ASN Bandar Lampung Ditemukan Meninggal di Kos, Diduga karena Sakit

- ASN Sabto Wibowo, 52 tahun, ditemukan meninggal di kamar kosnya di Way Halim, Bandar Lampung, setelah warga mencium bau tidak sedap dan melihat banyak lalat.
- Polisi menduga Sabto telah meninggal lebih dari dua hari akibat sakit, setelah rekan kerja menyebut korban mengeluhkan kesehatan sejak 27 Juli tetapi masih beraktivitas.
- Jenazah dievakuasi ke RSUD Abdul Moeloek untuk visum luar; keluarga menolak autopsi. Polisi mengamankan uang, dokumen, dua ponsel, laptop, dan sepeda motor korban.
Bandar Lampung, IDN Times – Seorang aparatur sipil negara (ASN) bernama Sabto Wibowo (52) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya di Jalan Urip Sumoharjo, Gang Sungai 7, Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung, Minggu (2/8/2026).
Kapolsek Sukarame, Kompol HD. Pandiangan mengatakan penemuan jasad korban berawal dari laporan warga yang mencium aroma tidak sedap dari sekitar kamar kos pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
"Setelah dicek, warga melihat banyak lalat keluar dari jendela kamar korban. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik kos, diteruskan ke ketua RT dan Bhabinkamtibmas hingga akhirnya anggota kami bersama tim identifikasi mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP," katanya.
1. Dugaan sudah meninggal lebih dari dua hari

Pandiangan menjelaskan bahwa korban diketahui tinggal seorang diri di kamar kos tersebut. Saat ditemukan, jenazah sudah mengeluarkan bau tidak sedap sehingga diduga telah meninggal dunia lebih dari dua hari.
"Dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit. Dari informasi yang kami peroleh, korban memang sempat mengeluhkan sakit beberapa hari sebelum ditemukan meninggal dunia," ujarnya.
2. Korban sedang sakit

Pandiangan mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan rekan kerja korban, Sabto mulai mengeluhkan kondisi kesehatannya sejak Senin (27/7/2026), namun masih tetap menjalankan aktivitas.
Bahkan, pada Kamis (30/7/2026), korban masih sempat melakukan perjalanan dinas ke wilayah Kelumbayan, Kabupaten Pesawaran, sebelum kembali ke kamar kosnya.
"Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban berupa dompet berisi uang tunai Rp500 ribu beserta dokumen identitas, dua unit telepon genggam, satu laptop, dan satu unit sepeda motor," jelasnya.
3. Dibawa ke Rumah Sakit

Pandiangan mengungkapkan bahwa saat ini jenazah dievakuasi ke RSUD Abdul Moeloek untuk menjalani pemeriksaan medis. Menurut Pandiangan, pihak keluarga telah membuat surat pernyataan menolak autopsi dan hanya mengizinkan pemeriksaan visum luar terhadap jenazah.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga. Mereka tidak berkenan untuk dilakukan autopsi dan hanya meminta visum luar. Selanjutnya jenazah akan diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman," tuturnya.


















