Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Plastik Naik, Pemprov Lampung Minta Pelaku UMKM Beradaptasi
Nazarudin, pedagang plastik di Pasar Tamin memperlihatkan barang dagangan plastik di lapaknya. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • Pemprov Lampung mendorong UMKM beradaptasi menghadapi lonjakan harga plastik akibat faktor global, khususnya pasokan bahan baku dari Timur Tengah.
  • Pemerintah daerah mengajak pelaku usaha mengeksplorasi bahan alternatif ramah lingkungan dan berinovasi dalam desain serta kemasan agar produk tetap kompetitif.
  • Pemprov optimistis UMKM Lampung mampu bertahan karena karakter fleksibel dan kreatif yang menjadi modal utama menghadapi tantangan ekonomi global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mempercepat adaptasi usaha di tengah kenaikan harga plastik akibat dinamika geopolitik global.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Evie Fatmawaty mengatakan, lonjakan harga plastik tidak terlepas dari pengaruh global, khususnya pasokan bahan baku plastik berupa nafta dari kawasan Timur Tengah.

“Pemerintah daerah sudah memonitoring adanya kenaikan komoditi plastik. Kenaikan ini karena faktor global dunia,” ujarnya, Rabu (8/4/2025).

1. Pemprov dorong transformasi UMKM lebih adaptif

Aktivitas Pasar Tamin, Kota Bandar Lampung, Selasa (7/4/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Menyikapi kondisi ini, Evie menegaskan, kenaikan harga plastik menjadi momentum bagi UMKM untuk melakukan transformasi, khususnya dalam penggunaan bahan baku alternatif.

Menurutnya, Pemprov terus mendorong pelaku usaha agar tidak bergantung pada satu jenis bahan, melainkan mulai mengeksplorasi material lain yang lebih stabil dan berkelanjutan.

“Ini jadi momentum UMKM untuk bertransformasi, tidak hanya bergantung pada plastik. Kalau bisa gunakan bahan semi kertas yang bisa dilebur dan lebih ramah lingkungan. Dampak positifnya, akan muncul inovasi ke bahan nonplastik,” katanya.

2. Penguatan daya saing lewat inovasi produk

Aktivitas Pasar Tamin, Kota Bandar Lampung, Selasa (7/4/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Pemprov Lampung turut mendorong peningkatan daya saing UMKM melalui inovasi desain dan kemasan produk. Langkah ini dinilai penting, agar produk lokal tetap diminati meski terjadi kenaikan biaya produksi.

Evie menyebutkan, inovasi tidak harus mahal, namun harus tepat sasaran dan sesuai kebutuhan pasar. “Yang penting produknya tetap menarik, ramah lingkungan, dan harga masih bisa dijangkau,” katanya.

3. Pemprov Lampung optimistis UMKM Lampung mampu bertahan

Ilustrasi produk UMKM Lampung. (Dok. IDN Times)

Di tengah kondisi ini, Evie menambahkan, Pemprov Lampung optimistis pelaku UMKM di daerah setempat memiliki kemampuan untuk beradaptasi di tengah tantangan global, termasuk fluktuasi harga bahan baku.

Pasalnya, ia menilai karakter UMKM yang fleksibel menjadi modal utama untuk bertahan dan bahkan berkembang di situasi sulit.

“UMKM kita sudah terbiasa menghadapi berbagai kondisi. Saya yakin UMKM kita kreatif dan bisa mencari jalan keluar,” imbuhnya.

Editorial Team