- Barat Lampung: gelombang tinggi 2,4–2,6 meter.
- Samudra Hindia barat Lampung: paling berisiko, gelombang 2,5–2,8 meter.
- Teluk Lampung: relatif lebih terlindungi, gelombang 1,2–1,7 meter.
- Timur Lampung: relatif tenang dengan gelombang 0,6–0,9 meter.
- Selat Sunda: gelombang juga tinggi hingga 2,8 meter.
Kondisi Perairan Lampung 11 September 2026, Potensi Gelombang Tinggi

- BMKG Maritim memprakirakan gelombang tinggi 2,5–2,8 meter di perairan Barat Lampung dan Samudra Hindia barat Lampung pada 11 September 2026.
- Selat Sunda bagian barat Pandeglang juga diprediksi mengalami gelombang 2,6–2,8 meter, dengan hembusan angin mencapai 22–25 knot.
- Perairan timur Lampung relatif tenang dengan gelombang 0,6–0,9 meter, sedangkan Teluk Lampung berada pada kisaran 1,2–1,7 meter.
Bandar Lampung, IDN Times - Kondisi perairan Lampung, Jumat (11/9/2026) berdasarkan prakiraan terbaru BMKG Maritim cukup bervariasi. Perairan di sisi barat Lampung dan Samudra Hindia perlu mendapat perhatian karena gelombang diprakirakan mencapai 2,5 meter–2,8 meter (tinggi).
Bahkan diprediksi, di perairan Barat Lampung angin maksimum atau hembusan sekitar 22–24 knot. Sedangkan perairan timur relatif lebih aman dengan gelombang di bawah 1 meter.
Sementara itu, Samudra Hindia barat Lampung menjadi wilayah paling perlu diwaspadai. Gelombang diprakirakan sekitar 2,5–2,8 meter sepanjang 11 September, dengan angin tenggara 14–15 knot dan hembusan hingga 25 knot.
1. Bagaimana dengan Selat Sunda?

ilustrasi gelombang pasang (unsplash.com/Jeremy Bishop) Untuk kawasan Selat Sunda bagian barat Pandeglang, yang berhubungan dengan jalur perairan menuju Lampung, BMKG memprakirakan gelombang 2,6 meter–2,8 meter atau kategori tinggi sepanjang 11 September. Angin bertiup dari tenggara hingga timur laut dengan kecepatan sekitar 8–13 knot dan hembusan mencapai 22–25 knot.
Ini menjadi perhatian terutama bagi kapal nelayan kecil, kapal wisata, dan aktivitas pelayaran yang melintasi perairan terbuka. Nelayan dengan kapal kecil dan masyarakat yang melakukan aktivitas di laut terbuka sebaiknya memperhatikan perkembangan peringatan gelombang BMKG sebelum berangkat.
2. Kondisi perairan Lampung 11 September 2026 tidak seragam

Ilustrasi gelombang sedang (Pexels.com/Sascha Thiele) 3. Data lengkap kondisi perairan Lampung
Wilayah perairan
Cuaca
Angin
Gelombang
Arus
Perairan Barat Lampung
Udara kabur–kabut
Tenggara–selatan, 13–14 knot
2,4–2,6 m (tinggi)
Barat–barat laut, sekitar 0,9–1,1 knot
Samudra Hindia Barat Lampung
Udara kabur–berawan tebal
Tenggara, 14–15 knot
2,5–2,8 m (tinggi)
Ke barat, sekitar 1,4–1,6 knot
Teluk Lampung bagian utara
Berawan–berawan tebal
Utara–barat laut, 5–7 knot
1,2–1,3 m (rendah–sedang)
Barat daya, sekitar 0,7–1,1 knot
Teluk Lampung bagian selatan
Cerah berawan–berawan tebal
Tenggara–barat laut, 5–9 knot
1,6–1,7 m (sedang)
Ke barat, sekitar 1,8–2,4 knot
Perairan Timur Lampung bagian selatan
Hujan ringan–udara kabur
Timur, 6–10 knot
0,6–0,9 m (rendah)
Selatan–barat daya/barat laut, sekitar 1,0–1,7 knot




















