Anggota Polda Sumsel Hilang saat Kawal Tongkang, SAR Perluas Pencarian

- Tim SAR gabungan memperluas pencarian Rifki Ardianto, anggota Ditsamapta Polda Sumsel yang diduga terjatuh di Sungai Mesuji, dengan dua unit penyisiran menuju muara.
- Rifki mengawal kapal LTT Agro Permai menuju Dermaga KNJ dan terakhir berkomunikasi dengan rekan di darat pada Rabu malam, sebelum dinyatakan tidak berada di kapal.
- Pencarian melibatkan Basarnas, kepolisian, TNI AL, BPBD, kru kapal, dan masyarakat dengan perahu karet, speed lidah, alat pencarian bawah air, serta perlengkapan selam.
Mesuji, IDN Times - Tim SAR Gabungan memperluas pencarian terhadap Rifki Ardianto (23), anggota Ditsamapta Polda Sumatera Selatan (Sumsel) diduga terjatuh dari kapal saat menjalankan tugas pengawalan di perairan Sungai Mesuji, Kabupaten Mesuji, Lampung.
Memasuki hari kedua pencarian, Jumat (11/9/2026), operasi SAR dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Area penyisiran diperluas hingga ke arah muara setelah pencarian hari pertama belum membuahkan hasil.
Rifki diketahui bertugas mengawal kapal LTT Agro Permai berlayar menuju Dermaga KNJ di Desa Gajah Mati. Kapal tersebut juga membawa sejumlah awak dan menjalankan pengawalan terhadap kapal pengangkut kelapa sawit.
1. Pencarian diperluas ke arah muara

Tim SAR melakukan pencarian terhadap korban Rifki Ardianto (23), anggota Ditsamapta Polda Sumatera Selatan (Sumsel) diduga terjatuh dari kapal saat menjalankan tugas pengawalan di perairan Sungai Mesuji. (Dok. Basarnas Lampung). Koordinator Pos SAR Tulang Bawang Feriansyah Putra mengatakan, perluasan pencarian ke arah muara dengan membagi tim SAR gabungan menjadi dua SRU dilakukan berdasarkan evaluasi operasi pada hari pertama, dengan mengoptimalkan seluruh unsur dan alut untuk menyisir sepanjang area pencarian.
Lebih lanjut pencarian hari kedua dimulai pukul 07.00 WIB tepatnya setelah tim melaksanakan briefing dan membagi area operasi. SRU 1 menyisir sejauh 2,5 kilometer dari lokasi kejadian menuju arah muara menggunakan perahu karet milik Basarnas dan BPBD Mesuji. Sementara SRU 2 melanjutkan penyisiran sejauh 2,5 kilometer dari titik akhir pencarian SRU 1, dengan menggunakan tiga unit speed lidah.
"Untuk pencarian hari pertama kemarin dilakukan hingga pukul 17.30 WIB. Namun, korban belum ditemukan hingga dihentikan sementara dan dilanjutkan pada Jumat pagi ini," jelasnya.
2. Diduga terjatuh saat tugas pengawalan

Ilustrasi Tenggelam (unsplash.com/Tim Marshall) Dari informasi diterima, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menjelaskan, peristiwa bermula ketika kapal LTT Agro Permai berlayar dari Dermaga 129 Sungai Mesuji menuju Dermaga KNJ di Desa Gajah Mati, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 20.20 WIB.
Saat itu, Rifki bersama tiga orang awak kapal berada di atas kapal. Mereka yakni Budi selaku ABK, Pendi sebagai juru mudi, dan Aan selaku kapten kapal. Dalam perjalanan, Rifki sempat berkomunikasi dengan kru kapal mengenai rencana pergantian pengawalan, yang diketahui masih berada di kapal ketika kapal melintas di sekitar wilayah perairan Mesuji.
"Korban RF ini terakhir diketahui berkomunikasi dengan rekannya yang berada di darat pada Rabu malam sekitar pukul 23.40 WIB. Menjelang pergantian siaga pada Kamis pagi, kru kapal kemudian menyadari Rifki sudah tidak berada di kapal," jelasnya.
3. Didasari saat perpindahan pengawalan

ilustrasi kapal. (unsplash.com/Shaah Shahidh) Sebelum dinyatakan hilang, Rifki disebut sempat naik ke ruang kemudi dan menyampaikan kepada juru mudi mengenai rencana perpindahan pengawalan ketika kapal Agro Permai bertemu kapal Yusika.
Setelah menyampaikan informasi tersebut, ia turun dari ruang kemudi dan kapten kapal memintanya beristirahat di dalam kapal. Namun, permintaan itu ditolak karena Rifki merasa kondisi di dalam kapal panas.
Tidak lama, juru mudi melihat kapal Yusika mulai mendekat. Ia turun dari ruang kemudi untuk memberitahu Rifki agar bersiap melakukan perpindahan pengawalan.
"Saat itu RF sudah tidak terlihat. Kru kapal kemudian melakukan pencarian di seluruh bagian kapal Agro Permai. Namun, anggota Ditsamapta Polda Sumsel tersebut tidak ditemukan," jelas Yuni.
4. Pencarian libatkan tim SAR gabungan

Tim SAR melakukan pencarian terhadap korban Rifki Ardianto (23), anggota Ditsamapta Polda Sumatera Selatan (Sumsel) diduga terjatuh dari kapal saat menjalankan tugas pengawalan di perairan Sungai Mesuji. (Dok. Basarnas Lampung). Atas kejadian tersebut, nakhoda kapal selanjutnya melaporkan kejadian kepada Basarnas Lampung, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 08.40 WIB. Kantor SAR Lampung langsung mengerahkan enam personel Tim Rescue Pos SAR Tulang Bawang menuju lokasi kejadian.
Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Pos SAR Tulang Bawang, Polres Mesuji, TNI AL, Satpolairud OKI, BPBD Mesuji, unsur kepolisian setempat, kru kapal, serta masyarakat. Sejumlah peralatan turut dikerahkan, di antaranya dua set perahu karet bermesin, tiga unit speed lidah, Aqua Eye, Underwater Search Device (UWSD), peralatan selam, alat komunikasi, dan perlengkapan pendukung lainnya.
"Area pencarian akan dievaluasi dan dikembangkan sesuai kondisi di lapangan serta informasi yang diperoleh selama operasi berlangsung," imhuh Koordinator Pos SAR Tulang Bawang, Feriansyah.


















