awalnya hanya sebuah kentongan bulat terbuat dari bambu, kini sudah memiliki tangga nada yang mengeluarkan alunan musik.

Kali ini IDN Times berkesempatan berbincang langsung dengan akademisi yang melestarikan alat musik Gamolan di Provinsi Lampung. Yuk simak selengkapnya di bawah ini.

Baca Juga: Kisah Khorik Istiana, Millennial Lampung Pegiat Sanitasi

1. Fungsi awal gamolan

Mengenal Asal-Usul Gamolan, dari Alat Komunikasi Jadi Alat MusikHasyimkan akademisi Universitas Lampung memainkan alat musik Gamolan (IDN Times/Silviana)

Menurut penjelasan Hasyimkan, akademisi pendidikan musik di Universitas Lampung,  nama gamolan adalah "gumulan" atau "begumul". Dalam bahasa Melayu, kata ini memiliki makna orang berkumpul.

Pada zaman dahulu,  gamolan digunakan sebagai alat mengumpulkan orang. "Dahulu kan tidak ada alat komunikasi, dan komunikasi paling efektif untuk mengumpulkan orang dengan suara teriakan. Dari teriakan, mulailah berkembang dengan memanfaatkan bambu yang dibuat kentongan untuk mengumpulkan mereka," cerita Hasyimkan.

Menurut Hasyim, gamolan awalnya bukan sebagai alat musik, melainkan alat komunikasi. Namun seiring berjalannya waktu, bunyi yang dihasilkan gamolan semakin beragam. Sehingga diberi sebuah lempengan pada bagian depan kentongan.

Sejak saat itu, gamolan mulai digunakan sebagai alat musik hiburan. 

2. Perkembangan alat musik Gamolan dulu dan sekarang

Mengenal Asal-Usul Gamolan, dari Alat Komunikasi Jadi Alat MusikAlat musik Gamolan modern dan zaman dahulu (IDN Times/Silviana)

Lebih lanjut Hasyim menuturkan, bentuk gamolan mengalami perubahan, seiring berjalannya waktu. Hasyim lantasmenunjukkan gamolan tua yang berasal dari tahun 1933. 

Tali yang menyatukan lempengan masih menggunakan rotan. Kemudian alat pukulnya menggunakan buah pinang. Selain itu tangga nadanya hanya ada do, re, Mi, Sol, La.

Sedangkan gamolan masa kini sudah menggunakan tali pengikat nilon. Selain itu, tangga nadanya sudah ada tambahan Si sehingga menjadi do, re, mi, so, la, si. 

Menurut Hasyim tangga nada Fa memang tidak pernah ada karena dalam alat musik Gamolan tidak menggunakannya. 

3. Kehadiran Gamolam belum banyak diketahui

Mengenal Asal-Usul Gamolan, dari Alat Komunikasi Jadi Alat MusikGamolan institute

Hasyim optimis, alat musik gamolan akan terus berkembang sebab ini merupakan alat musik cukup mudah dimainkan oleh siapa saja. Bahkan, imbuhnya, orang yang tidak punya pengetahuan mengenai musik pun bisa memainkannya.

Meski demikian, Hasyim menilai, semua pihak mesti memberi dukungan agar gamolan sebagai musik khas Lampung, bisa dikenal masyarakat luas.

Meski pentas gamolan sudah sampai Australia mau pun Amerika, namun kenyataannya, kehadiran gamolan masih belum banyak diketahui-- bahkan oleh masyarakat Lampung sendiri.

Sehingga Hasyimkan aktif mengajarkan musik gamolan kepada guru-guru di sekolah supaya bisa menularkannya kepada murid-muridnya.

"Target saya ingin ikut serta dalam acara 17 Agustus di Istana Negara. Makannya kita harus saling mendukung. Gamolan ini kan milik masyarakat Lampung," tegasnya. 

Baca Juga: Kreatif Suarakan Isu Sanitasi, Khorik Terima Penghargaan dari Belanda 

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya