Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jalan Rusak di Lampung Akan Diperbaiki Mulai April 2026
Ilustrasi jalan rusak (IDN Times/Patiar Manurung)
  • Pemerintah Provinsi Lampung akan memulai proyek perbaikan jalan pada April 2026 dengan 62 paket pekerjaan, mencakup pelebaran, preservasi, dan rekonstruksi di berbagai wilayah prioritas.
  • Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, dan Lampung Selatan menjadi fokus awal perbaikan untuk meningkatkan konektivitas serta mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
  • Lampung Tengah mendapat porsi proyek terbesar disusul Way Kanan, Tanggamus, hingga Tulang Bawang yang turut diperbaiki demi pemerataan infrastruktur dan peningkatan akses wisata serta ekonomi daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Kabar baik untuk masyarakat Lampung akhirnya datang. Setelah bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat, kondisi jalan rusak di berbagai wilayah Lampung yang kerap viral di media sosial kini mulai mendapat penanganan serius. Pemerintah provinsi (Pemprov) memastikan perbaikan akan dimulai pada April 2026 melalui skema cluster prioritas menyasar titik-titik paling mendesak.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 62 paket proyek telah disiapkan, dengan 29 paket di antaranya akan langsung dikerjakan pada tahap awal. Program ini bukan sekadar tambal sulam, melainkan mencakup pelebaran jalan, preservasi, hingga rekonstruksi total. Langkah ini menjadi upaya besar untuk memperbaiki kualitas infrastruktur sekaligus menghapus stigma negatif terhadap kondisi jalan di Lampung yang selama ini kerap disorot publik.

Melalui pendekatan berbasis cluster, pemerintah memetakan wilayah prioritas agar pengerjaan lebih terarah dan berdampak langsung pada mobilitas masyarakat. Lalu, daerah mana saja yang akan lebih dulu merasakan perbaikan? Berikut ini IDN Times akan memberikan informasi selengkapnya seputar ruas jalan yang masuk dalam skala prioritas perbaikan.

1. Bandar Lampung dan Pesawaran jadi gerbang awal perubahan

Ilustrasi jalan rusak.(IDN Times/Patiar Manurung)

Sebagai pusat aktivitas dan pintu gerbang mobilitas di Lampung, Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pesawaran menjadi titik awal pelaksanaan proyek ini. Wajar saja, kedua wilayah ini memiliki tingkat lalu lintas tinggi sehingga kondisi jalan sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan keseharian warga.

Di Bandar Lampung, pelebaran Jalan R.E Martadinata sepanjang 3,2 kilometer akan dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang selama ini kerap terjadi. Perbaikan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jalan sekaligus memberi kenyamanan lebih bagi pengguna jalan.

Sementara itu di Pesawaran, penanganan dilakukan lebih menyeluruh. Selain pelebaran ruas Lempasing hingga Padang Cermin sepanjang 2,5 kilometer, pemerintah juga akan melakukan rekonstruksi pada ruas Branti–Gedong Tataan sepanjang 0,6 kilometer. Tak berhenti di situ, rehabilitasi juga dilakukan pada ruas Gedong Tataan–Kedondong dan Kedondong–Pardasuka masing-masing sepanjang 0,7 kilometer.

2. Pringsewu dan Lampung Selatan digenjot untuk akses lebih lancar

Ilustrasi jalan rusak dan berlubang. (Dahrul Amri/IDN Times Sulsel)

Beranjak ke wilayah lain, Kabupaten Pringsewu dan Lampung Selatan juga menjadi fokus penting dalam tahap awal perbaikan. Kedua daerah ini memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung antarwilayah sekaligus penopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Di Pringsewu, preservasi jalan pada ruas Kalirejo–Pringsewu sepanjang 2,5 kilometer menjadi prioritas untuk menjaga kualitas jalan tetap optimal. Selain itu, rekonstruksi ruas Pringsewu–Pardasuka sepanjang 0,6 kilometer dilakukan guna memperbaiki titik-titik yang sudah mengalami kerusakan cukup parah.

Sementara di Lampung Selatan, proyek dikerjakan tergolong besar dan berdampak luas. Pelebaran jalan dari Simpang Korpri hingga Purwotani sepanjang 10 kilometer menjadi salah satu pekerjaan utama dan diyakini akan meningkatkan kelancaran arus kendaraan.

Tak hanya itu, rekonstruksi ruas Kalianda–Kunyir–Gayam sepanjang 0,6 kilometer juga akan dilakukan. Dengan perbaikan ini, akses menuju kawasan pesisir hingga jalur wisata di Lampung Selatan diharapkan menjadi lebih nyaman dan aman dilalui.

3. Lampung Tengah jadi wilayah dengan porsi proyek terbesar

ilustrasi jalan rusak (IDN Times/Esti Suryani)

Jika melihat sebaran proyek, Kabupaten Lampung Tengah menjadi salah satu wilayah mendapat perhatian paling besar, terutama dalam pekerjaan preservasi jalan. Hal ini tidak lepas dari luas wilayah dan tingginya mobilitas masyarakat di daerah tersebut.

Sejumlah ruas strategis akan diperbaiki, seperti Bandar Jaya–Simpang Mandala sepanjang 10 kilometer yang menjadi jalur penting aktivitas ekonomi. Selain itu, ruas Wates–Metro sepanjang 1,5 kilometer juga masuk dalam daftar untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Pekerjaan preservasi juga dilakukan pada ruas Kalirejo–Bangunrejo sepanjang 6 kilometer, Padang Ratu–Kalirejo sepanjang 7 kilometer, serta Padang Ratu–Pekurun Udik sepanjang 4 kilometer. Perbaikan ini diharapkan mampu menjaga kualitas jalan tetap prima dan mencegah kerusakan lebih parah di masa mendatang.

Banyaknya ruas ditangani, Lampung Tengah diproyeksikan menjadi salah satu wilayah dengan peningkatan kualitas infrastruktur paling signifikan.

4. Way Kanan dan Tanggamus perkuat jalur penghubung dan wisata

ilustrasi jalan rusak (IDN Times/Esti Suryani)

Selanjutnya, perhatian pemerintah juga mengarah ke wilayah Way Kanan dan Tanggamus yang memiliki peran penting sebagai jalur penghubung sekaligus akses menuju kawasan potensial, termasuk destinasi wisata.

Di Way Kanan, preservasi dilakukan pada ruas Kasui–Air Ringkih sepanjang 5,5 kilometer serta ruas Tegal Mukti–Tajab sepanjang 8,75 kilometer. Selain itu, rekonstruksi ruas Simpang Soponyono–Serupa Indah sepanjang 1 kilometer juga akan dilakukan untuk memperbaiki kualitas jalan yang sudah rusak.

Sementara itu, di Tanggamus, perbaikan jalan tidak hanya bertujuan memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mendukung akses ke destinasi wisata unggulan seperti Teluk Kiluan. Preservasi dilakukan pada ruas Padang Cermin–Simpang Teluk Kiluan serta Simpang Teluk Kiluan–Simpang Umbar sepanjang 2,5 kilometer.

Tak hanya itu, ruas Simpang Umbar–Putih Doh juga akan diperbaiki sepanjang 2,5 kilometer. Untuk penanganan lebih intensif, rekonstruksi dilakukan pada ruas Sukamara–Kuripan sepanjang 1,5 kilometer dan Kuripan–Simpang Kota Agung sepanjang 1,87 kilometer.

5. Lampung Barat, Tulang Bawang, hingga Tulang Bawang Barat tak luput dari perbaikan

ilustrasi jalan rusak (IDN Times/Esti Suryani)

Pemerataan pembangunan juga terlihat dari masuknya wilayah Lampung Barat, Tulang Bawang, hingga Tulang Bawang Barat dalam daftar prioritas. Meski tidak sebesar wilayah lain, perbaikan di daerah ini tetap memiliki dampak penting bagi masyarakat setempat. Di Lampung Barat, preservasi dilakukan pada ruas Suoh–Simpang Blok 9 sepanjang 4 kilometer. Ruas ini menjadi jalur vital bagi mobilitas warga di wilayah tersebut.

Sementara itu, di Kabupaten Tulang Bawang, preservasi dilakukan pada ruas Gedong Aji–Umbul Mesir dengan panjang masing-masing 7 kilometer dan 6,5 kilometer. Selain itu, rekonstruksi ruas Simpang Unit VIII–Gedong Aji sepanjang 1 kilometer juga akan dilakukan untuk memperbaiki kondisi jalan yang sudah rusak berat. Adapun di Tulang Bawang Barat, rekonstruksi dilakukan pada ruas Bandar Sakti–Simpang Daya Murni sepanjang 0,87 kilometer serta Simpang Daya Murni–Gunung Batin sepanjang 1 kilometer.

Editorial Team