197 Kebakaran Terjadi di Balam Selama 2025, Korsleting Terbanyak

- Korsleting listrik jadi penyebab terbanyak kebakaran dengan 114 kejadian, diikuti kebakaran bangunan penduduk sebanyak 59 kali.
- Kerugian mencapai Rp9,4 miliar dengan total luas area yang terdampak mencapai 15.618 meter persegi.
- November 2025 menjadi bulan paling rawan kebakaran dengan 22 kejadian, diikuti Juni dan September.
Bandar Lampung, IDN Times – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung mencatat sebanyak 197 kasus kebakaran terjadi sepanjang 2025.
“Jumlahnya nyaris 200 kejadian kebakaran, korsleting listrik jadi penyebab yang paling banyak,” kata Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, Sabtu (3/1/2026).
1. Korsleting listrik penyebab terbanyak

Berdasarkan data Damkarmat Kota Bandar Lampung, korsleting listrik menjadi pemicu kebakaran terbanyak dengan 114 kejadian. Anthoni menyampaikan, selain korsleting listrik kebakaran bangunan milik warga juga cukup mendominasi.
"Rinciannya, kebakaran bangunan penduduk terjadi sebanyak 59 kali, disusul kebakaran lahan sebanyak 23 kejadian. Sementara itu, kebakaran kendaraan tercatat sebanyak 11 kasus," ujarnya.
Sedangkan kebakaran bangunan industri dan bangunan umum masing-masing terjadi 10 kali sepanjang 2025.
2. Kerugian capai Rp9,4 miliar

Tak hanya jumlah kejadian, Damkarmat juga mencatat dampak kerugian yang ditimbulkan selama kebakaran cukup besar.
Total luas area yang terdampak kebakaran mencapai 15.618 meter persegi. Perkiraan total kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp9,48 miliar,” ungkap Anthoni.
3. November jadi bulan paling rawan kebakaran

Anthoni menjelaskan, November 2025 menjadi bulan dengan jumlah kebakaran tertinggi, yakni 22 kejadian. Disusul Juni dengan 21 kasus, serta September sebanyak 20 kasus.
Selanjutnya, kebakaran terjadi 18 kali pada Juli, 17 kali pada Oktober, serta masing-masing 16 kali Maret dan April.
Pada Januari tercatat 15 kejadian, Februari dan Agustus masing-masing 14 kasus. Sementara Mei dan Desember menjadi bulan dengan jumlah terendah, yakni 12 kejadian.
"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama dalam penggunaan instalasi listrik di rumah guna mencegah terjadinya kebakaran," tuturnya.


















