Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Crocodile Tears Belum Tayang di Lampung, Komunitas Film Ambil Peran

Crocodile Tears Belum Tayang di Lampung, Komunitas Film Ambil Peran
Poster film Crocodile Tears. (Instagram: talamedia_co)
Intinya Sih
  • Komunitas film Klub Nonton di Lampung menggelar pemutaran khusus film Crocodile Tears lewat program Bioskop Kuy! karena belum tayang di jaringan bioskop reguler daerah tersebut.
  • Film Crocodile Tears karya Tumpal Tampubolon telah tampil di Toronto International Film Festival 2024 dan meraih nominasi di BFI London Film Festival serta Festival Film Indonesia 2024.
  • Cerita film menyoroti dinamika tegang antara ibu dan anak yang berubah setelah hadirnya Arumi, dengan ending tak terduga yang meninggalkan kesan kuat bagi penonton.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times — Tidak semua film Indonesia mendapat kesempatan tayang merata di berbagai daerah. Kondisi itu yang mendorong komunitas film di Lampung, Klub Nonton, menghadirkan pemutaran khusus film Crocodile Tears melalui program Bioskop Kuy! di XXI Mall Kartini, Kamis (21/5/2026).

Film karya sutradara debutan Tumpal Tampubolon tersebut sebenarnya sudah tayang nasional sejak 7 Mei 2026. Namun hingga kini, film drama psychological thriller itu belum masuk jaringan bioskop reguler di Bandar Lampung.

1. Komunitas jadi jembatan akses film berkualitas

community.idntimes.com
Poster film Crocodile Tears. (Instagram: talamedia_co)

Koordinator Klub Nonton, Nada Bonang, mengatakan komunitas ingin memastikan masyarakat daerah tetap bisa menikmati film-film Indonesia dengan kualitas artistik yang kuat. Apalagi, sejak berdiri pada 2012, Klub Nonton dikenal aktif menghadirkan ruang apresiasi film di Lampung melalui pemutaran dan diskusi berbagai karya sineas lokal maupun nasional.

Menurutnya, kehadiran komunitas penting untuk menjembatani keterbatasan distribusi film nasional di luar kota-kota besar.

“Ketika karya-karya penting seperti ini belum sampai ke kota kami melalui distribusi reguler, komunitas perlu mengambil peran agar masyarakat tetap dapat terhubung dengan perkembangan sinema nasional,” ujarnya.

Program Bioskop Kuy! sendiri selama ini memang difokuskan untuk menghadirkan film-film Indonesia pilihan yang belum tentu mudah diakses penonton daerah.

2. Crocodile Tears sempat masuk festival internasional

community.idntimes.com
Film Crocodile Tears di bioskop. (Instagram: talamedia_co)

Film Crocodile Tears menjadi salah satu karya yang cukup banyak diperbincangkan sejak melakukan world premiere di Toronto International Film Festival 2024.

Film tersebut juga masuk nominasi BFI London Film Festival dan mendapat sejumlah nominasi di Festival Film Indonesia 2024.

Selain disutradarai Tumpal Tampubolon, film ini dibintangi Marissa Anita, Yusuf Mahardika, serta Zulfa Maharani.

3. Ending tidak dapat ditebak

community.idntimes.com
Suasana dalam bioskop seusai menonton film. (IDN Time/Muhaimin)

Film ini bercerita tentang hubungan Mama dan anaknya, Johan, yang berubah penuh ketegangan setelah hadirnya sosok Arumi di kehidupan mereka.

Nuansa psikologis yang dibangun sepanjang cerita menjadi salah satu hal yang paling dirasakan penonton.

Salah satu penonton, Tasya, mengaku cukup terkesan dengan alur cerita film tersebut, terutama pada bagian akhir.

“Di bagian ending paling gak tertebak, pokoknya harus nonton dan diperhatikan sampai habis,” katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Lampung

See More