Kisah Mural Anak dan Istri Bripka Arya Supena, Polisi Ditembak Begal

- Sebuah mural bergambar istri dan anak Bripka Arya Supena dibuat di Jalan ZA Pagar Alam, Bandar Lampung, sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanannya saat gugur bertugas.
- Komunitas Nusantara Art Project Lampung menciptakan mural tersebut untuk mengenang keberanian Bripka Arya sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap keamanan lingkungan sekitar.
- Mural ini juga menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja, serta menegaskan pentingnya kewaspadaan dan pelaporan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang.
Bandar Lampung, IDN Times - Mural bergambar istri dan anak almarhum Anumerta Bripka Anumerta Arya Supena menghiasi dinding di kawasan Jalan ZA Pagar Alam, Bandar Lampung. Karya seni itu dibuat sebagai bentuk penghormatan, sekaligus ungkapan simpati atas gugurnya anggota intelijen Polda Lampung tersebut saat menjalankan tugas.
Mural tersebut dibuat sejumlah anak muda tergabung dalam komunitas Nusantara Art Project Lampung. Menariknya, lukisan itu dibuat tepat di lokasi tempat Bripka Arya Supena menjadi korban penembakan oleh pelaku begal saat melakukan upaya penindakan kejahatan.
Bukan sekadar karya seni jalanan, mural itu menyimpan pesan emosional yang kuat. Sosok istri dan anak yang ditinggalkan menjadi pengingat tentang pengorbanan Bripka Arya dalam menjaga keamanan masyarakat.
1. Kenang keberanian Bripka Arya

Anggota Nusantara Art Project Lampung, Edi Bob, mengatakan mural tersebut dibuat untuk mengenang keberanian Bripka Arya Supena yang gugur saat bertugas. Menurutnya, sosok almarhum layak dikenang sebagai figur berjuang melawan tindak kejahatan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.
"Kami ingin mengenang sosok Bripka Arya Supena sebagai pahlawan yang berani melawan pelaku kejahatan. Melalui mural ini, kami berharap masyarakat tidak melupakan pengorbanan beliau," ujar Edi dimintai keterangan, Rabu (17/6/2026).
2. Ditujukan beri pesan moral

Selain bentuk penghormatan, Edi melanjutkan, keberadaan mural tersebut juga membawa pesan moral bagi warga, khususnya di Kota Bandar Lampung.
Pasalnya, komunitas tersebut sengaja mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal.
"Pesan yang ingin kami sampaikan adalah agar masyarakat tetap waspada terhadap tindak kejahatan dan segera melapor kepada pihak berwenang, jika menemukan hal-hal yang mencurigakan," katanya.
3. Ingatkan kejahatan bisa terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja

Edi menjelaskan, kejahatan bisa terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak ragu melapor kepada aparat apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Oleh karenanya, keberadaan mural tersebut kini menjadi perhatian warga yang melintas di lokasi. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perkotaan, gambar itu disebut menjadi pengingat di balik peristiwa kriminal ada keluarga yang harus menanggung kehilangan.
"Ini buat pesan sekaligus pengingat bersama, anggota polisi juga punya keluarga dan ada pengorbanan yang tidak boleh dilupakan di balik itu semua," imbuhnya.


















