Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Festival Desa Lestari Pesawaran, Pentingnya Jaga Lingkungan dan Hutan

Kab. Pesawaran
Festival Desa Lestari Pesawaran, Pentingnya Jaga Lingkungan dan Hutan
Festival Desa Lestari digelar di Desa Bogorejo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (26/8/2026). (IDN Times/Istimewa).
  • Festival Desa Lestari di Bogorejo, Pesawaran, mengedukasi warga tentang pertanian berkelanjutan, perlindungan hutan, dan pencegahan kebakaran melalui kegiatan interaktif.
  • Dinas Perkebunan Pesawaran diapresiasi karena mempercepat penerbitan STDB bagi petani karet, guna memperkuat legalitas budidaya dan praktik perkebunan yang tertata.
  • Sebagai desa penyangga Tahura Wan Abdul Rachman, Bogorejo diingatkan meningkatkan kewaspadaan musim kemarau dan memastikan api padam demi mencegah kebakaran hutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pesawaran, IDN Times - Upaya memperkuat tata kelola perkebunan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satu caranya melalui Festival Desa Lestari digelar di Desa Bogorejo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (26/8/2026).

Festival Desa Lestari mengusung tema “Bersama Membangun Kesadaran Lingkungan dan Perlindungan Hutan”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Preferred by Nature (PbN) bekerja sama dengan GIZ Indonesia sebagai bagian dari program Sustainable Agriculture for Forest Ecosystems (SAFE).

Program SAFE didanai bersama oleh Uni Eropa, Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ), serta Kementerian Luar Negeri Belanda yang juga bekerjasama dengan Bappenas dan GIZ untuk implementasi di Indonesia.

Dalam hal ini, SAFE bekerja sama dengan Nectary untuk mempercepat proses registrasi petani karet, khususnya dalam mendukung petani memperoleh STDB. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan dukungan petani dalam proses registrasi tersebut, pemberian apresiasi kepada petani dilakukan oleh Nectary.

  1. 1. Dinas perkebunan bantu penerbitan STDB

    Ilustrasi sertifikat prestasi (unsplash.com/Lewis Keegan)
    Ilustrasi sertifikat prestasi (unsplash.com/Lewis Keegan)

    Festival Desa Lestari sekaligus menjadi ruang edukasi sekaligus apresiasi bagi masyarakat mengenai pentingnya praktik pertanian dan perkebunan yang berkelanjutan, perlindungan hutan, serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Berbagai kegiatan edukatif dan interaktif digelar, mulai dari pelatihan kerajinan berbahan alam, lomba poster anak, lomba mewarnai, permainan interaktif, pameran, kuis, hingga undian dan doorprize.

    Dalam kegiatan tersebut, Dinas Perkebunan Kabupaten Pesawaran mendapat apresiasi atas dukungannya membantu percepatan penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) bagi petani karet. STDB merupakan salah satu bentuk legalitas dan pengakuan kegiatan budidaya dilakukan pada lahan yang tercatat secara resmi.

    Selain penyerahan STDB, kegiatan juga diisi dengan pemberian apresiasi kepada petani teladan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi masyarakat dalam menerapkan praktik perkebunan yang lebih baik sekaligus menjaga lingkungan dan kawasan hutan. Penghargaan diberikan oleh Kopernik, selaku lembaga pemberi pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) pada budidaya karet.

  2. 2. Pendampingan dan legalitas usaha budidaya penting

    ilustrasi pendampingan korban (pexels.com/shvets-production)
    ilustrasi pendampingan korban (pexels.com/shvets-production)

    Rini, perwakilan UPTD KPH Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman, mengatakan Desa Bogorejo memiliki posisi strategis karena merupakan salah satu desa penyangga kawasan Tahura Wan Abdul Rachman. Menurutnya, keberadaan masyarakat beserta aktivitas perkebunan di sekitar kawasan hutan merupakan bagian penting menjaga keberlanjutan fungsi hutan.

    Ia menjelaskan, masyarakat di sekitar kawasan hutan telah banyak mengembangkan tanaman perkebunan, salah satunya kakao. Karena itu, pendampingan dan legalitas usaha budidaya melalui STDB menjadi hal penting.

    “Kakao juga banyak ditanam di kawasan Tahura. Mudah-mudahan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Pesawaran bisa membantu menerbitkan STDB,” katanya.

    Dukungan Dinas Perkebunan Pesawaran dalam proses penerbitan STDB tersebut kemudian mendapat apresiasi dalam Festival Desa Lestari. STDB diharapkan dapat membantu memberikan kepastian administrasi bagi petani sekaligus mendorong praktik budidaya perkebunan yang lebih tertata dan berkelanjutan.

  3. 3. Ingatkan warga cegah kebakaran hutan

    Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
    Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Rini juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama saat memasuki musim kemarau. Ia meminta warga yang beraktivitas di kawasan perkebunan maupun sekitar hutan berhati-hati ketika menggunakan api, termasuk saat memasak atau membuat minuman.

    “Kalau melakukan kegiatan di dalam kawasan hutan, sekarang sedang musim kemarau. Tolong hati-hati ketika menyalakan api, misalnya saat membuat minum atau kopi,” ujarnya.

    Warga juga diminta memastikan api benar-benar padam setelah selesai melakukan aktivitas di kebun. “Ketika selesai menggarap kebun, pastikan api sudah mati. Jangan sampai terjadi kebakaran hutan. Kalau sudah terjadi kebakaran, yang rugi kita semua karena kita tidak bisa memanfaatkan hasil hutan dengan baik,” katanya.

  4. 4. Edukasi lingkungan dikemas interaktif

    ilustrasi perkebunan tebu (freepik.com/wirestock)
    ilustrasi perkebunan tebu (freepik.com/wirestock)

    Perwakilan Preferred by Nature (PbN), Cokorda Gede Agung, mengatakan Festival Desa Lestari di Bogorejo merupakan titik ketiga pelaksanaan kegiatan serupa setelah sebelumnya digelar di Lampung Tengah.

    Menurut Agung, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan informasi mengenai lingkungan, tetapi juga memperkenalkan praktik lingkungan berkelanjutan dengan cara yang mudah dipahami masyarakat. “Kami ingin memberikan gambaran tentang praktik lingkungan berkelanjutan serta rekomendasi lingkungan sekitar,” jelasnya.

    Ia mengatakan, edukasi dalam festival dikemas secara interaktif melalui berbagai permainan, poster informasi, pameran, serta kuis. Bahkan, kupon undian yang dibagikan kepada peserta juga berisi pertanyaan seputar materi edukasi yang tersedia di lokasi kegiatan.

    “Di kupon undian juga ada pertanyaan. Untuk mengetahui jawabannya, masyarakat bisa melihat banner atau poster yang ada di acara Festival Desa Lestari,” katanya.

  5. 5. Desa sambut baik Festival Desa Lestari

    ilustrasi perkebunan (pexels.com/Michael Burrows)
    ilustrasi perkebunan (pexels.com/Michael Burrows)

    Kepala Desa Bogorejo yang diwakili Sekretaris Desa Ahmad Tunisi menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya Festival Desa Lestari. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan hutan.

    Ia menegaskan, manfaat kegiatan tidak hanya terletak pada adanya undian maupun doorprize, tetapi lebih jauh pada edukasi yang diberikan kepada masyarakat. Terlebih, Desa Bogorejo berada di wilayah lereng gunung sehingga kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan menjadi sangat penting.

    “Kami berharap kader-kader di Desa Bogorejo dapat mengambil manfaat dari arahan dan edukasi yang diberikan. Apalagi ada arahan dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lingkungan,” katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More