ilustrasi minum suplemen (pexels.com/JESHOOTS.com)
Menurut kronologi dari PLH, dirinya dibawa oleh BA ke salah satu hotel di Bandar Lampung tepatnya ketika usia kehamilannya sudah memasuki usai 7 bulan dan mendekati 8 bulan pada 2023 lalu.
Diakui, kandungannya saat itu memang sudah sering mengalami pendarahan kecil. Setibanya PLH dan BA di hotel tersebut, ia langsung istirahat dan menyantap makanan serta minuman yang diberikan oleh BA.
Kemudian ia mengantuk dan kembali mendapati pendarahan kecil dari kehamilannya. BA kemudian menawarkan obat kepada dirinya yang diakui sebagai vitamin.
"Saya menerima obat dari pelaku, namun saya melihat wajahnya mencurigakan saat memberikan pil vitamin itu. Kemudian saat saya memasukkan pil vitamin itu ke mulut, saya semakin curiga karena melihat ekspresi pelaku seperti ada sesuatu yang ditutupi," ungkapnya.
Alhasil, ia tak langsung menegak pil vitamin tersebut dan memilih ke kamar mandi hotel, dengan dalih mual hendak muntah, saat itu diakui ia belum sempat menelan pil tersebut. "Sekitar beberapa lama saya duduk di tempat tidur hotel, tiba-tiba saya merasakan sakit perut dan sangat mulas, saya pergi ke kamar mandi dan melihat pendarahan yang lebih signifikan dan ternyata dalam beberapa waktu saya melahirkan bayi," katanya.
Saat melahirkan ia dalam posisi di kamar mandi dan sempat memanggil serta meminta pertolongan kepada BA lantaran sudah tak kuasa untuk berdiri. "BA tidak menghiraukan dan tidak memberikan pertolongan, padahal sebelum saya kehilangan kesadaran setelah melahirkan, saya mendengar tangisan anak itu sangat kuat. Bahkan yang sangat kejam, BA meninggalkan saya dengan alasan kuliah, saya lemas dan pingsan di kamar mandi itu, saya semakin sadar bahwa ada dugaan dan curiga bahwa BA mau membunuh saya hari itu," klaimnya.
Selang beberapa saat, LPH mengaku kembali sadar dan terbangun dari kamar mandi dengan mendapati BA tidak ada di kamar hotel. Kemudian ia menghubungi BA untuk datang ke kamar hotel dan memberitahukan BA anak yang sebelumnya lahir dan menangis itu telah meninggal.
"Saya bertanya mengapa meninggalkan saya, namun B ketika datang kembali ke kamar hotel sudah membawa cangkul, tissue, dan semua perlengkapan kain kafan," tambah.
Atas pengakuan kronologi tersebut, IDN Times telah menghubungi PLH untuk menanyakan lebih rinci ihwal proses persalinan anaknya tersebut, meski demikian tak memperoleh jawab atau keterangan secara terperinci. "Kejadian di hotel itu jelas adalah peristiwa melahirkan bukan aborsi, karena berikut ari-ari bayi itu semua keluar, termasuk si anak ketika lahir menangis sangat kuat," sebut PLH.