Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemprov Lampung Blak-blakan Beras Langka di Ritel Modern, Ini Sebabnya

Pemprov Lampung Blak-blakan Beras Langka di Ritel Modern, Ini Sebabnya
Rak beras di Superindo yang berisi imbauan maksimal membeli beras dua sak per hari. (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Intinya Sih
  • Pemerintah Provinsi Lampung mengungkap penyebab kelangkaan beras di ritel modern karena penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) oleh pemerintah.
  • HET beras premium di Lampung seharga Rp13.900/Kg, namun harga di pasar tradisional mencapai Rp19,500/Kg, menyebabkan perbedaan yang signifikan.
  • Ketersediaan beras di pasar tradisional masih melimpah meskipun harga di atas HET, pemerintah akan menjaga distribusi agar konsumsi masyarakat terjaga, terutama menjelang Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung buka-bukaan membeberkan penyebab terjadinya kelangkaan ketersediaan penjualan beras di ritel-ritel modern di provinsi setempat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung, Evie Fatmawaty mengatakan, fenomena kekosongan stok beras di retail modern dikarenakan adanya permintaan penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) pemerintah.

"Dari keterangan Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), mereka belum menjual beras ke pasar modern, karena menginginkan penyetaraan harga eceran tertinggi agar lebih di atas harga sebelumnya," ujarnya saat dimintai keterangan, Jumat (23/2/2024).

1. Beras premium di pasar tradisional Lampung capai Rp19,500/Kg

Ilustrasi salah satu sudut kios penjual beras di Pasar Agung Sukmajaya, Kota Depok. (IDNTimes/Dicky)
Ilustrasi salah satu sudut kios penjual beras di Pasar Agung Sukmajaya, Kota Depok. (IDNTimes/Dicky)

Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 7 Tahun 2023, HET beras premium di Provinsi Lampung seharga Rp13.900/Kg dan beras medium Rp10.900/Kg.

Batas tertinggi penjualan harga beras itu diketahui berbanding terbalik dengan harga beras di pasar-pasar tradisional Kota Bandar Lampung. Dari pantauan IDN Times, Jumat (23/2/2024), harga beras premium kini dibanderol Rp19.500/Kg dan beras medium Rp17.000-Rp18.000/Kg.

2. Stok beras di pasar tradisional dipastikan melimpah tapi harga tinggi

Ilustrasi pembeli melihat beras yang di jual pedagang di Pasar Agung, Sukmajaya, Kota Depok. (IDNTimes/Dicky)
Ilustrasi pembeli melihat beras yang di jual pedagang di Pasar Agung, Sukmajaya, Kota Depok. (IDNTimes/Dicky)

Meski stok beras di ritel modern tergolong langka, Evie meyakini ketersediaan kebutuhan beras bagi konsumsi sehari-hari masyarakat masih tersedia melimpah pasar-pasar tradisional di Lampung.

"Kami saat ini memang hanya memasukkan beras-beras ke pasar tradisional saja, sehingga yang pasti untuk ketersediaan beras bagi konsumsi masyarakat aman karena di pasar tradisional ada banyak," ucapnya.

Namun diakui, harga beras di pasar-pasar tradisional dijual para pelaku usaha harga di atas HET terpaksa lantaran harga beli dari produsen sudah tergolong cukup tinggi. "Iya, jadi pemicunya dari bahan baku harga gabah kering panen (GKP) yang masih tinggi," lanjut dia.

3. Jaga distribusi beras di pasar tradisional

Ilustrasi stok beras Perum Bulog. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Ilustrasi stok beras Perum Bulog. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Menindaklanjuti kondisi harga beras terkini di Lampung itu, Evie menambahkan, pemerintah daerah bakal menyikapi dengan menjaga distribusi beras di pasar-pasar tradisional, agar konsumsi masyarakat tetap terjaga, terutama menjelang Ramadan.

"Distribusi akan tetap dijaga agar konsumsi masyarakat terjaga, seperti informasi dari Bulog, masyarakat jangan khawatir stok beras akan tetap aman sampai Idul Fitri," tandasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Martin Tobing
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna
Follow Us

Latest News Lampung

See More