Kecelakaan Kapal KM Arof di Lamtim, ABK Tewas dan Nahkoda Masih Dicari

- Seorang ABK bernama Suarna ditemukan meninggal dunia di pesisir Way Kambas setelah kapal KM Arof tenggelam di perairan Muara Kuala Penet, Lampung Timur.
- Tim SAR gabungan memperluas area pencarian dengan membagi sektor penyisiran sesuai arus laut dan kondisi cuaca untuk mempercepat proses evakuasi korban.
- Satu korban lain, nahkoda bernama Tarno, masih dalam pencarian dengan melibatkan Basarnas, TNI AL, Polairud, Bakamla, BPBD, serta nelayan setempat.
Lampung Timur, IDN Times - Seorang nelayan korban kecelakaan kapal motor (KM) Arof tenggelam di perairan Muara Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) ditemukan tim SAR gabungan meninggal dunia di sekitar pesisir Way Kambas.
Korban bernama Suarna (45) warga Cirebon, Jawa Barat. Ia merupakan salah satu anak buah kapal (ABK) sebelumnya dilaporkan hilang, setelah kapal ditumpanginya mengalami kecelakaan di perairan setempat.
"Benar, korba telah dievakuasi dan langsung dibawa menuju Puskesmas Labuhan Maringgai," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung, Deden Ridwansyah dikonfirmasi.
1. Ditemukan berkat informasi nelayan

Deden mengungkapkan, penemuan korban tersebut berawal dari laporan nelayan menemukan sesosok jasad dalam kondisi mengapung di sekitar perairan dekat Pantai Way Kambas, Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.
Menerima informasi tersebut, tim SAR langsung melakukan verifikasi dan penyisiran lanjutan hingga akhirnya korban berhasil ditemukan dan dievakuasi sekitar pukul 09.00 WIB.
"Alhamdulillah, proses evakuasi berlangsung lancar, meski tim sempat menghadapi kondisi perairan yang cukup menantang selama operasi berlangsung," katanya.
2. Operasi pencarian diperluas

Dalam operasi pencarian memasuki hari ketiga pascainsiden kecelakaan laut tersebut, Deden melanjutkan, tim SAR gabungan memperluas area penyisiran dengan membagi personel ke sejumlah sektor, terutama area diperkirakan menjadi jalur pergerakan korban mengikuti arus laut.
"Tim di lapangan bekerja dengan pola penyisiran yang disesuaikan dengan arah arus dan kondisi cuaca. Ini sangat membantu mempersempit area pencarian," ujarnya.
3. Satu korban masih dicari

Basarnas Lampung memastikan operasi SAR masih terus dilanjutkan untuk mencari satu korban lainnya yang hingga kini belum ditemukan, yakni Tarno (50) merupakan nahkoda KM Arof.
Dalam proses pencarian tersebut, Basarnas melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, mulai dari TNI AL, Polairud, Bakamla, BPBD, hingga nelayan setempat yang turut memberikan informasi di lapangan.
"Sinergi semua unsur sangat menentukan dalam operasi ini. Informasi dari nelayan menjadi titik penting yang mengarah pada ditemukannya korban," imbuh Deden.


















