Berbagi Takjil, Cara Bhayangkara FC Lebih Dekat dengan Suporter

- Pemain dan pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC membagikan takjil di Masjid Raya Al Bakrie, sebagai upaya mempererat hubungan dengan masyarakat dan suporter lokal.
- Antusiasme warga terlihat tinggi saat berinteraksi langsung dengan para pemain, menciptakan suasana akrab dan memperkuat ikatan emosional antara tim dan pendukung.
- Kapten tim menilai Ramadan menjadi momen tepat untuk membaur dengan masyarakat Lampung, sejalan dengan status klub yang kini bermarkas di daerah tersebut.
Bandar Lampung, IDN Times - Pemain dan pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC membagikan takjil kepada masyarakat di halaman Masjid Raya Al Bakrie, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan sederhana itu menjadi cara tim berjuluk The Guardians Of Saburai tersebut untuk lebih dekat dengan masyarakat Lampung, terutama para suporter.
Selain membagikan takjil, para pemain dari Bhayangkara Presisi Lampung FC juga diserbu oleh masyarakat untuk foto bersama.
1. Lebih dekat dengan masyarakat

Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, mengatakan momen seperti ini membuat timnya bisa merasakan langsung kedekatan dengan warga.
“Senang sekali bisa berada di Lampung, bisa berkumpul dengan masyarakat dan para pendukung. Melihat semua orang bahagia tentu menyenangkan,” katanya.
Menurutnya, kegiatan di luar lapangan penting untuk membangun hubungan yang baik antara tim dan masyarakat.
“Ini membuat kami lebih dekat dengan masyarakat. Kami berbagi makanan untuk merayakan ramadan dan saling menghormati satu sama lain,” jelasnya.
2. Warga antusias

Hal serupa juga dirasakan penjaga gawang Aqil Savik. Ia melihat antusiasme warga cukup tinggi saat bisa bertemu langsung dengan para pemain.
Menurutnya, kedekatan seperti ini bisa membantu membangun hubungan emosional antara tim dan suporter.
“Senang melihat antusias masyarakat. Mereka bisa melihat pemain dan pelatih lebih dekat. Ini juga bisa membangun kemistri dengan suporter untuk pertandingan berikutnya,” kata Aqil.
3. Ramadan jadi momentum

Kapten tim Wahyu Subo Seto menilai ramadan menjadi momentum yang tepat bagi tim untuk membaur dengan masyarakat Lampung, mengingat klub kini bermarkas di daerah tersebut.
“Karena home base kami di Lampung, jadi kami harus membaur bersama masyarakat Lampung. Lewat kegiatan ini kami ingin lebih dekat dengan warga,” ujarnya.


















