Dua mahasiswa Arsitektur Institut Teknologi Sumatera (Itera) bikin gebrakan di level internasional. Wahyu Sony Ardiyansah dan Muhammad Choir keluar sebagai juara pertama The International Student Design Competition on Low Carbon Cities in Asia yang digelar Asian Institute of Low Carbon Design (AILCD), lembaga berbasis di Kitakyushu, Jepang.
Di ajang itu, mereka tak cuma bersaing, tapi juga menyalip tim dari Zhejiang University, Tiongkok, posisi juara dua dan tiga. Lewat karya berjudul “Anti Deco: A City That Exists in Time, Not in Space”. Keduanya menawarkan konsep kota terapung adaptif sebagai respons atas krisis iklim dan ancaman kenaikan muka air laut.
Tema yang diangkat bukan kaleng-kaleng. Itu lantaran, peserta diminta membayangkan wajah Kota Kitakyushu 100 tahun ke depan dengan pendekatan kota rendah karbon.
“Kami mulai dari data. Kami pelajari proyeksi perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut. Lalu kami bikin skenario ekstrem untuk tahun 2125. Bukan buat nakut-nakutin, tapi buat realistis," kata Wahyu, Rabu (4/3/2026).
