Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Unila Ingin Klinik Inovasi Lampung jadi Ruang Kolaborasi Strategis

Unila Ingin Klinik Inovasi Lampung jadi Ruang Kolaborasi Strategis
Ilustrasi kreatif dan inovatif (Pexels.com/Antoni Shkraba)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Universitas Lampung mendukung peluncuran Klinik Inovasi oleh Pemprov Lampung sebagai langkah memperkuat ekosistem inovasi daerah dan mendorong kolaborasi lintas sektor berbasis riset.
  • Klinik Inovasi diharapkan menjadi ruang pengembangan gagasan kreatif yang sistematis, melibatkan riset, teknologi, serta peningkatan kapasitas SDM untuk menjawab tantangan pembangunan daerah.
  • Perguruan tinggi berperan penting dalam hilirisasi hasil riset menjadi inovasi nyata, sementara pemerintah daerah menekankan manfaat langsung inovasi bagi masyarakat dan peningkatan daya saing Lampung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times -

Hilirisasi Riset Kampus,

Universitas Lampung (Unila) menyatakan dukungannya terhadap penguatan ekosistem inovasi daerah. Dukungan itu melalui kehadiran dalam kegiatan launching Klinik Inovasi yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) di Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu (11/3/2026).

Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kehadiran perguruan tinggi yang memberikan pandangan mengenai pengembangan inovasi daerah berbasis riset. Sekaligus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pembangunan di Provinsi Lampung.

.

1. Mendorong lahirnya berbagai gagasan kreatif

ilustrasi kreatifitas (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi kreatifitas (pexels.com/Pixabay)

Kehadiran Klinik Inovasi ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah mendorong lahirnya berbagai gagasan kreatif yang mampu menjawab tantangan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Melalui wadah ini, perangkat daerah diharapkan dapat mengembangkan inovasi yang lebih terstruktur, terdokumentasi, serta memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

Akademisi Unila, Ayi Ahadiat, menekankan pentingnya membangun ekosistem inovasi yang melibatkan berbagai pihak. Menurutnya, inovasi daerah tidak dapat berjalan secara parsial, melainkan harus didukung kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat.

2. Inovasi perlu dikembangkan secara sistematis

ILustrasi inovasi dalam berbisnis (Pixabay)
ILustrasi inovasi dalam berbisnis (Pixabay)

Ayi menyampaikan, klinik inovasi harus benar-benar berfungsi sebagai ruang pengembangan gagasan, bukan sekadar forum diskusi.

“Klinik inovasi daerah ini memang pemerintah daerah yang punya, klinik diamanahkan untuk mengembangkan inovasi, jadi setiap sektor seharusnya punya ruang untuk melahirkan inovasi sesuai bidangnya,” ujarnya.

Menurutnya, perangkat daerah memiliki potensi besar untuk melahirkan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan kinerja pelayanan publik maupun pengembangan sektor ekonomi daerah.

Oleh karena itu, inovasi perlu dikembangkan secara sistematis dengan dukungan riset, teknologi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.

3. Keterlibatan perguruan tinggi mendukung pengembangan inovasi daerah penting

ilustrasi inovasi pendidikan (freepik.com/freepik)
ilustrasi inovasi pendidikan (freepik.com/freepik)

Ayi juga menegaskan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan inovasi daerah. Perguruan tinggi memiliki peran melalui kegiatan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang dapat menghasilkan berbagai solusi berbasis ilmu pengetahuan.

Ia mencontohkan, berbagai hasil riset di kampus dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat maupun sektor industri. "Di perguruan tinggi itu ada penelitian, ada pengabdian kepada masyarakat. Hasil-hasil itu sebenarnya bisa menjadi inovasi kalau didorong sampai pada hilirisasi,” katanya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam memperkuat inovasi daerah.

4. Pentingnya dukungan perlindungan hak kekayaan intelektual terhadap hasil inovasi

ilustrasi hukum (pexels.com/Pavel Danilyuk)
ilustrasi hukum (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Ayi mengatakan, kampus dapat berperan sebagai pusat pengembangan pengetahuan dan teknologi. Sementara pemerintah daerah berperan dalam mengimplementasikan inovasi tersebut dalam kebijakan dan program pembangunan.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya dukungan perlindungan hak kekayaan intelektual terhadap hasil inovasi yang dihasilkan masyarakat maupun institusi. Adanya perlindungan tersebut, inovasi yang lahir dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka peluang kerja sama dengan sektor industri.

Kepala Balitbangda Provinsi Lampung, Yurnalis menyampaikan perubahan global yang terjadi saat ini menuntut pemerintah daerah untuk bekerja lebih adaptif, responsif, dan inovatif. Menurutnya, inovasi menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat daya saing daerah.

Melalui inovasi, pemerintah daerah dapat menghadirkan solusi yang lebih efektif dalam mengatasi berbagai keterbatasan sumber daya.

5. Pemprov Lampung telah melaporkan 48 inovasi

Ilustrasi Inovasi AR (cmlabs.co)
Ilustrasi Inovasi AR (cmlabs.co)

Yurnalis menyampaikan, berdasarkan hasil pengukuran Indeks Inovasi Daerah oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Lampung telah melaporkan 48 inovasi dengan skor kematangan 52,89 dan memperoleh predikat inovatif.

Namun demikian, ia menegaskan yang terpenting bukan sekadar jumlah inovasi yang dilaporkan, melainkan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

“Yang terpenting bukanlah predikatnya, tetapi apakah inovasi tersebut mempermudah pelayanan, mempercepat proses, menghemat anggaran, dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

6. Inovasi tidak selalu identik dengan teknologi tinggi

ilustrasi inovasi (pexels.com/singkham)
ilustrasi inovasi (pexels.com/singkham)

Menurut Yurnalis, Klinik Inovasi diharapkan menjadi ruang kolaborasi dan inkubasi gagasan bagi perangkat daerah dalam mengembangkan berbagai ide inovatif. Melalui fasilitas ini, perangkat daerah dapat memperoleh pendampingan dalam merancang, mengembangkan, hingga melaporkan inovasi daerah secara lebih sistematis.

Ia juga menegaskan inovasi tidak selalu identik dengan teknologi tinggi. Inovasi dapat lahir dari penyederhanaan prosedur pelayanan, digitalisasi sistem kerja, maupun pengembangan model pemberdayaan masyarakat yang lebih efektif.

Diluncurkannya Klinik Inovasi, pemerintah daerah berharap dapat membangun budaya kerja yang lebih kreatif, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Selain itu, inovasi juga diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus mendorong peningkatan daya saing daerah.

Yurnalis mengajak seluruh perangkat daerah untuk memanfaatkan Klinik Inovasi sebagai mitra strategis dalam mengembangkan gagasan serta solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan di Provinsi Lampung

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More