Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Keren, 4 Mahasiswa Itera Berhasil Bawa Isu Green Design ke Jepang

Keren, 4 Mahasiswa Itera Berhasil Bawa Isu Green Design ke Jepang
Empat mahasiswa Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Sumatera (Itera) terpilih mengikuti Workshop and International Conference AILCD 2026 di Kitakyushu, Fukuoka, Jepang (Dok. Itera)
Intinya Sih
  • Empat mahasiswa Arsitektur Itera lolos seleksi ketat dan diundang ke Workshop serta Konferensi Internasional AILCD 2026 di Kitakyushu, Jepang, mewakili kampus pada ajang bergengsi tersebut.
  • Mereka mengusung tema arsitektur berkelanjutan dengan prinsip energi rendah karbon, menampilkan riset tentang biogas, desain rendah emisi, dan kenyamanan termal bangunan kampus.
  • Selama kegiatan, para mahasiswa diuji kemampuan berpikir kritis dan bahasa asing melalui diskusi lintas negara yang memperkaya wawasan desain serta kolaborasi internasional mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Empat mahasiswa Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Sumatera (Itera) menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Mereka terpilih mengikuti Workshop and International Conference AILCD 2026 yang digelar di Kitakyushu, Fukuoka, Jepang, pada 23 Februari–10 Maret 2026.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Khoirul Akmal, Riri Novalia Azzahra, Rafiq Faras Maliku, dan Indah Wulandari. Indah Wulandari mengaku bersyukur sekaligus tak menyangka saat menerima Letter of Invitation pada 30 Oktober 2025 melalui dosen pembimbing mereka, Rendy Perdana Khidmat. Menurutnya, keikutsertaan mereka bukan proses instan karena harus melalui tahapan seleksi dan administrasi panjang serta ketat.

1. Lolos seleksi ketat hingga terima Letter of Invitation

Empat mahasiswa Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Sumatera (Itera) terpilih mengikuti Workshop and International Conference AILCD 2026 di Kitakyushu, Fukuoka, Jepang
Empat mahasiswa Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Sumatera (Itera) terpilih mengikuti Workshop and International Conference AILCD 2026 di Kitakyushu, Fukuoka, Jepang (Dok. Itera)

Indah menceritakan kesempatan tersebut diawali dari undangan resmi yang diterima Program Studi Arsitektur Itera untuk berpartisipasi dalam Workshop AILCD 2026. "Salah satu penilai peserta dari Itera adalah Profesor Bart Dewancker dari Universitas Kitakyushu," kata Indah.

Sebagai persyaratan, setiap calon peserta wajib mengirimkan portofolio terbaik, sertifikat kemampuan bahasa asing, hingga transkrip akademik melalui formulir daring disediakan panitia. Setelah melalui proses tersebut, kabar membanggakan akhirnya datang. “Rasanya campur aduk, seperti tidak percaya dan sangat bersyukur,” ujar Indah.

2. Usung arsitektur berkelanjutan dan energi rendah karbon

Empat mahasiswa Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Sumatera (Itera) terpilih mengikuti Workshop and International Conference AILCD 2026 di Kitakyushu, Fukuoka, Jepang
Empat mahasiswa Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Sumatera (Itera) terpilih mengikuti Workshop and International Conference AILCD 2026 di Kitakyushu, Fukuoka, Jepang (Dok. Itera)

Disampaikan Indah, dalam konferensi dan workshop internasional tersebut, tim Itera mempresentasikan gagasan desain dengan tema besar “Arsitektur Berkelanjutan dengan Penerapan Prinsip Low Carbon Energy.” Setiap anggota tim mengangkat topik berbeda sesuai minat dan riset masing-masing, namun tetap dalam benang merah pembangunan berkelanjutan.

Khoirul Akmal mengusung isu biogas system dalam perancangan konservasi gajah di Way Kambas. Ia memadukan konsep arsitektur hijau dengan pelestarian satwa liar berbasis energi terbarukan. Riri Novalia Azzahra berfokus pada low carbon design dengan mengeksplorasi upaya meminimalkan jejak karbon sejak tahap perencanaan desain. Sementara itu, Indah Wulandari dan Rafiq Faras Maliku mengangkat isu kenyamanan termal pada bangunan kampus dengan studi kasus sejumlah gedung di lingkungan Itera.

3. Diuji berpikir kritis hingga kemampuan bahasa asing

ilustrasi ujian (pexels.com/Andy Barbour)
ilustrasi ujian (pexels.com/Andy Barbour)

Selama workshop berlangsung, menurut Indah para mahasiswa Itera tergabung dalam kelompok diskusi internasional bersama peserta dari berbagai negara, seperti Filipina, Thailand, China, dan Vietnam. Dalam forum tersebut, mereka tidak hanya diminta mempresentasikan ide, tetapi juga aktif berdiskusi dan mempertahankan gagasan di hadapan peserta lintas negara. Interaksi lintas budaya itu pun memperkaya wawasan mereka terhadap beragam pendekatan desain arsitektur dan perspektif keilmuan.

“Di sinilah kemampuan kami diuji. Kami tidak hanya dituntut berpikir kritis dalam merancang desain, tetapi juga mampu berkomunikasi, bersosialisasi, dan berargumen menggunakan bahasa asing. Kami tidak hanya belajar tentang desain, tetapi juga belajar berkolaborasi dengan teman-teman dari latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Lampung

See More