Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kebakaran Rumah di Way Kanan Satu Tewas, Tak Sempat Selamatkan Diri
ilustrasi kebakaran rumah (freepik.com/partystock)
  • Seorang pria berusia 50 tahun ditemukan tewas dalam kebakaran rumah kayu di Baradatu, Way Kanan, setelah tidak sempat menyelamatkan diri dari api yang cepat membesar.
  • Saksi mata melihat asap dan segera memanggil bantuan; petugas pemadam tiba sekitar sepuluh menit kemudian namun rumah sudah hangus beserta seluruh barang milik korban.
  • Keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian sebagai musibah, sementara polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran serta mengimbau warga lebih waspada terhadap potensi kebakaran rumah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Way Kanan, IDN Times - AM (50) ditemukan meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran rumah di Gang Buntu, belakang Pasar Pagi Baradatu, Kelurahan Tiuh Balak Pasar, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Senin (15/6/2026).

Korban diketahui tinggal seorang diri di rumah berukuran sekitar 4 kali 6 meter yang seluruhnya terbuat dari kayu. Saat kebakaran terjadi, pria tersebut tidak sempat menyelamatkan diri dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah yang telah hangus terbakar.

1. Saksi lihat asap keluar dari bagian atas rumah

AM (50) ditemukan meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran rumah di Gang Buntu, belakang Pasar Pagi Baradatu, Kelurahan Tiuh Balak Pasar, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan. (Dok. Polda Lampung).

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, insiden kebakaran ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Edison (61). Ia melihat asap keluar dari bagian atas rumah korban sekitar pukul 15.20 WIB.

Lantaran curiga, ia mendekati lokasi dan mendapati api telah membesar membakar bangunan. Lalu, Edison berteriak meminta pertolongan. Selanjutnya, warga sekitar berupaya memadamkan api sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.

2. Saat proses pemadaman, korban masih berada dalam rumah

AM (50) ditemukan meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran rumah di Gang Buntu, belakang Pasar Pagi Baradatu, Kelurahan Tiuh Balak Pasar, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan. (Dok. Polda Lampung).

Yuyun menjelaskn, sekitar pukul 15.30 WIB, mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Namun, api terlanjur menghanguskan seluruh bangunan rumah beserta barang-barang milik korban.

Saat proses pemadaman berlangsung, warga mengetahui korban masih berada di dalam rumah. Petugas dari Puskesmas Baradatu yang datang ke lokasi kemudian melakukan pemeriksaan awal dan menyatakan korban telah meninggal dunia.

"Berdasarkan informasi warga setempat, korban diketahui tinggal seorang diri dan diduga mengalami gangguan kejiwaan," ucap Yuni, Selasa (16/6/2026).

3. Keluarga tolak autopsi

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Polsek Baradatu yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian, membantu proses pemadaman, meminta keterangan saksi, serta melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

"Pihak keluarga korban telah membuat surat pernyataan menolak autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait sumber api yang menyebabkan kebakaran tersebut," tandas kabid humas.

4. Antisipasi kebakaran

ilustrasi api (pexels.com/Francesco Paggiaro)

Yuyun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada rumah menggunakan material mudah terbakar.

"Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik, memastikan tidak ada peralatan elektronik yang ditinggalkan dalam keadaan menyala, serta segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran sekecil apa pun," ujarnya.

Menurut Yuni, peran aktif warga sangat penting dalam mencegah meluasnya kebakaran dan meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa.

"Apabila terdapat anggota keluarga yang tinggal sendiri, khususnya lansia atau orang dengan kondisi kesehatan tertentu, diharapkan mendapat perhatian dan pengawasan dari keluarga maupun lingkungan sekitar," katanya.

Editorial Team

Related Article