Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Strategi ASDP Hadapi Puncak Arus Balik Gelombang Dua di Bakauheni
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo. (IDN Times/Muhaimin)
  • ASDP menyiapkan strategi operasional seperti sistem single ticketing di Pelabuhan Bakauheni dan Merak untuk mengatur distribusi kendaraan selama puncak arus balik Lebaran 2026.
  • Skema tiba–bongkar–berangkat serta penambahan lima kapal disiapkan secara situasional guna mempercepat perputaran kapal dan mengurai kepadatan penyeberangan Jawa–Sumatera.
  • ASDP berkoordinasi dengan Kemenhub, kepolisian, dan otoritas pelabuhan melalui posko angkutan Lebaran hingga H+10 untuk menjaga kelancaran arus balik masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang mau pulang ke Jawa habis Lebaran. Pak Heru dari ASDP bilang mereka siap biar kapal dan mobil nggak macet di pelabuhan. Mereka pakai tiket satu sistem dan bisa tambah lima kapal lagi kalau ramai. Kalau jalan tol padat, kapal bisa cepat berangkat lagi. Sekarang orang-orang sudah mulai banyak menyeberang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan sejumlah strategi operasional untuk mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi terjadi pada 28–29 Maret.

Langkah ini dilakukan agar pergerakan kendaraan dan penumpang di lintasan penyeberangan Sumatra–Jawa tetap terkendali.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan telah menyiapkan berbagai skema pengaturan operasional di Pelabuhan Bakauheni maupun Merak.

Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah sistem single ticketing untuk mendistribusikan kendaraan ke seluruh dermaga yang tersedia sehingga tidak terjadi penumpukan di satu titik.

“Strategi ini kita gunakan mengingat tahun lalu juga diterapkan dan terbukti cukup efektif untuk mengurai antrean kendaraan di pelabuhan,” katanya, Rabu (25/3/2026).

1. Terapkan skema tiba–bongkar–berangkat

Antrean para pemudik motor di Pelabuhan Bakauheni. (IDN Times/Muhaimin)

Selain single ticketing, ASDP juga menyiapkan skema tiba–bongkar–berangkat (TBB) jika terjadi kepadatan kendaraan di dalam pelabuhan maupun di jalan tol menuju pelabuhan.

Skema tersebut memungkinkan kapal langsung berangkat setelah proses bongkar muatan selesai tanpa menunggu waktu sandar lebih lama.

Dengan cara ini, perputaran kapal dapat berlangsung lebih cepat. Namun hingga saat ini skema tersebut belum diberlakukan dan masih bersifat situasional.

“Kalau nanti alur kendaraan di jalan tol sudah mulai padat atau di dalam pelabuhan terjadi kepadatan, maka TBB akan kami berlakukan secara bertahap,” jelasnya.

2. ASDP siapkan tambahan kapal

Antrean deremaga eksekutif di Bakauheni Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Dalam kondisi normal, ASDP mengoperasikan sekitar 28 kapal di lintasan penyeberangan utama Jawa–Sumatra. Jika terjadi lonjakan arus balik, jumlah armada akan ditambah.

“Ketika terjadi kepadatan, kapal akan kita tambah lima unit sehingga total menjadi 33 kapal yang akan dioperasikan,” ujar Heru.

Penambahan armada ini diharapkan dapat mempercepat proses penyeberangan kendaraan maupun penumpang selama periode arus balik.

3. Berkoordinasi dengan Kemenhub dan kepolisian

Suasana pelabuhan Bakauheni Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

ASDP juga memastikan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak selama periode arus balik Lebaran. Posko angkutan Lebaran yang dikelola bersama pemerintah akan berlangsung hingga H+10 Lebaran.

Koordinasi dilakukan dengan Kementerian Perhubungan, kepolisian, serta otoritas pelabuhan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi di lapangan.

Bahkan tidak menutup kemungkinan adanya pengalihan arus kendaraan ke pelabuhan lain apabila terjadi kepadatan ekstrem, sesuai arahan regulator dari Kementerian Perhubungan.

“Apapun situasi yang terjadi di lapangan, kami harus siap menyambut masyarakat yang akan kembali ke Pulau Jawa,” kata Heru.

4. Pergerakan arus balik mulai meningkat

Antrean pemudik sepeda motor di Pelabuhan Bakauheni Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Berdasarkan data ASDP, hingga H+3 Lebaran tercatat sebanyak 327.646 penumpang telah kembali ke Pulau Jawa dari Sumatra. Jumlah kendaraan yang sudah kembali tercatat 89.389 unit dari berbagai jenis kendaraan.

ASDP juga mencatat, Rabu (25/3/2026) pukul 00.00 hingga 14.00 WIB, sebanyak 55.417 penumpang dan 13.464 kendaraan telah menyeberang menuju Pulau Jawa.

Editorial Team