ilustrasi pertanian (Unsplash.com/Ries Bosch)
Ke depan, perekonomian Lampung pada Triwulan I 2026 diprakirakan tetap kuat, ditopang oleh kinerja sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan, serta penguatan permintaan domestik pada periode long festive season (Tahun Baru, Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri 2026).
Secara keseluruhan tahun 2026, ekonomi Lampung diprakirakan tumbuh solid dengan inflasi yang tetap terjaga dalam rentang sasaran nasional. Oleh karena itu, penguatan sektor pertanian perlu diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi komoditas yang didukung oleh penguatan ekosistem hulu–hilir, mulai dari perbaikan budidaya hingga pemasaran melalui kolaborasi berbagai pihak.
Sejalan dengan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung mendorong program strategis. Caranya, antara lain melalui program unggulan Desaku Maju yang mengembangkan ekosistem ekonomi desa secara terintegrasi, dengan inovasi sebagai kunci di tengah keterbatasan fiskal guna dorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Dari sisi kebijakan nasional, Kementerian Pertanian menekankan pentingnya penguatan produksi dan hilirisasi komoditas hortikultura melalui peningkatan produktivitas, modernisasi pertanian, penguatan kelembagaan petani, serta integrasi rantai pasok hulu hilir guna meningkatkan daya saing dan nilai tambah.