4 Bulan 77 Pohon Tumbang di Balam, Cuaca Ekstrem Pemicunya

Sebanyak 77 pohon tumbang terjadi di Bandar Lampung selama Januari–April 2026 akibat hujan lebat dan angin kencang yang melanda kota tersebut.
BPBD menyebut faktor tambahan seperti usia pohon tua, akar lapuk, tanah terkikis, serta tabrakan kendaraan berat turut memperparah risiko tumbangnya pohon.
Pemerintah mengimbau warga agar lebih waspada saat cuaca ekstrem, tidak berteduh di bawah pohon besar, dan segera melapor jika menemukan pohon berpotensi tumbang.
Bandar Lampung, IDN Times – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung mencatat, sebanyak 77 kejadian pohon tumbang terjadi sepanjang Januari hingga awal April 2026.
Kepala Pelaksana BPBD, Idham Basyar Syahputra, mengatakan dampak dari kejadian tersebut cukup beragam. Mulai dari gangguan fasilitas umum hingga kerusakan properti warga.
“Rata-rata dipengaruhi angin kencang. Dampaknya bervariasi, ada yang menimpa kabel listrik, menutup akses jalan, hingga merusak atap rumah warga,” katanya, Selasa (7/4/2026).
1. Kondisi pohon juga berpengaruh

Berdasarkan data Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB), penyebab pohon tumbang tidak hanya berasal dari faktor alam.
"Kondisi fisik pohon juga menjadi pemicu utama, seperti usia pohon yang sudah tua, akar lapuk, hingga tanah yang terkikis," jelas Idham.
Selain itu, beberapa kejadian juga dipicu faktor non-alam seperti pohon yang tertabrak kendaraan berat.
2. Faktor pemicu lain

Idham membeberkan faktor lain yang turut memicu adalah kondisi tanah yang terkikis akibat hujan terus-menerus. Tanah yang gembur membuat akar pohon kehilangan daya cengkeram dan lebih mudah tumbang.
BPBD juga mencatat beberapa kejadian pohon tumbang disebabkan faktor non-alam, seperti tertabrak kendaraan berat. Meski tidak dominan, faktor ini tetap menjadi penyebab tambahan.
"Pohon tumbang berdampak pada fasilitas umum, seperti kabel listrik, tiang listrik, hingga papan reklame dan pagar beton. Batang pohon yang roboh sering menutup badan jalan protokol dan menghambat aliran drainase maupun sungai, sehingga mengganggu aktivitas warga," bebernya.
Ia menyebut, kerugian juga dirasakan masyarakat, terutama kerusakan pada atap rumah dan garasi akibat tertimpa pohon.
3. Warga diminta lebih waspada saat cuaca buruk

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Warga diminta tidak berteduh di bawah pohon besar maupun papan reklame.
Selain itu, penting juga untuk memperhatikan kondisi pohon di sekitar rumah. Jika terlihat miring, lapuk, atau berpotensi tumbang, warga diminta segera mengambil langkah antisipasi.
"Pengguna jalan juga diingatkan agar lebih berhati-hati, khususnya saat melintas di jalan utama dan kawasan rawan pohon tumbang," imbau Idham.


















