Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Pemudik Motor Dominan di Bakauheni

Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Pemudik Motor Dominan di Bakauheni
Antrean para pemudik motor di Pelabuhan Bakauheni. (IDN Times/Muhaimin)
Intinya Sih
Timeline
Gini Kak
  • Pemudik sepeda motor mendominasi arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni dengan total 88.318 unit menyeberang selama periode H-10 hingga H+7.
  • Puncak arus balik terjadi pada H+3 dengan 18.137 kendaraan roda dua, diantisipasi lewat jalur khusus, buffer zone, dan pengaturan bertahap agar pelabuhan tetap lancar.
  • Petugas menyiapkan jalur khusus bagi pemudik roda dua yang membawa balita serta terus mengimbau keselamatan untuk menjaga kenyamanan dan kelancaran penyeberangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lampung Selatan, IDN Times - Pemudik mengendarai sepeda motor salah satu faktor dominan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan. Berdasarkan data Operasi OKK 2026, total kendaraan roda dua menyeberang tercatat mencapai 88.318 unit selama periode H-10 hingga H+7.

Tren pergerakan menunjukkan peningkatan bertahap menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Pada H-10 (11 Maret 2026), jumlah kendaraan roda dua masih berada di angka 418 unit. Kemudian meningkat signifikan hingga mencapai 991 unit pada H-2.

Puncak arus mudik terjadi pada H-3 (18 Maret 2026) dengan jumlah 978 unit, sebelum akhirnya sedikit menurun saat mendekati Hari H. Memasuki Hari H Lebaran (21 Maret 2026), jumlah kendaraan roda dua tercatat 1.673 unit, menandai peralihan dari fase mudik menuju arus balik.

1. H+3 puncak roda dua di Bakauheni

IMG-20260327-WA0029.jpg
Area tunggu pemudik motor di Pelabuhan Bakauheni. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Lonjakan paling signifikan justru terjadi pada periode arus balik. Pada H+1 (22 Maret 2026), jumlah kendaraan roda dua melonjak tajam menjadi 5.248 unit. Lalu terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada H+3 (24 Maret 2026) dengan angka 18.137 unit.

Setelah itu, volume kendaraan roda dua mulai menurun secara bertahap, namun tetap berada pada angka tinggi hingga H+7. Kabag Ops Polres Lampung Selatan, Kompol Deprison, mengatakan bahwa lonjakan kendaraan roda dua ini telah diantisipasi melalui skema pengaturan khusus.

“Kendaraan roda dua menjadi yang paling dominan, terutama saat arus balik. Kami telah menyiapkan jalur khusus, buffer zone, serta pengaturan bertahap agar tidak terjadi penumpukan di pelabuhan,” ujarnya.

2. Ada jalur khusus balita

IMG-20260325-WA0030.jpg
Pemudik sepeda motor yang berada di Pelabuhan Bakauheni. (IDN Times/Muhaimin)

Deprison menjelaskan, karakteristik pemudik roda dua yang cenderung masif dan fleksibel membutuhkan pendekatan pengelolaan yang lebih detail dibandingkan kendaraan lainnya.

Sebagai bentuk pelayanan, petugas juga menyiapkan jalur khusus roda dua bagi pemudik yang membawa balita. Jalur ini dirancang lebih nyaman dan terpantau, sehingga keluarga tidak terlalu lama berada dalam antrean padat.

“Jalur khusus balita ini merupakan bentuk pelayanan humanis. Kami ingin memastikan anak-anak tetap aman dan nyaman selama proses antrean hingga penyeberangan,” kata Deprison.

3. Pengelolaan arus roda dua faktor kunci jaga kelancaran penyeberangan di Bakauheni

IMG-20260325-WA0048.jpg
Antrean pemudik sepeda motor di Pelabuhan Bakauheni Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Di jalur khusus balita, personel aktif membantu pengaturan antrean, memberikan prioritas kepada keluarga, serta memastikan kondisi pemudik tetap terkendali.

Deprison menyatakan, imbauan keselamatan juga terus disampaikan kepada pengendara roda dua. Termasuk penggunaan helm, menjaga jarak, serta beristirahat di rest area apabila mengalami kelelahan.

Dengan total lebih dari 88 ribu kendaraan roda dua yang melintas, pengelolaan arus roda dua menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More