Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Avtur Naik, Kemenhaj Lampung Sebut Belum Ada Penambahan Biaya Haji

Avtur Naik, Kemenhaj Lampung Sebut Belum Ada Penambahan Biaya Haji
Rombongan jemaah haji 2024 asal Lampung bergerak meninggal Asrama Haji Lampung. (Dok. Kanwil Kemenag Lampung).
Intinya Sih
  • Kemenhaj Lampung menegaskan belum ada penambahan biaya haji meski harga avtur naik, karena Bipih sudah ditetapkan bersama pemerintah pusat.
  • Jadwal keberangkatan jemaah haji asal Lampung tetap sesuai rencana tanpa perubahan, meski situasi geopolitik dan isu kenaikan avtur mencuat.
  • Calon jemaah haji diminta tetap tenang serta menunggu informasi resmi dari pemerintah terkait kemungkinan perubahan biaya atau kebijakan keberangkatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times – Isu potensi kenaikan biaya penerbangan dipicu lonjakan harga avtur disebut-sebut dapat berdampak terhadap biaya keberangkatan jemaah haji 2026/1447. Termasuk calon jemaah haji (CJH) asal Provinsi Lampung.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Lampung, M Ansori mengatakan, pihaknya hingga kini belum menerima informasi resmi ihwal kebijakan penyesuaian atau penambahan biaya dibebankan kepada jemaah.

“Kalau terkait avtur, memang bisa saja ada kenaikan (operasional penerbangan), tapi itu ranahnya maskapai. Kalau kami, yang penting jemaah bisa berangkat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).

1. Bipih sudah ditetapkan, belum ada penambahan biaya

Rombongan jemaah haji Kloter 45 JKG asal Lampung bergerak meninggal Asrama Haji Lampung. (Dok. Kanwil Kemenag Lampung).
Rombongan jemaah haji 2024 asal Lampung bergerak meninggal Asrama Haji Lampung. (Dok. Kanwil Kemenag Lampung).

Ansori menjelaskan, biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) bagi jemaah seluruh Indonesia, termasuk asal Lampung telah ditetapkan bersama pemerintah pusat, sehingga sejauh ini tidak ada perubahan atau tambahan biaya harus ditanggung oleh jemaah.

Namun, bila terjadi kenaikan biaya operasional penerbangan akibat lonjakan harga avtur, kondisi itu kemungkinan akan dibahas dan dinegosiasikan antara pemerintah pusat dengan pihak maskapai.

“Kalau ada kenaikan, biasanya pemerintah dengan maskapai akan bernegosiasi. Itu kontraknya di pusat, jadi kami di daerah menunggu informasi lebih lanjut,” katanya.

2. Jadwal keberangkatan masih sesuai rencana

Kedatangan 393 jemaah calon haji kelompok terbang (Kloter) 38 JKG asal Kota Bandar Lampung ke Asrama Haji Lampung. (Dok. Kanwil Kemenag Lampung).
Kedatangan jemaah calon haji kelompok terbang (Kloter) 2025 asal Kota Bandar Lampung ke Asrama Haji Lampung. (Dok. Kanwil Kemenag Lampung).

Di tengah isu kenaikan bahan bakar pesawat tersebut, Ansori memastikan jadwal keberangkatan jemaah haji Lampung masih berjalan sesuai rencana dan belum ada mengalami perubahan.

Selain itu, hingga saat ini belum ada arahan atau kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi maupun pemerintah Indonesia terkait penundaan atau pembatalan keberangkatan, meski situasi geopolitik di Timur Tengah melibatkan Amerika Serikat-Israel dengan Iran tengah menjadi sorotan.

“Insyaallah masih on schedule. Secara nasional, jemaah mulai masuk asrama tanggal 11. Untuk Lampung, direncanakan masuk asrama pada 25 April ini," ucap dia.

3. Jemaah diminta tetap tenang

IMG_20250707_105446.jpg
Kepulangan rombongan jemaat kloter 56 JKT tiba di Asrama Haji Lampung. (DOK. Kanwil Kemenag Lampung).

Sejalan dengan serangkaian isu terkait jelang keberangkatan jemaah hari tersebut, Ansori turut mengimbau seluruh calon jemaah haji asal Lampung untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan informasi belum jelas kebenarannya.

Pasalnya, ia memastikan setiap informasi resmi dari pemerintah pusat akan segera disampaikan dan disosialisasikan kepada calon jemaah Provinsi Lampung.

“Kalau ada perkembangan, pasti kami sampaikan. Tapi sampai sekarang belum ada informasi jemaah harus menambah biaya. Mudah-mudahan tidak ada,” imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More