Ada 104 Kasus Campak di Balam, Didominasi Anak Tidak Imunisasi

- Dinas Kesehatan Bandar Lampung mencatat 104 kasus suspek campak, mayoritas dialami anak yang belum menerima imunisasi sama sekali.
- Total laporan mencapai 169 kasus suspek dari puskesmas dan rumah sakit, dengan sebagian sampel masih menunggu hasil laboratorium di Palembang.
- Dinkes menegaskan imunisasi campak efektif hingga 97 persen dan terus menggencarkan edukasi serta strategi jemput bola untuk meningkatkan cakupan vaksinasi.
Bandar Lampung, IDN Times – Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mencatat sebanyak 104 suspek campak di Kota Tapis Berseri didominasi anak yang belum mendapatkan imunisasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan, data ini menunjukkan kuatnya kaitan antara rendahnya cakupan imunisasi dengan munculnya kasus campak.
“Persentase terbesar itu karena mereka tidak imunisasi. Tetapi kalau yang lengkap, jumlahnya kecil,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Selain 104 kasus pada anak tanpa imunisasi, Dinkes juga mencatat 24 kasus pada anak dengan imunisasi tidak lengkap, serta 30 kasus pada anak yang sudah mendapatkan imunisasi lengkap suspek campak.
"Sementara itu, terdapat 11 kasus pada bayi di bawah usia satu tahun yang memang belum menyelesaikan imunisasi," ujar Muhtadi.
1. Lebih dari separuh kasus terjadi pada anak belum imunisasi

Muhtadi menyampaikan, berdasarkan data tersebut lebih dari separuh kasus suspek campak terjadi pada anak yang sama sekali belum mendapatkan vaksin.
"Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok anak dengan imunisasi lengkap," jelasnya.
Temuan ini sekaligus mempertegas pentingnya imunisasi sebagai perlindungan utama terhadap penyakit menular.
2. Total kasus suspek capai ratusan

Muhtadi mengungkapkan, secara keseluruhan, Dinkes mencatat sekitar 51 kasus suspek dari 31 puskesmas.
"Sementara laporan dari rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, mencatat total hingga 169 kasus suspek, meski belum semuanya dipastikan berasal dari warga Bandar Lampung," ungkapnya.
Seluruh kasus tersebut masih berstatus suspek karena harus melalui pemeriksaan laboratorium lanjutan. Sampel bahkan dikirim ke laboratorium rujukan di Palembang.
3. Imunisasi dinilai kunci tekan penyebaran

Muhtadi menegaskan, imunisasi campak menjadi langkah paling efektif dalam menekan penyebaran penyakit. Ia menyebut, vaksin campak memiliki efektivitas hingga 97 persen dalam membentuk kekebalan tubuh.
“Artinya imunisasi campak ini sangat penting sekali untuk mencegah penyakit,” jelasnya.
Untuk mengatasi tingginya kasus, Dinkes mengandalkan peran puskesmas sebagai garda terdepan.
"Edukasi kepada masyarakat terus digencarkan, sekaligus menerapkan strategi jemput bola untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi," tutur Muhtadi.


















