- Prof Aswin (Institut Teknologi Bandung)
- Prof Elfahmi (Institut Teknologi Bandung)
- Prof M Faiz Syuaib (Institut Pertanian Bogor)
- Prof Fahmi (Universitas Sumatra Utara)
- Prof Ismunandar (Institut Teknologi Bandung).
Pilrek Itera Nihil Kandidat Internal, Ini Penjelasan Rektor

- Panitia Pilrek Itera menetapkan lima kandidat lolos seleksi administrasi periode 2026–2030, tanpa satu pun berasal dari internal kampus meski ada lima pendaftar internal sebelumnya.
- Rektor Itera menjelaskan hanya tiga kandidat internal yang memenuhi syarat krusial seperti kepangkatan dan pengalaman manajerial, sementara lainnya terkendala faktor administratif serta dukungan keluarga.
- Panitia memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai aturan dan berharap proses berikutnya lancar hingga terpilih rektor baru bagi Itera.
Bandar Lampung, IDN Times - Panitia Pemilihan Rektor Institut Teknologi Sumatra (Itera) periode 2026-2030 resmi menetapkan lima kandidat lolos seleksi administrasi. Sayangnya, tidak ada satu pun berasal dari internal kampus, meski sebelumnya terdapat lima kandidat internal dari total 13 pendaftar.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor Itera, Dr Abdul Rajak mengatakan, panitia sejatinya telah memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk melengkapi berkas persyaratan dalam tahap pemeriksaan administrasi.
“Sudah kami lakukan reminder kepada semua peserta terkait kekurangan dokumen pada masa akhir pendaftaran. Namun, yang tidak lolos memang karena dari masing-masing peserta,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
1. Syarat krusial jadi kendala kandidat internal

Rektor Itera, Prof I Nyoman Pugeg Aryantha menambahkan, kelima kandidat internal tersebut sejatinya hanya tiga orang yang tergolong telah memenuhi persyaratan utama sebagai calon rektor.
Sebagaimana merujuk ketentuan dalam peraturan kementerian terkait, disebut terdapat persyaratan krusial seperti kepangkatan minimal dan pengalaman manajerial setara ketua jurusan (Kajur).
“Secara persyaratan, sebenarnya hanya tiga kandidat internal yang sebenarnya eligible dari kepangkatan memenuhi syarat krusial pencalonan tersebut,” jelasnya.
2. Faktor keluarga hingga administrasi jadi alasan

Selain faktor administratif, Nyoman menyebutkan, sejumlah dinamika lain disebut turut memengaruhi keputusan para kandidat internal untuk tidak melanjutkan proses seleksi. Beberapa di antaranya terkait pertimbangan pribadi hingga dukungan keluarga.
“Ada juga yang setelah berkoordinasi dengan keluarga merasa belum mendapat dukungan. Itu menjadi salah satu alasan tidak melanjutkan,” ucapnya.
Selain itu, sebagian kandidat internal juga menjadikan pendaftaran Pemilihan Rektor (Pilrek) kali ini sebagai pengalaman awal dalam proses kaderisasi kepemimpinan di perguruan tinggi. “Di beberapa kampus, mendaftar sebagai calon rektor juga menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pengalaman,” lanjut dia.
3. Panitia pastikan proses sesuai aturan

Merujuk keputusan para kandidat internal kampus Itera tersebut, Nyoman menegaskan, pihak panitia senantiasa memastikan seluruh tahapan seleksi telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Termasuk pemberian waktu dan kesempatan bagi peserta untuk melengkapi berkas.
"Melalui panitia, kami terus berharap tahapan berikutnya dapat berjalan lancar hingga terpilih pemimpin baru bagi Itera," imbuhnya.
Berikut hasil seleksi administrasi Pilrek Itera periode 2026-2030.


















