Comscore Tracker

KPU Bandar Lampung terbitkan Buku Pilkada di Tengah Pandemik  

Bukan sekadar laporan, tapi juga narasi yang menyentuh

Bandar Lampung, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung menggelar webinar bedah buku berjudul Pilkada di Tengah Pandemi karya Ketua KPU Bandar Lampung Deddy Triadi dan jajaran komisioner KPU Bandar Lampung, Jumat sore (7/5/2021).

Menurut Ketua KPU Bandar Lampung, Dedy Triadi, buku setebal 215 halaman tersebut menceritakan fakta di balik layar pelaksanaan pilkada di Bandar Lampung sebelum dan sesudah pandemik COVID-19. 

Berikut ini IDN Times rangkum tanggapan para narasumber terkait proses pelaksanaan Pilkada 2020 yang dikemas menjadi sebuah narasi apik tersebut.

Baca Juga: Terciduk Mudik ke Lampung Kendaraan Ditahan? Ini Penjelasan Polda Lampung

1. Pilkada yang tertunda

KPU Bandar Lampung terbitkan Buku Pilkada di Tengah Pandemik  Ilustrasi pilkada serentak. IDN Times/Mardya Shakti

Acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua KPU RI, Ilham Saputra yang cukup bangga dengan pelaksanaan pilkada tahun lalu karena berjalan lancar meski di tengah pandemik COVID-19.

Adanya pembuatan buku ini menurutnya sebagai salah satu agenda KPU RI memberi kesempatan pada KPU provinsi untuk mendokumentasikan seluruh penyelenggaraan pilkada.

"Pilkada 2020 ini adalah pilkada yang ditunda. Harusnya jika mengacu pada UU Pilkada itu pada September 2020. Tapi datanglah pandemik. Sehingga ada desakan dari banyak pihak menunda pilkada," kata Ilham.

2. Ketua KPU terharu dengan antusias masyarakat datang ke TPS

KPU Bandar Lampung terbitkan Buku Pilkada di Tengah Pandemik  Seorang lansia dibantu petugas saat mencuci tangan sebelum nyoblos di TPS Kebonagung Semarang. IDN Times/Fariz Fardianto

Ilham mengatakan, pilkada di tengah pandemik menjadi pembelajaran bersama, bagaimana mekanisme pelaksanaannya tidak mudah. Namun ia bersyukur pilkada berjalan lancar tanpa ada suatu masalah.

"Alhamdulilah tidak terbukti adanya klaster baru dan kerumunan. Bahkan saya terharu masyarakat datang tanpa berbondong-bondong tapi mematuhi prorokol kesehatan. Jadi ini perlu di-record," terangnya.

Ia berharap tidak ada persepsi dari masyarakat bahwa pilkada di tengah pandemik tidak memberi pelajaran. Sebab pada saat itu penyelenggara pemilu tidak hanya harus mematuhi protokol kesehatan tetapi juga mengimbau masyarakat agar patuh dengan protokol kesehatan.

3. Pesimis dengan partisipasi masyarakat

KPU Bandar Lampung terbitkan Buku Pilkada di Tengah Pandemik  Ilustrasi (IDN Times/Melani Indra Hapsari)

Sementara itu Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, Wiyadi justru meragukan adanya tingkat partisipasi pemilih lebih tinggi dibanding 2015. Menurutnya perlu dikaji lebih dalam, peningkatan tersebut lantaran kesadaran masyarakat mau menentukan pilihan di TPS atau karena bosan dengan suasana pandemik yang mengharuskan di rumah saja.

"Saya sampai pesimis apa iya partisipasi pemilih di Bandar Lampung mencapai 60 persen. Tapi begitu melihat suasananya luar biasa partisipasi masyarakat," ungkapnya.

Ia juga menyarankan ada modernisasi dalam pilkda selanjutnya supaya mempermudah proses pelaksanaan pilkada.

"Kalau kita lihat kan kemarin sudah ada sistem e-rekap itu menunjukkan kemajuan proses pemilihan kita. Mudah-mudahan selanjutnya bisa lebih inovatif lagi," lanjutnya.

4. Fakta berbeda di balik penyelanggaraan pilkada

KPU Bandar Lampung terbitkan Buku Pilkada di Tengah Pandemik  Ketua KPU Bandar Lampung Dedy Triadi (tengah) bersama komisioner menggelar pleno, Jumat (8/1/2021) malam. (IDN Times/Martin L Tobing).

Salah satu narasumber dalam acara tersebut yang membedah buku itu cukup dalam adalah Budayawan Lampung, Isbedy Stiawan. Dia melihat buku tersebut bukan sekadar laporan, melainkan sebuah narasi yang menyentuh.

Menurutnya, cerita dalam buku tersebut tak pernah diungkap dalam media, sehingga meghadirkan sebuah fakta berbeda.

"Jadi walau pun 200 halaman saya enak membacanya. Diksi pilihan katanya sangat cantik. Enak dibaca dan perlu," kata budayawan Lampung itu.

Bahkan Isbedy melanjutkan, tak hanya menceritakan ketegangan, atau ancaman, tetapi kelucuan selama prosesnya pun tak luput dalam narasi buku tersebut.

"Jadi ada cemas, tegang, gaduh, naif, syok, dan tawa. Semua terasuk satu dalam kisah para komisioner KPU yang dikomandoi Dedy Triadi," beber Isbedy.

Baca Juga: 7 Fakta Unik Pemenang Pilkada Lampung Gladi Bersih Jelang Pelantikan 

Topic:

  • Silviana
  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya