Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenal Tren Frugal Living, Gaya Hidup Hemat Kelola Uang

Mengenal Tren Frugal Living, Gaya Hidup Hemat Kelola Uang
ilustrasi orang yang mengumpulkan uang untuk membeli barang mewah (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Intinya Sih
  • Frugal living adalah gaya hidup hemat dan bijaksana dalam mengelola sumber daya, terutama uang.
  • Frugal living membantu membatasi pengeluaran pada hal-hal benar-benar diperlukan, fokus pada kebutuhan pokok, dan menghindari pemborosan.
  • Gaya hidup ini memberikan manfaat signifikan seperti pengelolaan uang lebih baik, efisiensi berdasarkan skala prioritas, dan terhindar dari utang berlebih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Di tengah gaya hidup modern serba cepat dan konsumtif, banyak generasi muda, khususnya Gen Z, terjebak dalam kebiasaan hidup boros. Mudahnya akses teknologi dan media sosial, mereka kerap tergoda untuk mengikuti tren, membeli barang-barang terbaru, dan menghabiskan uang untuk hal-hal sebenarnya tidak begitu penting.

Keinginan untuk tampil kekinian sering kali menjadi alasan utama mereka mengeluarkan uang lebih banyak dari seharusnya. Akibatnya, keuangan rentan dan sering kali habis hanya untuk memenuhi gaya hidup konsumtif, tanpa memikirkan dampak jangka panjang.

Padahal, di tengah tantangan ekonomi semakin kompleks saat ini, kemampuan untuk mengatur keuangan secara bijak menjadi sangat penting bagi kesejahteraan masa depan. Salah satu cara untuk mulai memperbaiki kebiasaan ini adalah dengan menerapkan frugal living.

Berbeda dengan sekadar berhemat, frugal living adalah konsep lebih dalam. Seseorang tidak hanya berusaha mengurangi pengeluaran, tetapi juga membuat keputusan keuangan cerdas dan strategis.

Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu frugal living, IDN Times telah merangkumnya untuk menambah wawasan kamu seputar frugal living. Yuk disimak!

1. Apa itu frugal living

ilustrasi ketrampilan yang harus dimiliki oleh Gen Alpha(pexels.com/Julia M Cameron)
ilustrasi ketrampilan yang harus dimiliki oleh Gen Alpha(pexels.com/Julia M Cameron)

Frugal living adalah istilah berasal dari bahasa Inggris, terdiri dari kata "frugal" berarti hemat atau sederhana, dan "living" berarti kehidupan. Jika digabung, frugal living merujuk pada gaya hidup hemat dan bijaksana dalam mengelola sumber daya, terutama dalam hal ini adalah uang.

Dalam praktiknya, penganut frugal living cenderung membuat keputusan dengan pertimbangan matang dalam memenuhi kebutuhan, memastikan setiap pengeluaran dilakukan dengan cermat. Gaya hidup ini banyak diterapkan oleh individu jika memiliki tujuan keuangan jangka panjang, seperti mengumpulkan modal usaha, seperti membuka toko, atau memulai investasi untuk masa depan.

Frugal living mengajarkan untuk memprioritaskan kebutuhan pokok dibandingkan keinginan bersifat konsumtif, sehingga pengeluaran lebih terkontrol dan fokus pada hal-hal benar-benar penting. Menerapkan frugal living, seseorang tidak hanya belajar menghemat, tetapi juga mengembangkan kebiasaan lebih cerdas dalam mengelola uang, seperti mencari alternatif lebih murah namun tetap berkualitas, serta meminimalisir pengeluaran tidak perlu.

Gaya hidup ini juga mendorong seseorang untuk memaksimalkan sumber daya ada, termasuk memanfaatkan kembali barang-barang masih layak pakai, serta merencanakan pengeluaran jangka panjang agar keuangan tetap stabil.

Sederhananya, frugal living bukan hanya tentang memotong biaya, tetapi juga tentang menjalani hidup dengan lebih sadar dan bertanggung jawab secara finansial, dengan menekankan nilai hidup lebih sederhana, berkelanjutan, dan penuh makna.

2. Manfaat frugal living dalam kehidupan

pexels.com/maitree rimthong
pexels.com/maitree rimthong

Frugal living menawarkan berbagai manfaat signifikan, tidak hanya bagi kesehatan finansial seseorang tetapi juga membentuk pola pikir lebih bijak dan disiplin dalam menjalani kehidupan. Salah satu manfaat utamanya adalah pengelolaan uang dengan lebih baik.

Dengan prinsip hidup secukupnya, frugal living membantu seseorang untuk membatasi pengeluaran hanya pada hal-hal benar-benar diperlukan. Gaya hidup ini mengajarkan untuk fokus pada kebutuhan pokok dan menghindari pemborosan sering kali hanya berasal dari dorongan konsumtif.

Akibatnya, pengeluaran bisa lebih terkendali, dan sisa uang yang ada bisa dialokasikan untuk hal-hal lebih produktif dan bermanfaat, seperti menabung atau berinvestasi untuk masa depan.

Selain itu, frugal living mengajarkan efisiensi berdasarkan skala prioritas. Prinsip dasar dari gaya hidup ini adalah membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants).

Dalam frugal living, kebutuhan harus dipenuhi terlebih dahulu adalah paling mendesak, seperti kebutuhan pokok contohnya makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Menerapkan skala prioritas ini, seseorang dapat membuat keputusan keuangan dengan lebih terarah, menghindari pengeluaran impulsif dan memastikan dana yang ada digunakan untuk hal-hal benar-benar penting.

Gaya hidup ini memberikan kerangka kerja jelas untuk memprioritaskan pengeluaran, sehingga setiap keputusan keuangan lebih berorientasi pada tujuan jangka panjang. Manfaat lainnya adalah terhindar dari utang berlebih.

Frugal living menekankan pentingnya menyisihkan dana darurat, sehingga seseorang tidak perlu bergantung pada pinjaman atau utang saat menghadapi situasi mendesak. Adanya tabungan darurat memadai, risiko terjebak dalam utang konsumtif berkurang drastis.

Kebiasaan hidup hemat juga meminimalkan risiko terjebak dalam pola utang sulit dilunasi, bisa berujung pada krisis keuangan. Selain itu, frugal living memberikan keamanan finansial lebih besar karena seseorang selalu memiliki cadangan keuangan siap digunakan jika terjadi keadaan darurat atau tak terduga.

Tidak hanya berdampak pada keuangan, frugal living juga mendorong pola hidup lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Memilih untuk hidup lebih sederhana, seseorang secara tidak langsung mengurangi konsumsi barang-barang tidak diperlukan, pada gilirannya dapat mengurangi limbah dan konsumsi sumber daya alam.

Menggunakan kembali barang-barang masih layak pakai, membeli produk berkualitas tinggi lebih tahan lama, serta meminimalisasi gaya hidup boros energi adalah bagian dari gaya hidup frugal membantu menjaga lingkungan tetap lestari.

Secara keseluruhan, frugal living memberikan banyak keuntungan, dari sisi keuangan maupun kualitas hidup. Gaya hidup ini tidak hanya membuat seseorang lebih hemat, tetapi juga lebih bijak dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, serta menciptakan ketenangan pikiran karena keuangan lebih terkendali dan stabil.

Gaya hidup  sederhana dan efisien ini tidak hanya mendorong hidup lebih bermakna, tetapi juga memastikan kestabilan finansial dan kebahagiaan jangka panjang.

3. Perbedaan frugal living dan pelit

Ilustrasi hanya ingin untung (pexels.com/Karolina Kaboompics)
Ilustrasi hanya ingin untung (pexels.com/Karolina Kaboompics)

Frugal living dan pelit sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam cara pandang dan praktik pengelolaan keuangan. Frugal living adalah gaya hidup berfokus pada pengelolaan sumber daya secara bijak dan efisien, di mana seseorang berusaha memaksimalkan nilai dari setiap pengeluaran tanpa mengorbankan kualitas hidup.

Orang menjalani frugal living biasanya mengutamakan kebutuhan, menyisihkan uang untuk hal-hal penting, dan cenderung berinvestasi pada kualitas jangka panjang. Prinsipnya adalah membuat keputusan keuangan strategis, seperti membeli barang berkualitas tinggi tahan lama atau menghindari pengeluaran konsumtif tidak mendesak. Tujuannya adalah mencapai kestabilan finansial dan kesejahteraan hidup tanpa mengorbankan kenyamanan dasar.

Sebaliknya, pelit ebih terkait dengan sikap enggan mengeluarkan uang, bahkan untuk hal-hal seharusnya penting atau mendesak. Orang pelit cenderung menghindari pengeluaran sebisa mungkin, sering kali tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap kualitas hidup atau kenyamanan orang lain.

Mereka mungkin tidak mau membayar untuk kebutuhan layak, seperti kesehatan, pendidikan, atau bahkan berbagi dengan orang lain, meskipun memiliki kemampuan finansial. Sementara frugal living berfokus pada efisiensi dan nilai diperoleh dari pengeluaran, sikap pelit lebih mementingkan menahan pengeluaran tanpa memperhatikan kualitas atau dampak jangka panjang. Dengan demikian, frugal living adalah soal keseimbangan dan kebijaksanaan, sedangkan pelit cenderung bersifat ekstrem dan egois tanpa melihat nilai dan dampak jangka panjang. 

4. Tips menjalankan frugal living

ilustrasi membuat anggaran keuangan (pexels.com/Karolina Kaboompics)
ilustrasi membuat anggaran keuangan (pexels.com/Karolina Kaboompics)

Bagi Gen Z jika ingin mulai menerapkan frugal living di tengah arus gaya hidup konsumtif saat ini, langkah pertama adalah mengendalikan pengeluaran dengan lebih bijak. Mulailah membedakan kebutuhan (needs) dan keinginan (wants).

Prioritaskan pengeluaran untuk hal-hal benar-benar diperlukan, seperti makanan, tempat tinggal, dan kesehatan. Hindari godaan untuk mengikuti tren terbaru atau membeli barang hanya digunakan sesaat.

Membuat anggaran bulanan bisa menjadi langkah efektif dalam memantau dan mengontrol pengeluaran. Gen Z juga terbiasa belanja online hal ini juga bisa memanfaatkan diskon atau promo dengan bijak, tanpa membeli barang tidak benar-benar dibutuhkan.

Selain itu, penting untuk membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi sejak dini. Setelah mengurangi pengeluaran tidak penting, alokasikan sebagian pendapatan untuk ditabung atau diinvestasikan.

Platform investasi online kini lebih mudah diakses dan memungkinkan Gen Z untuk memulai investasi dengan nominal kecil. Frugal living bukan berarti mengorbankan kualitas hidup, tetapi memastikan setiap rupiah kamu dikeluarkan dengan memberikan manfaat jangka panjang.

Dengan demikian, Gen-Z dapat mengelola keuangan secara lebih stabil dan siap menghadapi masa depan tanpa mengabaikan kesenangan hidup sehari-hari, asalkan dilakukan secara cerdas dan juga terukur. Selain mengatur pengeluaran dan berinvestasi, Gen-Z juga bisa menerapkan frugal living memanfaatkan kembali barang-barang masih layak pakai serta mencari alternatif lebih hemat namun tetap berkualitas.

Misalnya, alih-alih terus-menerus membeli pakaian baru untuk mengikuti tren, pertimbangkan untuk membeli pakaian second-hand berkualitas atau melakukan mix-and-match dari item sudah ada. Ini tidak hanya membantu menghemat uang, tetapi juga berkontribusi pada gaya hidup lebih berkelanjutan.

Gen Z juga bisa lebih kreatif menemukan hiburan murah, seperti menikmati waktu bersama teman di rumah, mengikuti acara komunitas gratis, atau memanfaatkan perpustakaan digital alih-alih selalu membayar untuk layanan berlangganan.

Menerapkan prinsip frugal living secara konsisten, Gen Z dapat mengelola keuangan lebih baik tanpa merasa tertekan oleh gaya hidup hemat. Mereka bisa tetap menikmati hidup, tetapi dengan cara yang lebih bijaksana, menjaga stabilitas keuangan jangka panjang sekaligus mendukung kebiasaan lebih ramah lingkungan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Silviana
Martin Tobing
Silviana
EditorSilviana
Follow Us

Latest News Lampung

See More