Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

ABK Hilang di Perairan Laut Pesawaran, Tim SAR Perluas Area Pencarian

Kab. Pesawaran
ABK Hilang di Perairan Laut Pesawaran, Tim SAR Perluas Area Pencarian
Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian terhadap korban Radit Setiawan. (Dok. Basarnas Lampung).
Intinya Sih
  • ABK nelayan Radit Setiawan (18) terjatuh dan hilang di perairan sekitar Pulau Kelagian, Pesawaran, saat kapal dalam perjalanan menuju Telukbetung pada 26 Juli 2026.
  • Basarnas Lampung menerima laporan dari nahkoda malam setelah kejadian, lalu mengerahkan tim rescue RIB 03; rekan korban dan nelayan sekitar sempat mencari, namun belum berhasil.
  • Pada hari kedua, tim SAR gabungan memperluas penyisiran hingga 25,5 mil laut dengan berbagai peralatan. Pencarian dihentikan sementara pukul 17.00 WIB dan dijadwalkan berlanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pesawaran, IDN Times - Seorang anak buah kapal (ABK) nelayan dilaporkan terjatuh dan hilang di perairan sekitar Pulau Kelagian, Kabupaten Pesawaran. Korban hingga kini masih terus dicari tim SAR gabungan.

Korban diketahui bernama Radit Setiawan (18) terjatuh saat kapal nelayan ditumpanginya dalam perjalanan kembali menuju Telukbetung, Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Benar, hingga hari kemarin operasi pencarian, korban belum berhasil ditemukan," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung, Deden Ridwansah dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).

1. Basarnas bergerak setelah menerima laporan nahkoda

IMG-20260728-WA0001.jpg
Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian terhadap korban Radit Setiawan. (Dok. Basarnas Lampung).

Deden mengungkapkan, menerima laporan kejadian langsung dari nahkoda kapal pada malam hari pascakejadian sekitar pukul 21.30 WIB. Atas informasi tersebut, Basarnas Lampung langsung mengerahkan tim rescue menggunakan RIB 03 menuju lokasi kejadian untuk bergabung dengan unsur SAR lainnya.

"Begitu menerima informasi, kami langsung memberangkatkan tim rescue menuju lokasi untuk melakukan pencarian bersama unsur SAR gabungan. Hingga hari kedua operasi, pencarian masih terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada," katanya.

2. Korban sempat dicari rekan sesama nelayan

IMG_20260728_113803.jpg
Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian terhadap korban Radit Setiawan. (Dok. Basarnas Lampung).

Berdasarkan informasi dihimpun, Deden melanjutkan, rekan korban melihat Radit terjatuh ke laut dan langsung meminta nahkoda memutar haluan kapal untuk mencari.

Namun saat kapal kembali ke titik korban terjatuh, Radit sudah tidak terlihat di permukaan laut. Sejumlah kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi turut membantu melakukan pencarian, tetapi hasilnya masih nihil.

"Pada hari kedua operasi, Tim SAR gabungan mengawali kegiatan dengan briefing dan koordinasi sebelum bergerak menuju lokasi pencarian pada pagi hari. Setibanya di lokasi, tim melakukan penyisiran menggunakan RIB 03 di sekitar titik diduga korban terjatuh," terangnya.

3. Area pencarian diperluas hingga 25,5 mil laut

IMG_20260728_113749.jpg
Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian terhadap korban Radit Setiawan. (Dok. Basarnas Lampung).

Deden menambahkan, pencarian sempat dihentikan sementara pada siang hari dan kembali dilanjutkan sekitar pukul 13.45 WIB. Tim kemudian memperluas area pencarian hingga sekitar 25,5 mil laut.

Meski demikian, hingga operasi hari kedua dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB, korban masih belum ditemukan. Operasi SAR diketahui melibatkan personel Basarnas Lampung, Lanal Lampung, Mabes Polairud, Direktorat Polairud Polda Lampung, Satpolairud Polres Pesawaran, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

Tim juga didukung berbagai peralatan seperti RIB 03, Aqua Eye, Underwater Search Device (UWSD), perlengkapan selam, alat komunikasi, dan perlengkapan SAR lainnya.

"Sesuai rencana operasi, pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari ini. Basarnas Lampung juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar Pulau Kelagian, segera melapor melalui Call Center Basarnas 115 atau nomor 0812-8004-8006 apabila menemukan tanda-tanda diduga berkaitan dengan keberadaan korban," imbuhnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More