Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Modus Open BO MiChat, Pria di Tulang Bawang Malah Diperas Rp3,5 Juta

Modus Open BO MiChat, Pria di Tulang Bawang Malah Diperas Rp3,5 Juta
Ilustrasi kencan online (pexels.com/cottonbro studio)
Intinya Sih
  • Seorang pria di Tulang Bawang diperas Rp3,5 juta setelah dijebak lewat aplikasi MiChat dan digerebek sekelompok pria saat bertemu perempuan di rumah kos.
  • Korban dipaksa menyerahkan uang tunai serta mentransfer seluruh saldo rekening digitalnya setelah diancam akan diarak keliling kampung bila menolak permintaan pelaku.
  • Polisi menangkap dua pelaku berusia 23 tahun beserta barang bukti uang dan ponsel, sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran untuk pengembangan kasus pemerasan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tulang Bawang, IDN Times - Seorang pria di Kabupaten Tulang Bawang menjadi korban dugaan pemerasan setelah memesan perempuan melalui aplikasi kencan online MiChat. Korban dipaksa menyerahkan uang sekitar Rp3,5 juta pascadigerebek sekelompok pria saat berada di rumah kos.

Kasatreskrim Polres Tulang Bawang, AKP Apfryyadi Pratama membenarkan ihwal pengungkapan kasus tersebut. Kasus kini ditangani jajaran Polsek Banjar Agung tersebut telah menangkap dua pelaku diduga terlibat dalam aksi pemerasan.

"Ya, benar dua orang pelaku berikut barang bukti telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut," ujarnya dikonfirmasi, Selasa (7/7/2026).

1. Dijebak usai janjian lewat MiChat

IMG_20260707_101015.jpg
Pelaku Ahmad Aunulloh dan Santa Tantowi telah ditangkap dan ditahan aparat polisi. (Dok. Polres Tulang Bawang).

Apfryyadi menjelaskan, peristiwa bermula, Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, korban mengaku membuka aplikasi MiChat dan berkomunikasi dengan seorang perempuan mengaku bernama Tata.

Setelah mencapai kesepakatan, korban akhirnya memutuskan mendatangi rumah kos di Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang.

"Baru sekitar 30 detik setelah korban masuk ke kamar, empat pria tiba-tiba membuka pintu dan memergoki korban bersama perempuan tersebut," ungkapnya.

2. Korban dipaksa transfer seluruh saldo rekening

IMG_20260707_101005.jpg
Barang bukti kejahatan pelaku Ahmad Aunulloh dan Santa Tantowi. (Dok. Polres Tulang Bawang).

Keempat pria itu kemudian menuduh korban berbuat mesum dan menanyakan kesediaannya untuk menikahi perempuan tersebut. Saat korban menolak, para pelaku mengancam akan mengarak korban keliling kampung bila tidak menyerahkan sejumlah uang.

Alhasil, para pelaku meminta korban membeli 50 sak semen dan 10 kaleng cat dengan total nilai Rp4.775.000 sebagai dalih uang damai untuk pembangunan lingkungan setempat.

"Korban ini mengaku tidak sanggup dan bernegosiasi hingga nominal tersebut turun menjadi Rp2,5 juta," ucap Apfryyadi.

Tak berhenti di situ, para pelaku juga memeriksa saldo rekening digital milik korban, termasuk GoPay dan SeaBank. Kemudian korban dipaksa mentransfer seluruh dana yang dimiliki melalui pembayaran QRIS.

"Akibat kejadian tersebut, korban total mengalami kerugian sekitar 3,5 juta sebelum akhirnya melaporkan peristiwa itu ke kami," lanjut Apfryyadi.

3. Dua pelaku ditangkap, dua lagi masih diburu

Ilustrasi DPO. DN Times/M Shakti
Ilustrasi DPO. DN Times/M Shakti

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menangkap pelaku pertama, Ahmad Aunulloh (23).di Kampung Suka Maju, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 21.30 WIB

Dari hasil pengembangan, polisi kembali menangkap Santa Tantowi (23) di Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung. Hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengakui perbuatannya telah memeras korban.

Selain kedua pelaku, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp3,5 juta yang diduga hasil pemerasan, serta satu unit telepon seluler Oppo A18 warna biru.

"Kedua pelaku diamankan atas dugaan tindak pidana pemerasan dan ancaman kekerasan. Kami masih mendalami peran masing-masing pelaku, serta memburu dua orang lainnya yang diduga ikut terlibat dalam aksi pemerasan tersebut," imbuh Apfryyadi.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Lampung

See More