KN SAR Basudewa-RIB02 Bantu Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

- Basarnas Lampung mengerahkan KN SAR Basudewa dari Dermaga Labuhan, Pulau Sebesi, untuk memperkuat pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda.
- RIB 02 turut diberangkatkan dari Muara Pilu, Bakauheni, untuk menyisir perairan Pulau Setumpu, Pulau Rakata, hingga kawasan Gunung Anak Krakatau sesuai area pencarian.
- Basarnas berharap seluruh korban segera ditemukan selamat, sambil menekankan keselamatan personel dan pemantauan terkini aktivitas Gunung Anak Krakatau selama operasi berlangsung.
Bandar Lampung, IDN Times - Kantor Basarnas Lampung mengerahkan Kapal Negara Search and Rescue (KN SAR) Basudewa untuk memperkuat operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang dinyatakan masih hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Kepala Basarnas Lampung, Deden Ridwansyah mengatakan, KN SAR Basudewa diberangkatkan dari Dermaga Labuhan di wilayah perairan Pulau Sebesi, Jumat (11/9/2026). Kapal tersebut diarahkan menuju area pencarian atau search area telah ditetapkan oleh SAR Mission Coordinator (SMC)
"Jadi hari ini, Jumat, 11 September 2026, kami dari Kantor Basarnas Lampung menggerakkan satu KN SAR, yaitu KN SAR Basudewa yang bergerak dari Labuhan atau Dermaga Labuhan di perairan Pulau Sebesi untuk menuju ke search area sesuai yang telah ditetapkan oleh SAR Mission Coordinator," ujarnya dikonfirmasi.
1. RIB 02 sisir perairan Pulau Setumpu hingga Anak Krakatau

Tim SAR Lampung terus melakukan pencarian terhadap jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda. (Dok. Basarnas Lampung). Selain KN SAR Basudewa, Basarnas Lampung turut mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 dari Muara Pilu, Bakauheni. Tim akan melakukan penyisiran di sejumlah perairan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Lebih lanjut disebut, penyisiran RIB 02 dimulai dari perairan Pulau Setumpu, kemudian bergerak menuju Pulau Rakata hingga kawasan Gunung Anak Krakatau.
"Ya, jadi dari Basarnas Lampung kami memperkuat pencarian menggunakan KN SAR Basudewa dan menggerakkan RIB 02 dari Muara Pilu Bakau menuju dan menyisir mulai dari perairan Pulau Setumpu, kemudian Rakata, dan Anak Krakatau," ucap dia.
2. Basarnas berharap seluruh korban segera ditemukan

Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di kantor Pusdalops BPBD Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna). Dalam upaya tersebut, Deden juga berharap operasi pencarian yang dilakukan pada hari ini dapat membuahkan hasil dan seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Selain itu, ia mengatakan seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian juga telah ditekankan untuk tetap mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas di lapangan.
"Mudah-mudahan hari ini pencarian dapat membuahkan hasil, seluruh korban bisa kita segera temukan dalam keadaan selamat," katanya.
3. Tim diminta waspadai aktivitas Gunung Anak Krakatau

Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui KRI Lepu-861 milik TNI AL, Rabu (9/9/2036). (Dok. BPBD Lampung). Selain faktor keselamatan personel di laut, Basarnas Lampung meminta seluruh tim terus memantau situasi dan kondisi terkini aktivitas Gunung Anak Krakatau selama proses pencarian berlangsung.
Ia juga memastikan, setiap perkembangan situasi harus terus diperbarui agar operasi pencarian tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan seluruh tim.
"Dan tentunya kami juga menekankan kepada seluruh tim yang melaksanakan pencarian agar tetap memperhatikan faktor keselamatan dan selalu meng-update situasi dan kondisi dan aktivitas Anak Krakatau," imbuh Deden.


















