Kecelakaan Maut Tiga Truk di Jalinsum Lamsel, Dua Tewas

- Kecelakaan maut melibatkan tiga truk boks terjadi di Jalinsum, Desa Sukabaru, Lampung Selatan pada Selasa siang, menewaskan dua orang dan menyebabkan tiga lainnya luka-luka.
- Korban tewas adalah pengemudi dan penumpang truk Isuzu Giga, sementara satu korban luka berat serta dua korban luka ringan telah dibawa ke RSUD Bob Bazar Kalianda dan Puskesmas Penengahan.
- Penyelidikan awal menyebutkan truk Isuzu Giga mengalami gagal fungsi pengereman hingga kehilangan kendali dan menabrak dua truk lain, dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp120 juta.
Lampung Selatan, IDN Times - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 11.10 WIB.
Kecelakaan alat transportasi ini melibatkan tiga kendaraan truk boks yakni, truk boks Isuzu Giga warna putih nomor polisi B 9668 JXR, truk boks Hino warna hijau nomor polisi BE 8082 AUE dan BE 8065 AUB.
Akibat kejadian ini, dua meninggal dunia, satu luka berat dan dua lainnya luka ringan.
1. Data korban meninggal dan luka berat

Kasatlantas Polres Lampung Selatan AKP Erza Trisyahputra Nasution mengatakan, korban meninggal dunia yaitu, Mohammad Soleh, pengemudi truk boks Isuzu Gyga. Korban mengalami luka robek terbuka dibagian kepala, luka robek ditangan kiri, luka robek terbuka di kaki kiri dan patah tulang kaki kiri.
Korban meninggal kedua adalah Adroma, penumpang truk boks Isuzu Gyga. Ia mengalami luka robek tidak beraturan di wajah, luka robek terbuka di lutut kaki kiri, luka robek di punggung kaki kanan, luka patah tulang kaki sebelah kiri, luka robek pada pangkal paha.
Sedangkan korban mengalami luka berat adalah Edi Prayitno, pengemudi truk boks Hino warna hijau nopol BE 8065 AUB. Ia mengalami luka patah tulang tangan kanan dan paha kaki kanan, luka robek di atas pelipis mata kanan, luka memar di mata sebelah kanan, luka lecet ditangan bahu kiri dan perut. Saat ini korban dirawat medis di RSUD Bob Bazar Kalianda.
2. Korban luka ringan

Dua korban lainnya mengalami luka ringan yaitu, pengemudi truk boks Hino warna hijau Nopol BE 8082 AUE Faisal Akbar. Ia mengalami luka memar didahi, luka robek didahi, terkilir pada lutut kaki kiri, luka lecet kaki sebelah kanan, memar dan sesak didada.
Korban lainnya Nico Prastiawan, penumpang kendaraan truk boks Hino warna hijau Nopol BE 8082 AUE. Korban mengalami luka memar dan terkilir kaki sebelah kanan, luka robek didahi.
"Kedua korban meninggal dunia dan satu luka berat dibawa ke RSUD Bob Nazar Kalianda. Sedangkan korban luka ringan dibawa ke Puskesmas Penengahan," ujar Erza.
3. Kronologi laka maut

Terkait kronologi kecelakaan, Erza menjelaskan, anggota Unit Gakkum Satlantas Polres Lampung Selatan menerima laporan kecelakaan sekitar pukul 11.32 WIB. Personel langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat truk boks Isuzu Giga B 9668 JXR yang dikemudikan Muhammad Soleh melaju dari arah Bakauheni menuju Bandar Lampung. Diduga kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan tinggi.
Saat tiba di lokasi kejadian, truk diduga mengalami gagal fungsi pengereman sehingga pengemudi kehilangan kendali. Truk kemudian menabrak bagian belakang kanan truk box Hino BE 8082 AUE yang dikemudikan Faisal Akbar dan melaju searah dari Bakauheni menuju Bandar Lampung.
Benturan keras membuat truk Hino tersebut terdorong ke depan, kehilangan kendali, lalu terperosok dan terguling di sisi kiri jalan. Namun, laju truk Isuzu tidak berhenti.
4. Kerugian ditaksir Rp120 juta

Erza menambahkan, kendaraan tersebut terus bergerak ke jalur berlawanan dan menabrak bagian pintu samping kanan truk boks Hino BE 8065 AUB yang dikemudikan Edi Prayitno dari arah Bandar Lampung menuju Bakauheni.
Diduga penyebab kecelakaan karena kendaraan Isuzu Giga mengalami gagal fungsi pengereman sehingga hilang kendali dan menabrak dua kendaraan lainnya.
"Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Kerugian material akibat insiden itu diperkirakan mencapai sekitar 120 juta," jelas Erza.


















