Comscore Tracker

PPKM Diperpanjang, Ini Tanggapan Pelaku Usaha Kuliner Lampung

Ada pendapatan turun 60 persen

Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah pusat melanjutkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga (2/8/2021). Pada PPKM pertama Pemerintah Kota Bandar Lampung menutup semua sektor usaha kecuali pedagang sembako atau kebutuhan pokok.

Namun pada PPKM lanjutan ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai mengizinkan beberapa tempat usaha buka kembali dengan persyaratan yang harus dipatuhi.

Berikut tanggapan dari para pemilik kuliner yang harus menyesuaikan usahanya di tengah PPKM level 4 ini.

1. Pendapatan menurun 60 persen selama PPKM

PPKM Diperpanjang, Ini Tanggapan Pelaku Usaha Kuliner LampungHampers ikan bakar gembul (IDN Times/Istimewa)

Pemilik kuliner Ikan Bakar Gembul Jalan Sultan Agung, Way Halim, Bandar Lampung, Ika Septiana mengatakan, pendapatan rumah makannya turun lebih dari 60 persen selama kebijakan PPKM diberlakukan.

"Karena penjualan kami lebih banyak offline datang langsung di resto. Jadi selama PPKM sangat berdampak sekali bagi usaha kami," ungkapnya.

Namun ia merasa bersyukur saat ini sudah bisa menerima pelanggan yang datang langsung, meski kapasitasnya dibatasi.

"Sekarang sudah boleh datang langsung tapi sepertinya orang-orang belum paham dan belum tau perihal ini jadi belum ngefek ya. Tapi bersyukur masih bisa bertahan sampai sekarang," ungkapnya kepada IDN Times, Selasa (27/7/2021).

2. Siapkan menu kemasan vakum dan hampers

PPKM Diperpanjang, Ini Tanggapan Pelaku Usaha Kuliner Lampung(IDN Times/Istimewa)

Namun, Ika juga melakukan berbagai inovasi untuk menyesuaikan kondisi saat ini. Di antaranya lebih aktif melakukan promosi penjualan via online atau merima order via media sosial.

Pihaknya bahkan memberikan promo bebas ongkir minimum pembelian Rp150 ribu.
Kemudian mengeluarkan paket PPKM (Promo Paket Kebersamaan Murah) untuk makan bersama #dirumahaja.

"Kami juga kembali mengeluarkan menu-menu kemasan vakum yang bisa disimpan di kulkas beberapa hari dan bisa dimasak kapan aja, sudah tinggal cemplang cemplung dan panasin kuah jadi deh, bisa makan ala Resto #dirumahaja," terang Ika.

Selain itu ada juga hampers untuk ulang tahun atau kiriman untuk orang terdekat yang sedang sakit.

3. Sudah terbiasa take away

PPKM Diperpanjang, Ini Tanggapan Pelaku Usaha Kuliner Lampungbarnimages.com

Senada dengan Ika, Desma pengelola kuliner Soto Sedap Boyolali di Way Halim, Bandar Lampung ini juga mengaku omsetnya menurun hingga 80 persen selama PPKM. Sebab pelanggan banyak yang datang secara langsung.

"Alhamdulillah mulai hari ini udah bisa makan di tempat tapi dibatasi hanya beberapa meja agar ada jarak antar custamer," kata Desma.

Berbeda halnya dengan Wawan, pemilik kuliner Es Telemung yang mengaku tak begitu terdampak selama PPKM. Sebab ia memang sudah biasa berjualan secara take away.

"Usaha saya pribadi dampaknya gak terlalu signifikan, karena dari awal konsep nya adalah take away, dan memang posisi outlet bukan di pusat kota yang tempat penutupan jadi masih bisa buka," jelasnya.

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya