Cerita Pendaftar Haji Muda di Lampung, demi Ibadah di Puncak Kesehatan

- Adi dan istri mendaftar haji lebih awal untuk menunaikan ibadah saat fisik masih prima dan menghindari antrian panjang
- Mereka menyisihkan penghasilan setiap bulan untuk mencicil tabungan haji, menyadari biaya haji yang semakin naik setiap tahun
- Adi berharap doanya akan dikabulkan dan seluruh keluarga diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci
Bandar Lampung, IDN Times - Semangat menunaikan rukun Islam kelima di usia masih produktif menjadi salah satu alasan kuat, bagi sebagian orang segera mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji lebih awal.
Niatan awal itu turut diakui Adi (43), seorang karyawan perusahaan plat merah berdomisili di Kota Bandar Lampung. Ia dan sang istri telah mendaftar sebagai calon jemaah haji sejak 2017. Langkah dan niatan besar ini diambil kala itu bukan tanpa pertimbangan, melainkan penuh dengan perencanaan matang.
“Waktu itu kami langsung daftar berdua. Tabungan haji dibuka Rp25 juta per orang dan masa tunggu sekitar 15 tahun, jadi estimasi berangkatnya di 2032,” ujarnya dikonfirmasi, Jumat (30/5/2025)
1. Demi tunaikan haji dalam kondisi fisik prima dan sehat

Adie mengatakan, keputusan mendaftar haji lebih awal diambil karena pasangan suami istri (Pasutri) ini ingin menunaikan ibadah suci itu dalam kondisi fisik masih prima dan sehat. Sebab, disadari kekuatan fisik dan mental menjadi faktor penting dalam menyiapkan ibadah haji.
“Pertimbangan utama kami memang usia. Kami ingin saat haji nanti masih dalam keadaan sehat dan kuat, supaya ibadahnya juga bisa maksimal,” ucapnya.
Selain itu, Adi dan istrinya menyadari daftar tunggu keberangkatan haji di Indonesia setiap tahunnya terus bertambah panjang. Mendaftar sejak dini menjadi strategi keduanya, agar tidak tertunda lebih lama. "Kalau kami berdua berpikiran, ini niatan baik, jadi kenapa harus ditunda-tunda," lanjut dia.
2. Siasati pembiayaan haji rutin dicicil tiap bulan

Urusan menyiasati biaya ibadah haji keduanya, Adi mengakali kebutuhan pembiayaan ke Tanah Suci dengan menyisihkan sebagian penghasilannya setiap bulan.
Menurutnya, kesiapan secara finansial tak kalah penting dalam mewujudkan niatan berangkat menunaikan ibadah di Tanah Suci. Sebab, harus disadari besaran biaya tiap tahunnya hampir bisa dipastikan kian merangkak naik.
“Saya rutin mencicil tabungan haji, diusahakan setiap bulan 1 juta. Kita tidak tahu nanti biaya haji saat tahun keberangkatan berapa, seperti tahun ini saja informasinya sudah 58 juta. Jadi lebih baik mulai dicicil dari sekarang,” ucapnya.
3. Doa terbesar untuk kedua orang tua

Meski keberangkatan masih harus menunggu daftar antrean tujuh tahun lagi, Adi membeberkan, sederetan doa bakal dipanjatkan serta diantarkan di hadapan Baitullah mulai terbayang dan terpikir dalam benaknya.
Bukan hanya tentang mereka berdua dan kedua anak perempuannya, melainkan sekumpulan doa kebaikan telah dipersiapkan bagi sanak keluarga serta orang-orang terdekat.
“Doa terbesar saya tentu untuk kedua orang tua kami dan juga untuk kerabat maupun para sahabat. Semoga kita semua nanti diberi kesempatan ke Tanah Suci," imbuhnya.