Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hadapi El Nino, Lampung Terancam Gagal Panen dan Lonjakan Harga Pangan

Bandar Lampung
Hadapi El Nino, Lampung Terancam Gagal Panen dan Lonjakan Harga Pangan
Petani di Pesawaran, Kusnun saat mengecek lahan sawah miliknya. (IDN Times/Istimewa).
Intinya Sih
  • El Nino berpotensi memicu gagal panen di Lampung, menekan pendapatan petani dan produktivitas pertanian, serta mengganggu pasokan pangan hingga mendorong inflasi harga kebutuhan pokok.
  • Pemerintah dan Bulog diminta menyiapkan cadangan pangan, memetakan pasokan-kebutuhan, serta menggelar operasi pasar untuk mencegah kelangkaan dan menjaga stabilitas harga.
  • Petani kecil bermodal terbatas menjadi kelompok paling rentan; bantuan benih, pupuk, irigasi, dan pemetaan wilayah rawan inflasi diperlukan untuk melindungi petani, pedagang, serta konsumen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Fenomena El Nino diperkirakan membawa dampak ekonomi cukup besar bagi Provinsi Lampung. Selain berpotensi memicu gagal panen, kondisi cuaca ekstrem tersebut juga dinilai mengganggu pasokan pangan hingga mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok di masyarakat.

Peneliti Ekonomi di Yayasan Pusat Studi Kota dan Daerah Lampung/Central for Urban and Regional Studies (CURS), Erwin Octavianto mengatakan, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Lampung sehingga dampak El Nino perlu diantisipasi secara serius.

"Provinsi Lampung masih sangat mengandalkan sektor pertanian sebagai pilar utama ekonomi. Ketika terjadi gagal panen, maka potensi pendapatan petani, nilai tukar petani, hingga aktivitas ekonomi ikut mengalami penurunan," ujarnya dikonfirmasi, Senin (3/8/2026).

1. Gagal panen berpotensi picu inflasi pangan

IMG_20260801_165648.jpg
Petani Gapoktan Makmur Sejati, Kabupaten Lampung Selatan. (IDN Times/Istimewa).

Erwin menjelaskan, keterbatasan teknologi dimiliki sebagian besar petani membuat mereka lebih rentan menghadapi perubahan iklim ekstrem. Akibatnya, produktivitas pertanian berpotensi turun dan mengganggu ketersediaan bahan pangan.

Menurutnya, ketika produksi menurun, maka pasokan pangan akan terhambat sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi. Kondisi tersebut dapat menjadi pemicu inflasi, terutama pada komoditas pangan.

"Kalau supply bahan pangan terganggu, maka akan muncul dorongan kenaikan harga di pasar. Ini perlu diantisipasi sejak sekarang agar tidak terjadi lonjakan harga yang berlebihan," ucap Erwin.

2. Peran Bulog dinilai sangat krusial

IMG_20260731_135325.jpg
Petani di Pesawaran, Kusnun saat mengecek lahan sawah miliknya. (IDN Times/Istimewa).

Lebih lanjut Erwin menilai, pemerintah bersama Perum Bulog harus memastikan ketersediaan cadangan pangan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi gagal panen akibat El Nino.

Maka dari itu, ia berharap pengalaman kelangkaan beras sempat terjadi pada tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah. Itu agar perhitungan kebutuhan dan distribusi pangan lebih akurat.

"Bulog harus memiliki cadangan yang memadai dan strategi yang matang. Tahun lalu kita belajar bagaimana kesalahan dalam menghitung kebutuhan menyebabkan gangguan pasokan dan kenaikan harga pangan," katanya.

Selain itu, ia mendorong koordinasi antara Bulog, Dinas Pertanian, dan Dinas Perdagangan untuk memetakan keseimbangan pasokan dan kebutuhan pangan di seluruh daerah. "Supply dan demand harus dipetakan dengan baik supaya kelangkaan seperti tahun lalu tidak kembali terulang," tambahnya.

3. Petani kecil menjadi kelompok paling rentan

IMG_20260731_135349.jpg
Petani di Pesawaran, Kusnun saat mengecek lahan sawah miliknya. (IDN Times/Istimewa).

Erwin mengatakan, dampak pertama El Nino akan dirasakan para petani, terutama mereka yang memiliki lahan sempit dan modal terbatas. Menurutnya, petani mengalami gagal panen berisiko kehilangan pendapatan selama beberapa bulan.

Maka dari itu, pemerintah daerah hingga pusat perlu memanfaatkan basis data petani yang telah dimiliki untuk menentukan kelompok paling terdampak. Bentuk intervensi dapat dilakukan antara lain bantuan benih, pupuk, hingga percepatan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi di kawasan terdampak kekeringan.

"Pemerintah perlu mengidentifikasi petani yang produktivitasnya rendah dan benar-benar terdampak. Mereka harus menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan," pintanya.

4. Pedagang dan masyarakat juga terdampak

IMG_20260407_123750.jpg
Aktivitas Pasar Tamin, Kota Bandar Lampung, Selasa (7/4/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Tak hanya petani, Erwin menilai pelaku usaha perdagangan juga akan menghadapi tekanan akibat terbatasnya pasokan barang. Di satu sisi, permintaan masyarakat tetap tinggi, tetapi stok yang tersedia menurun.

Namun di sisi lain, daya beli masyarakat masih belum pulih sehingga pedagang juga tidak leluasa menaikkan harga. Ia menilai operasi pasar pemerintah bersama Bulog menjadi langkah penting, guna menjaga stabilitas harga sekaligus mencegah kepanikan di tingkat pedagang maupun masyarakat.

"Kalau pedagang langsung menaikkan harga, risikonya barang tidak laku karena daya beli masyarakat masih rendah. Jadi mereka juga berada dalam posisi yang sulit," katanya.

5. Pemerintah diminta petakan daerah paling rentan

IMG_20260801_165635.jpg
Petani Gapoktan Makmur Sejati, Kabupaten Lampung Selatan. (IDN Times/Istimewa).

Erwin menambahkan, kelompok yang paling merasakan dampak kenaikan harga pada akhirnya ialah masyarakat sebagai konsumen akhir. Menurutnya, kenaikan harga pangan akan semakin membebani masyarakat karena tidak diikuti peningkatan pendapatan.

Oleh karenanya, ia turut meminta dan menekankan pemerintah memanfaatkan data ekonomi terbaru untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah yang paling rentan terdampak inflasi.

"Pemerintah perlu menyusun strategi khusus berdasarkan data. Daerah yang paling rentan terhadap inflasi harus menjadi prioritas penanganan agar dampak ekonomi akibat El Nino bisa diminimalkan," imbuh Erwin.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More