Dari dokumentasi diterima IDN Times, terlihat foto lanskap bukit pasir atau lereng gunung vulkanik yang luas berwarna abu-abu kecokelatan dengan tekstur tanah bergelombang, berongga, dan berbatu. Di sepanjang garis puncak bukit, terlihat barisan orang atau wisatawan yang berdiri dan berjalan menikmati pemandangan sekitar.
Wisatawan Nekat Naik Lereng Gunung Anak Krakatau, padahal Status Siaga

- Puluhan wisatawan kedapatan mendekati hingga menaiki lereng Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, meski status gunung api tersebut masih Level III atau Siaga.
- Petugas menduga rombongan memakai kapal sewaan dari Dermaga Canti melalui Pulau Sebesi; keberadaan mereka terlihat saat tim melakukan pemeliharaan peralatan pemantauan.
- Pengawasan akan diperketat bersama instansi terkait. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak memasuki radius tiga kilometer dari kawah aktif karena rekaman tremor masih cukup tinggi.
Lampung Selatan, IDN Times - Puluhan wisatawan kedapatan mendekati hingga menaiki lereng Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan. Padahal status gunung tersebut saat ini Level III atau Siaga.
Dalam foto lainnya, perahu kayu bermotor dengan warna biru dan putih sedang bertambat di perairan dangkal pinggir pantai pasir hitam. Sejumlah penumpang diduga para wisatawan tersebut nampak sibuk turun dari kapal.
Beberapa orang di pantai memegang tali perahu untuk menstabilkan posisi kapal, sementara belasan orang lainnya berjalan melintasi air laut yang dangkal menuju tepi pantai.
1. Diduga pakai kapal sewaan

Terkait foto-foto tersebut, Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Andi Suwardi membenarkan adanya aktivitas wisatawan mendekati kawasan GAK. Keberadaan mereka diketahui saat petugas sedang melakukan pemeliharaan peralatan pemantauan di lokasi.
"Iya, kebetulan kemarin ada tim yang sedang maintenance peralatan ke sana, melihat itu. Kami imbau kepada semua untuk mematuhi rekomendasi, karena itu masih bahaya untuk keselamatan," katanya saat dikonfirmasi.
Ia menduga rombongan wisatawan tersebut menggunakan kapal sewaan dari kawasan Dermaga Canti menuju Pulau Sebesi sebelum akhirnya mendekati Gunung Anak Krakatau. Namun, pihaknya belum mengetahui pasti bagaimana wisatawan itu bisa masuk hingga ke kawasan gunung api.
"Kalau lihat fotonya, kapalnya dari Sebesi. Mungkin wisatawan menggunakan sewa kapal dari Canti. Untuk ke sananya saya kurang tahu," lanjutnya
2. Perketat pengawasan

Andi menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi, mulai dari BPBD, Dinas Pariwisata, hingga pihak terkait di wilayah Banten untuk memperketat pengawasan dan mencegah kejadian serupa.
"Kita minta tolong untuk mengimbau dan membuat rekomendasi agar tidak ke sana. Sebelumnya camat juga sudah membuat imbauan di wilayah Dermaga Canti," katanya.
3. Status Gunung Anak Krakatau masih Siaga

Meski aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir cenderung menurun, statusnya hingga kini masih berada pada Level III (Siaga). Erupsi terakhir gunung api tersebut tercatat terjadi pada 25 Juli 2026.
Merujuk kondisi itu, Andi mengatakan, rekaman aktivitas tremor masih cukup tinggi sehingga masyarakat dan wisatawan diminta tidak lengah. Oleh karenanya, ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki kawasan dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
"Imbauannya tetap mematuhi rekomendasi kami, jangan mendekati dalam radius 3 kilometer dari gunung. Pengawasan di sekitar Gunung Anak Krakatau akan terus dilakukan, guna mengantisipasi adanya aktivitas masyarakat maupun wisatawan berpotensi membahayakan keselamatan," imbuhnya.


















