52 Tahun Rusak, Dua Jalan di Lamsel Akhirnya Diperbaiki

- Pemkab Lampung Selatan meresmikan dua ruas jalan di Katibung dan Sidomulyo menjelang Lebaran 2026 untuk memperlancar arus mudik serta menjawab keluhan warga soal jalan rusak.
- Ruas Babatan–Simpang Bayur sepanjang 850 meter kini bisa digunakan warga, sementara masyarakat berharap perbaikan drainase agar tidak terjadi genangan saat hujan deras.
- Jalan Kota Dalam–Budidaya diresmikan setelah 52 tahun tak tersentuh pembangunan, menandai peningkatan kemantapan jalan kabupaten dari 54 persen menjadi hampir 62 persen pada awal 2025.
Lampung Selatan, IDN Times - Menjelang Lebaran 2026, dua ruas jalan di Kabupaten Lampung Selatan akhirnya lepas dari status “langganan rusak”. Setelah bertahun-tahun dikeluhkan warga karena berlubang, bergelombang, hingga sulit dilalui saat hujan, akses di Kecamatan Katibung dan Sidomulyo kini resmi dioperasikan kembali usai diperbaiki pemerintah daerah.
Peresmian dilakukan langsung Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama. Bagi sebagian warga, momen ini bukan sekadar seremoni jelang hari raya.
Ada jalan yang rusaknya sudah dirasakan lebih dari lima dekade, menjadi simbol lambannya perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut. Kini, setelah penantian panjang dan tekanan keluhan yang terus disuarakan masyarakat, dua ruas jalan itu akhirnya berubah menjadi akses yang lebih layak dan memperlancar mobilitas warga saat arus mudik dan aktivitas Lebaran.
1. Ruas babatan–simpang bayur resmi dibuka, warga kini lebih nyaman

Di Kecamatan Katibung, Pemkab Lampung Selatan meresmikan peningkatan ruas Jalan Babatan–Umbul Bayur (R127) hingga Jalan Tanjungan–Neglasari (R136). Salah satu titik selesai dikerjakan adalah ruas Babatan–Simpang Bayur sepanjang kurang lebih 850 meter.
Jalan yang sebelumnya rusak dan berlubang kini resmi dibuka dan dapat digunakan masyarakat.
“Alhamdulillah pada hari ini, tepat di hari Jumat pukul 17.32, ruas jalan Babatan-Simpang Bayur kurang lebih sepanjang 850 meter sudah selesai dikerjakan. Bismillah ini bisa memberikan dampak baik untuk masyarakat dan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Egi.
Sebelum diperbaiki, kondisi jalan dikeluhkan warga karena rusak bertahun-tahun dan semakin parah dalam tiga hingga empat bulan terakhir. Kerusakan itu menyulitkan aktivitas pengendara roda dua maupun roda empat. Desi, salah satu warga, mengaku bersyukur. Ia menyebut kini akses jalan jauh lebih nyaman dan aman dilalui.
2. Warga minta drainase diperhatikan

Meski bersyukur jalan telah diperbaiki, sejumlah warga juga menyampaikan aspirasi terkait drainase di sekitar ruas tersebut. Mereka mengeluhkan saluran air dan talud dinilai kurang memadai, sehingga saat hujan deras kerap terjadi genangan bahkan banjir.
Menanggapi hal itu, Egi menyatakan masukan masyarakat akan menjadi perhatian pemerintah daerah. Ia juga mengajak warga bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar dapat bertahan lama.
“Tolong dijaga aksesnya, mohon dijaga bersama-sama supaya apa yang sudah dibangun oleh pemerintah bisa awet dan panjang umurnya. Titip aset ini,” pesannya.
Ia berharap, peningkatan ruas jalan di Katibung tidak hanya memperlancar mobilitas jelang Lebaran, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
3. Setelah 52 Tahun, jalan Kota Dalam–Budidaya akhirnya diresmikan

Di hari yang sama, Egi juga meresmikan ruas Jalan Kota Dalam–Budidaya (R.092) di Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo. Bagi warga, pembangunan jalan ini menjadi momen bersejarah karena disebut terakhir kali tersentuh pembangunan pada 1973 atau sekitar 52 tahun lalu.
Ratnasih, warga Dusun 4 Desa Budidaya, mengaku haru karena penantian panjang akhirnya terwujud. Hal serupa disampaikan Lili Salamah yang bersyukur janji pembangunan jalan saat masa kampanye kini terealisasi.
Jalan yang dulunya rusak dan sulit dilalui kini berubah menjadi akses lebih layak dan representatif. Secara teknis, ruas Jalan Kota Dalam–Budidaya memiliki panjang 2.420 meter dengan lebar 3 meter. Pada 2025, penanganan dilakukan menggunakan konstruksi rabat beton sepanjang 1.350 meter dengan lebar 3,5 meter. Total panjang jalan telah ditangani mencapai 2.150 meter.
Egi menyebut, tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Lampung Selatan pada awal 2025 berada di kisaran 54 persen. Setelah berbagai upaya peningkatan kualitas konstruksi sepanjang 2025, angka tersebut meningkat menjadi hampir 62 persen. Ia memastikan program pembangunan dan peningkatan kualitas jalan akan terus dilanjutkan hingga 2026 dan 2027.


















