Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ironi Digital! 5 Daerah Lampung Sinyal Jaringan Provider Masih Lemah

Ironi Digital! 5 Daerah Lampung Sinyal Jaringan Provider Masih Lemah
ilustrasi tower jaringan seluler (freepik.com/jeswin)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Berdasarkan data BPS, dari 2.654 desa di Lampung, masih ada 165 desa dengan sinyal lemah, menunjukkan pemerataan infrastruktur digital belum sepenuhnya optimal.
  • Lima daerah dengan desa bersinyal lemah terbanyak adalah Tanggamus (49 desa), Lampung Utara (37), Way Kanan (21), Pesisir Barat (17), dan Lampung Barat (6).
  • Kondisi geografis seperti pegunungan dan pesisir menjadi tantangan utama pembangunan jaringan, sehingga diperlukan kolaborasi pemerintah dan penyedia layanan untuk mempercepat pemerataan konektivitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung IDN Times - Di era serba digital seperti sekarang, kualitas sinyal jaringan telekomunikasi provider seluler bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Mulai dari komunikasi, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga peluang ekonomi digital, semuanya sangat bergantung pada konektivitas stabil.

Tak heran jika kekuatan sinyal kini juga menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kemajuan infrastruktur suatu daerah.

Di Provinsi Lampung, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dari total sekitar 2.654 desa tersebar di seluruh wilayah, masih terdapat 165 desa dengan kualitas sinyal lemah. Angka ini menunjukkan pemerataan pembangunan infrastruktur jaringan belum sepenuhnya optimal dan masih menyisakan kesenjangan, terutama di wilayah dengan kondisi geografis menantang.

Lalu, daerah mana saja yang memiliki jumlah desa terbanyak dengan kualitas sinyal jaringan yang lemah? Berikut IDN Times akan memberikan informasi 5 daerah di Lampung dengan jumlah desa terbanyak dengan kualitas sinyal jaringan telekomunikasi yang lemah.

1. Kabupaten Lampung Barat

Kabel jaringan pada panel server di pusat data
Ilustrasi jaringan server dan kabel data yang mendukung proses pertukaran informasi di internet. (Pexels/Brett Sayles)

Kabupaten Lampung Barat memiliki luas wilayah sekitar 2.142 km² dengan kondisi geografis didominasi oleh dataran tinggi dan pegunungan. Wilayah ini juga mencakup sebagian kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sehingga menjadikannya memiliki bentang alam cukup menantang.

Dari total 136 desa, tercatat 36 desa memiliki sinyal sangat kuat dan 94 desa memiliki sinyal kuat. Sementara itu, masih terdapat 6 desa dengan kualitas sinyal lemah. Jumlah ini menempatkan Lampung Barat di posisi kelima dalam daftar ini.

Meski jumlah desa dengan sinyal lemah relatif lebih sedikit dibanding daerah lain, pemerataan jaringan tetap menjadi hal penting. Akses komunikasi merata akan membantu meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas peluang usaha, serta mendukung keterbukaan informasi di tengah masyarakat.

2. Kabupaten Pesisir Barat

ilustrasi jaringan 5G
ilustrasi jaringan 5G (unsplash.com/Frederik Lipfert)

Kabupaten Pesisir Barat memiliki luas wilayah sekitar 2.907 km² dengan karakteristik utama berupa garis pantai panjang di sepanjang Samudra Hindia serta wilayah perbukitan di bagian dalam. Kondisi geografis ini menjadi salah satu faktor paling memengaruhi pembangunan infrastruktur jaringan.

Dari total 121 desa yang ada, sebanyak 25 desa memiliki sinyal sangat kuat, 79 desa memiliki sinyal kuat, dan terdapat 17 desa dengan kualitas sinyal lemah. Angka ini menempatkan Pesisir Barat di posisi keempat.

Keterbatasan jaringan di wilayah pesisir dan perbukitan dapat berdampak pada berbagai sektor, termasuk pariwisata yang menjadi salah satu potensi unggulan daerah ini. Dengan konektivitas lebih baik, promosi wisata, transaksi digital, hingga akses informasi bagi masyarakat dan wisatawan dapat meningkat secara signifikan.

3. Kabupaten Way Kanan

Ilustrasi digital bola dunia di malam hari dengan garis-garis abstrak bercahaya yang melambangkan kecerdasan buatan dan data.
Ilustrasi jaringan konektivitas global dan kecerdasan buatan di seluruh dunia. (unsplash.com/Google DeepMind)

Kabupaten Way Kanan memiliki luas wilayah sekitar 3.921 km² dengan kondisi geografis didominasi oleh dataran tinggi, perbukitan, serta kawasan hutan. Letak beberapa desa cukup terpencil menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur jaringan.

Dari total 227 desa yang ada, tercatat 27 desa memiliki sinyal sangat kuat dan 179 desa memiliki sinyal kuat. Namun, masih terdapat 21 desa dengan kualitas sinyal lemah. Jumlah tersebut menempatkan Way Kanan di posisi ketiga.

Kondisi ini menunjukkan meskipun sebagian besar wilayah sudah memiliki akses sinyal cukup baik, masih ada sejumlah desa perlu mendapat perhatian lebih. Ketersediaan jaringan stabil sangat penting untuk membuka akses informasi lebih luas, meningkatkan literasi digital, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.

4. Kabupaten Lampung Utara

Jaringan internet
ilustrasi jaringan internet (pexels.com/Pixabay)

Kabupaten Lampung Utara memiliki luas wilayah sekitar 2.725 km² dengan kondisi geografis berupa dataran rendah hingga perbukitan. Wilayah ini juga dikenal memiliki kawasan perkebunan dan pertanian cukup luas, dengan persebaran permukiman tidak merata.

Dari total 247 desa di Lampung Utara, sebanyak 36 desa memiliki sinyal sangat kuat, 174 desa memiliki sinyal kuat, dan masih terdapat 37 desa dengan kualitas sinyal lemah. Angka ini menempatkan Lampung Utara di posisi kedua sebagai daerah dengan desa bersinyal lemah terbanyak di provinsi ini.

Keterbatasan jaringan di sejumlah desa menjadi hambatan dalam mengakses berbagai layanan berbasis digital, termasuk pendidikan daring dan informasi publik. Padahal, di era keterbukaan informasi, akses internet memadai sangat penting untuk meningkatkan daya saing masyarakat serta mempercepat transformasi digital di tingkat lokal.

5. Kabupaten Tanggamus

ilustrasi jaringan 5G
ilustrasi jaringan 5G (unsplash.com/Frederik Lipfert)

Kabupaten Tanggamus memiliki luas wilayah sekitar 4.654 km² dengan karakteristik geografis cukup beragam, mulai dari wilayah pesisir, dataran rendah, hingga kawasan pegunungan dan perbukitan merupakan bagian dari rangkaian Bukit Barisan. Kondisi alam cukup kompleks ini membuat pembangunan infrastruktur, termasuk jaringan telekomunikasi, membutuhkan upaya ekstra.

Dari total 302 desa yang ada di Tanggamus, sebanyak 72 desa tercatat memiliki sinyal sangat kuat dan 181 desa memiliki sinyal kuat. Namun, masih terdapat 49 desa dengan kualitas sinyal lemah.

Jumlah ini menjadikan Tanggamus berada di posisi pertama sebagai daerah dengan desa bersinyal lemah terbanyak di Lampung. Kondisi ini tentu menjadi tantangan serius.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, keterbatasan akses jaringan dapat berdampak pada lambatnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Akses informasi terbatas juga berpotensi memperlebar kesenjangan antarwilayah. Sebab itu, pemerataan jaringan menjadi langkah krusial untuk mendorong kemajuan pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik di wilayah ini.

Secara keseluruhan, masih adanya desa dengan kualitas sinyal lemah di berbagai wilayah Lampung menjadi gambaran pembangunan infrastruktur digital belum sepenuhnya merata. Padahal, di era modern seperti sekarang, konektivitas menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan daerah.

Diperlukan sinergi antara pemerintah, penyedia layanan telekomunikasi, serta berbagai pihak terkait untuk mempercepat pemerataan jaringan hingga ke pelosok desa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More