BMKG Ungkap Gelombang Selat Sunda Capai 4 Meter saat 5 Jurnalis Hilang

- BMKG Maritim Lampung mencatat gelombang Selat Sunda bagian selatan mencapai 2,5–4 meter saat speedboat yang membawa lima jurnalis menuju Gunung Anak Krakatau berlayar.
- Peringatan dini telah dikirim sehari sebelum kejadian untuk periode 6–9 September 2026, lalu diperbarui pada 11–14 September karena gelombang tinggi masih berlanjut.
- Lima jurnalis bersama nakhoda, dua ABK, dan pemandu masih hilang kontak; tim SAR gabungan dari Banten dan Lampung, Polri, serta TNI AL melakukan pencarian.
Bandar Lampung, IDN Times - Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Lampung mengungkap kondisi gelombang tinggi terjadi di perairan Selat Sunda saat lima jurnalis berangkat menuju Gunung Anak Krakatau menggunakan speedboat.
Prakirawan BMKG Maritim Lampung, Putu Ray mengatakan, kondisi gelombang di perairan Selat Sunda bagian selatan saat kejadian dalam kategori tinggi diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter.
"Pada saat kejadian tersebut kami sudah memberitahukan peringatan dini, bahwa di daerah Selat Sunda bagian selatan itu termasuk dalam kategori tinggi, dimulai dari 2,5 hingga 4 meter," ujarnya dimintai keterangan, Jumat (11/9/2026).
1. BMKG sudah keluarkan peringatan dini

Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian para jurnalis tumpangi speedboat di perairan Selatan Sunda, Rabu (9/9/2026). (Dok. Basarnas Lampung). Putu menjelaskan, peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi disampaikan BMKG sehari sebelum kejadian. Menurutnya, kondisi gelombang tinggi saat itu terjadi dalam rentan waktu sejak 6 September hingga 9 September 2026.
"Pada H-1 pada saat kejadian, kami telah mengirimkan warning-nya. Baru setelah periode tersebut, BMKG kembali memperbarui peringatan dini untuk wilayah perairan yang sama," jelasnya.
2. Gelombang tinggi berlanjut hingga 14 September

Ilustrasi gelombang tinggi. (IDN Times/Istimewa) Lebih lanjut Putu menyampaikan, kondisi gelombang tinggi tidak hanya terjadi pada saat lima jurnalis berangkat menuju Anak Krakatau. BMKG masih mengeluarkan peringatan dini untuk periode berikutnya.
"Pada hari ini kami sudah meng-update lagi untuk peringatan dini dimulai dari tanggal 11 hingga 14, itu masih termasuk dalam kategori tinggi di perairan Selat Sunda bagian selatan," jelasnya. Dengan demikian, kondisi gelombang tinggi di kawasan tersebut berlangsung dalam beberapa hari dan perlu menjadi perhatian bagi aktivitas pelayaran.
"Ini harus diwaspadai, khusus terkait aktivasi pelayaran," lanjut dia.
3. Para korban masih dalam pencarian

Kelima korban jurnalis swafoto sebelum melakukan penyeberangan ke perairan Selatan Sunda diduga hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. (IDN Times/Istimewa). Kelima jurnalis diketahui berada dalam speedboat tersebut ialah M. Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas). Keberangkatan mereka disertai tiga ABK yakni Warta (55) selaku nakhoda, Surakman (60) sebagai ABK, serta Heriyanto (49) sebagai pemandu.
Para korban hingga kini masih dinyatakan hilang kontak dan tengah dalam upaya operasi pencarian oleh tim SAR gabungan dari Banten maupun Lampung, termasuk melibatkan Polri hingga TNI AL.


















