Cara ITERA Terbuka Informasi Publik, Gandeng KI Lampung

Bandar Lampung, IDN Times - Institut Teknologi Sumatera (ITERA) berkomitmen menjadi kampus melaksanakan keterbukaan informasi publik sesuai amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008. Bahkan, tahun lalu, ITERA meraih predikat sebagai PTN menuju informatif dari KI Pusat lho.
Prof Sukrasno selaku Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan mengatakan, ITERA mencoba membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya melakukan MoU dengan Komisi Informasi Provinsi Lampung.
"Ini untuk menebarkan semangat transparansi di dunia perguruan tinggi dan Provinsi Lampung,” kata Sukarso saat webinar tentang Pentingnya Keterbukaan Informasi Publik di Masa Pandemik, Kamis (2/9/2021).
1. Mencetak SDM berkualitas

Penandatanganan MoU dilakukan secara simbolis oleh Ketua KI Lampung Ahmad Alwi Siregar dan dari ITERA diwakili oleh Prof Sukarso selaku PPID Pelaksana. Moment tanda tangan disaksikan langsung oleh Komisioner Komisi Informasi Pusat, Arif Adi Kuswardono.
Komisioner KI Pusat Bidang Penyelesaian Sengketa, Arif Adi Kuswardono mengapresiasi, dan menilai ITERA memiliki semangat tinggi dalam hal keterbukaan informasi. Menurutnya itu berdampak dalam mencetak SDM berkualitas untuk Pulau Sumatera.
2. Manajemen informasi harus dibangun dengan tepat

Dari kolaborasi yang dibangun ITERA dan KI Lampung, Arif berharap kampus ITERA dapat merespons cepat dan tepat kebutuhan informasi publik para stakeholdernya, terutama di masa pandemik COVID-19.
Arif menyebut, publik memiliki hak mendapatkan informasi baik secara lisan atau tulisan untuk menanggulangi sebuah masalah kedaruratan yang terjadi, seperti pandemik COVID-19.
"Situasi pandemik yang membuat sistem perkuliahan berubah, juga perlu direspons dengan membangun sistem manajemen informasi yang tepat," terang Arif.
3. ITERA harus berinteraksi digital secara masif

Dalam Webinar yang dipandu mahasiswa berprestasi ITERA Fitria Alya Sari, Ketua KI Lampung, Ahmad Alwi Siregar, mengatakan, sebagai kampus yang mengemban tri dharma perguruan tinggi, ITERA sangat relevan untuk penyampaian informasi dan edukasi pada masyarakat di masa pandemik COVID-19. Sebab itu, Alwi menilai kampus memiliki tantangan sangat dinamis.
“ITERA harus bisa mengedukasi dan memberikan interaksi digital secara masif kepada stakeholder. Harapannya ITERA dapat menjadi lokomotif bagi badan publik yang mampu memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Alwi.
4. Layanan informasi publik harus berkualitas

Menurut Alwi, Kampus ITERA juga diharapkan memiliki terobosan baru dan berbagai inovasi dan teknologi untuk mengakselerasi peningkatan keterbukaan publik agar layanan informasi publik semakin berkualitas.
Sebagai pelaksana keterbukaan informasi, PPID ITERA juga didorong untuk memiliki komitmen yang tinggi didalam memberikan pelayanan informasi yang baik terkait anggaran, SDM petugas informasi, maklumat pelayanan, dan stand operasional prosedur pelayanan.


















