Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Daerah Lampung Paling Banyak Punya BUMDes dan Aset Desa

Illustrasi Anggran Belanja (Pexel/Sora Shimazaki)
Illustrasi Anggran Belanja (Pexel/Sora Shimazaki)
Intinya sih...
  • Kabupaten Way Kanan memiliki 891 desa dengan BUMDes dan aset desa, peringkat kelima terbanyak di Lampung.
  • Kabupaten Lampung Selatan memiliki 1.119 desa dengan BUMDes dan aset desa, peringkat keempat terbanyak di Lampung.
  • Kabupaten Lampung Timur memiliki 1.131 desa dengan BUMDes dan aset desa, peringkat ketiga terbanyak di Lampung.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Kemajuan suatu daerah sejatinya merupakan cerminan dari kemajuan desa-desa yang ada di dalamnya. Desa mandiri secara ekonomi, memiliki sumber pendapatan sendiri, serta mampu mengelola asetnya dengan baik akan memberikan dampak berantai bagi pembangunan wilayah di atasnya.

Semakin maju dan sejahtera desa, maka indikator kemajuan kabupaten pun ikut meningkat. Baik dari sisi ekonomi, sosial, hingga kualitas hidup masyarakat.

Sebab itu, kepemilikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta beragam aset desa menjadi faktor penting dalam mendorong kemandirian desa. Adanya badan usaha dan aset produktif seperti pasar desa, tanah kas, hingga tempat wisata, desa tidak hanya bergantung pada dana transfer pemerintah.

Kemandirian desa juga membuat pemerintah daerah memiliki ruang fiskal lebih longgar, karena anggaran daerah tidak semata-mata terserap untuk menutup kebutuhan desa.

Berdasarkan Data BPS Lampung 2025, terdapat sejumlah daerah tercatat memiliki kepemilikan BUMDes dan aset desa dalam jumlah besar. Berikut IDN Times menyajikan ulasan lengkap 5 daerah di Lampung dengan kepemilikan badan usaha dan aset desa terbanyak.

1. Kabupaten Way Kanan

Illustrasi Street Food (Pexel/Tony Wu)
Illustrasi Street Food (Pexel/Tony Wu)

Kabupaten Way Kanan memiliki luas wilayah sekitar 3.921 kilometer persegi dan didominasi kawasan perbukitan serta daerah aliran sungai. Mayoritas masyarakat desa bekerja di sektor pertanian, perkebunan, dan usaha berbasis sumber daya alam, sehingga mendorong berkembangnya badan usaha dan aset desa.

Menurut data BPS Lampung 2025, Way Kanan tercatat memiliki 181 desa dengan BUMDes, 184 desa dengan tanah kas desa, 9 desa memiliki tambatan perahu, 26 desa memiliki pasar desa, serta 220 desa dengan bangunan milik desa. Selain itu, terdapat dua desa memiliki hutan desa, 23 desa dengan mata air milik desa, 32 desa memiliki tempat wisata atau pemandian umum, serta 214 desa tercatat memiliki aset desa lainnya.

Jika dijumlahkan, total kepemilikan BUMDes dan aset desa di Way Kanan mencapai 891 desa, menjadikannya peringkat kelima daerah dengan kepemilikan badan usaha dan aset desa terbanyak di Provinsi Lampung.

2. Kabupaten Lampung Selatan

Illustrasi Keuangan (Pexel/Pixabay)
Illustrasi Keuangan (Pexel/Pixabay)

Kabupaten Lampung Selatan memiliki luas wilayah sekitar 2.218 kilometer persegi dan berperan sebagai daerah penyangga utama Kota Bandar Lampung. Secara geografis, wilayah ini memiliki dataran pertanian, kawasan pesisir, serta jalur strategis penghubung antarwilayah.

Mata pencaharian masyarakat desa cukup beragam, mulai dari pertanian, perikanan, perdagangan, hingga jasa. Data BPS Lampung 2025 menunjukkan Lampung Selatan memiliki 238 desa dengan BUMDes, 213 desa dengan tanah kas desa, 21 desa memiliki tambatan perahu, 47 desa memiliki pasar desa, serta 255 desa dengan bangunan milik desa.

Selain itu, tercatat enam desa memiliki hutan desa, 42 desa dengan mata air desa, 48 desa memiliki tempat wisata atau pemandian umum, serta 243 desa memiliki aset desa lainnya.

Secara total, kepemilikan BUMDes dan aset desa di Lampung Selatan mencapai 1.119 desa, sehingga menempatkannya di peringkat keempat terbanyak di Provinsi Lampung.

3. Kabupaten Lampung Timur

Illustrasi Pasar (Pexel/Nic Law)
Illustrasi Pasar (Pexel/Nic Law)

Kabupaten Lampung Timur memiliki luas wilayah sekitar 5.325 kilometer persegi dengan kontur alam berupa dataran rendah hingga lahan pertanian luas. Sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan menjadi mata pencaharian utama masyarakat desa di wilayah ini, yang turut mendorong berkembangnya badan usaha desa.

Berdasarkan data BPS Lampung 2025, Lampung Timur memiliki 260 desa dengan BUMDes, 215 desa dengan tanah kas desa, 13 desa memiliki tambatan perahu, 48 desa memiliki pasar desa, serta 261 desa dengan bangunan milik desa. Selain itu, terdapat empat desa yang memiliki hutan desa, 37 desa dengan mata air milik desa, 33 desa memiliki tempat wisata atau pemandian umum, serta 260 desa tercatat memiliki aset desa lainnya.

Jika seluruh kategori dijumlahkan, total kepemilikan BUMDes dan aset desa di Lampung Timur mencapai 1.131 desa, menempatkannya di peringkat ketiga daerah terbanyak di Provinsi Lampung.

4. Kabupaten Tanggamus

Illustrasi Keuangan (Pexel/Pixabay)
Illustrasi Keuangan (Pexel/Pixabay)

Kabupaten Tanggamus memiliki luas wilayah sekitar 3.356 kilometer persegi dengan karakter geografis cukup unik, mulai dari kawasan pegunungan Bukit Barisan hingga wilayah pesisir Teluk Semaka. Mayoritas masyarakat Tanggamus bekerja di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta usaha berbasis sumber daya alam desa.

Data BPS Lampung 2025 mencatat Tanggamus memiliki 251 desa dengan BUMDes, 220 desa dengan tanah kas desa, empat desa memiliki tambatan perahu, 18 desa memiliki pasar desa, serta 297 desa dengan bangunan milik desa. Selain itu, terdapat 56 desa memiliki mata air milik desa, 36 desa dengan aset tempat wisata atau pemandian umum, serta 285 desa memiliki aset desa lainnya.

Secara keseluruhan, total kepemilikan BUMDes dan aset desa di Tanggamus mencapai 1.167 desa, sehingga menempatkannya di peringkat kedua terbanyak di Provinsi Lampung.

5. Kabupaten Lampung Tengah

Illustrasi Pasar (Pexel/Wendy Wei)
Illustrasi Pasar (Pexel/Wendy Wei)

Kabupaten Lampung Tengah merupakan daerah terluas di Provinsi Lampung dengan luas wilayah sekitar 4.548 kilometer persegi. Secara geografis, wilayah ini didominasi dataran luas dengan bentang alam pertanian sangat dominan.

Sebagian besar masyarakat Lampung Tengah bekerja di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, serta usaha mikro berbasis desa yang berkembang di banyak kecamatan.

Kondisi tersebut tercermin dalam kepemilikan badan usaha dan aset desa. Berdasarkan data BPS Lampung 2025, Lampung Tengah memiliki 301 desa dengan BUMDes, 253 desa dengan tanah kas atau tanah ulayat, 19 desa memiliki tambatan perahu, 49 desa memiliki pasar desa, serta 300 desa memiliki bangunan milik desa.

Selain itu, tercatat pula kepemilikan hutan desa di satu desa, mata air desa di 18 desa, tempat wisata atau pemandian umum di 20 desa, serta aset lainnya yang tersebar di 297 desa.

Jika dijumlahkan, total kepemilikan BUMDes dan aset desa di Lampung Tengah mencapai 1.258 desa, menempatkan daerah ini di peringkat pertama sebagai kabupaten dengan kepemilikan badan usaha dan aset desa terbanyak di Provinsi Lampung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More

Emosi Dilangkahi, Pria di Mesuji Hajar Rekan Kerja hingga Babak Belur

19 Jan 2026, 12:46 WIBNews