Lebaran 2026 Usai, Pemprov Klaim Inflasi Lampung Terendah Nasional

- Pemprov Lampung mencatat inflasi tahunan Maret 2026 sebesar 1,16 persen, terendah secara nasional berkat langkah pengendalian harga efektif selama Ramadan dan Idulfitri.
- Indeks Perkembangan Harga minggu pertama April 2026 turun -0,8 persen, menandakan stabilisasi harga kebutuhan pokok pasca Lebaran di wilayah Lampung.
- Pemprov terus memperkuat pengawasan dan intervensi harga demi menjaga daya beli masyarakat serta optimistis stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga di tengah tantangan global.
Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengklaim capaian inflasi daerah menjadi terendah secara nasional hasil dari langkah pengendalian harga efektif. Terutama selama momentum Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bani Ispriyanto mengatakan, inflasi Lampung Maret 2026 tercatat sebesar 1,16 persen secara tahunan (year on year). Inflasi itu terendah di tingkat nasional.
Selain itu, inflasi bulanan (month to month) sebesar 0,15 persen juga menempatkan Lampung dalam 10 besar provinsi dengan inflasi terkendali.
“Ini menjadi indikator bahwa langkah-langkah pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berjalan efektif,” ujarnya saat rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah secara virtual dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (6/4/2026).
1. Pasca lebaran, harga mulai stabil

Bani melanjutkan, tren positif juga terlihat pasca Idul Fitri. Kondisi tersebut ditunjukkan dari Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu pertama April 2026 yang mengalami penurunan sebesar -0,8 persen.
Menurutnya, penurunan tersebut menjadi sinyal awal stabilisasi harga setelah sempat mengalami tekanan selama Ramadan 2026/1447 Hijriah.
“Ini menunjukkan harga-harga kebutuhan pokok di Provinsi Lampung sudah mulai stabil pascamomentum lebaran kemarin,” jelasnya.
2. Pemprov perkuat pengawasan dan intervensi harga

Meski menyebut inflasi tergolong terkendali, Bani menegaskan, Pemprov Lampung tidak akan lengah. Sebab, penguatan pengawasan harga dan distribusi pangan akan terus dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Oleh karenanya, ia menekankan pentingnya pemantauan rutin serta intervensi cepat terhadap komoditas strategis yang berpotensi mengalami kenaikan harga.
“Pemprov berkomitmen menjaga stabilitas harga melalui penguatan sinergi antarinstansi, pemantauan berkala, dan intervensi tepat sasaran,” tegasnya.
3. Optimistis stabilitas ekonomi daerah terjaga

Melalui capaian inflasi rendah kali ini, Bani mengaku pemerintah daerah cukup optimistis kondisi ekonomi Lampung tetap terjaga di tengah tantangan global.
Menurutnya, stabilitas harga menjadi kunci dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Capaian ini tidak hanya menunjukkan ketahanan ekonomi daerah, tetapi juga memberikan kepastian bagi masyarakat terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok,” imbuhnya.



















