18.529 Penumpang Naik Kereta di Lampung Selama 4 Hari Lebaran 2026

- Selama 21–24 Maret 2026, KAI Divre IV Tanjungkarang mencatat total 18.529 penumpang dengan rata-rata hampir 5 ribu orang per hari selama libur Lebaran.
- KAI menyebut puncak arus balik belum bisa dipastikan karena pergerakan penumpang bersifat dinamis di berbagai stasiun sepanjang jalur operasional.
- Meski libur Lebaran, pegawai dan layanan KAI tetap beroperasi penuh, termasuk kereta barang yang menjaga distribusi batu bara untuk pasokan energi nasional.
Bandar Lampung, IDN Times – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre IV Tanjungkarang mencatat jumlah penumpang kereta api di wilayah Divre IV Tanjungkarang tercatat mencapai 18.529 orang.
Data jumlah tersebut merupakan akumulasi penumpang selama periode 21 hingga 24 Maret 2026. Rata-rata, jumlah penumpang yang menggunakan kereta api hampir menyentuh 5 ribu orang per hari.
Manager Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, mengatakan, tingginya angka penumpang menunjukkan kereta api masih menjadi salah satu moda transportasi yang diminati masyarakat selama momen lebaran.
“Pada momentum lebaran, banyak masyarakat memanfaatkan kereta api untuk bepergian, baik untuk mudik maupun perjalanan antarwilayah. Karena itu operasional kereta api tetap berjalan agar perjalanan penumpang berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu,” katanya, Rabu (25/3/2026).
1. Penumpang nyaris tembus hampir 5 ribu orang per hari

Berdasarkan data operasional KAI Divre IV Tanjungkarang, jumlah penumpang menunjukkan tren peningkatan pada awal periode tersebut.
Zaki membeberkan pada 21 Maret 2026, tercatat sebanyak 3.900 penumpang menggunakan layanan kereta api. Jumlah ini kemudian meningkat cukup signifikan pada 22 Maret 2026 menjadi 4.903 penumpang.
Kenaikan kembali terjadi pada 23 Maret 2026 dengan total 4.949 penumpang, yang menjadi angka tertinggi selama empat hari tersebut. Sementara itu pada 24 Maret 2026, jumlah penumpang tercatat 4.777 orang.
"Meski sedikit menurun, angka ini masih menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api selama periode lebaran," bebernya.
2. Puncak arus balik belum bisa dipastikan

Zaki menjelaskan, hingga saat ini puncak arus balik penumpang kereta api di wilayah Divre IV Tanjungkarang masih belum dapat dipastikan.
Hal ini karena pergerakan penumpang bersifat parsial, yakni penumpang naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang jalur operasional, sehingga pola arus balik tidak terpusat pada satu waktu tertentu.
“Pergerakan penumpang masih dinamis karena ada yang naik dan turun di beberapa stasiun. Jadi untuk puncak arus balik masih terus dipantau,” jelasnya.
3. Pegawai KAI tetap bertugas saat libur lebaran

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur idul fitri, operasional kereta api tetap berjalan seperti biasa. Hal ini membuat para pegawai KAI tetap bertugas meski berada di momen libur lebaran.
Mulai dari masinis, asisten masinis, kondektur, petugas stasiun, petugas pengatur perjalanan kereta api (PPKA), hingga petugas perawatan jalur rel dan jembatan tetap siaga di lapangan.
Para petugas tersebut memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan sesuai jadwal serta memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan.
Menurut Zaki, keberadaan petugas yang tetap bekerja saat lebaran menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran transportasi kereta api selama periode angkutan Lebaran.
“Para pegawai tetap bertugas meskipun di hari libur untuk memastikan perjalanan kereta api berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujarnya.
4. Kereta barang tetap beroperasi untuk pasokan energi

Selain melayani perjalanan penumpang, KAI juga tetap mengoperasikan kereta api angkutan barang selama periode lebaran.
Di wilayah Divre IV Tanjungkarang, kereta barang memiliki peran penting dalam mendukung distribusi batu bara dari Sumatra bagian Selatan menuju berbagai wilayah tujuan.
Angkutan batu bara tersebut menjadi salah satu penopang utama pasokan energi nasional, khususnya untuk kebutuhan pembangkit listrik. Karena itu, operasional kereta api barang tetap berjalan selama masa libur lebaran guna memastikan pasokan energi tetap terjaga dan kebutuhan listrik masyarakat tidak terganggu.
Zaki menambahkan, KAI tidak hanya berperan dalam melayani mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi logistik nasional.
“Selain penumpang, kereta api juga berperan penting dalam distribusi logistik, khususnya batu bara untuk kebutuhan energi. Operasional ini tetap berjalan selama masa Lebaran,” katanya.


















