Dear Pemudik, Ini Prediksi Puncak Arus Lebaran 2026 di Tol Bakter

- Sedikitnya 100.006 kendaraan diprediksi melintasi Tol Bakauheni–Terbanggi Besar selama arus mudik Lebaran 2026, dengan puncak kepadatan pada 18 Maret mencapai sekitar 44.500 kendaraan per hari.
- Pemerintah membatasi operasional kendaraan sumbu tiga ke atas mulai 13–29 Maret 2026 untuk mengurangi kemacetan, kecuali bagi angkutan kebutuhan pokok dan logistik penting.
- Pengelola tol memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan, termasuk mobile reader transaksi, pos top-up uang elektronik, serta 12 rest area lengkap dengan fasilitas umum dan pengamanan tambahan.
Lampung Selatan, IDN Times - Sedikitnya 100.006 kendaraan diprediksi akan melintasi ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), Provinsi Lampung selama periode arus mudik Lebaran 2026/1447 Hijriah.
Direktur Utama PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB), I Wayan Mandia, mengatakan prediksi tersebut merujuk data nasional mengenai pergerakan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 143 juta orang.
Jumlah itu diperkirakan menurun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut juga diperkirakan akan mempengaruhi volume lalu lintas di ruas tol Bakter berpotensi mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun lalu.
“Untuk di Tol Bakter sendiri, perkiraan kendaraan yang masuk pada saat arus mudik dari H-10 sampai H-1 hampir 100.006 kendaraan yang akan melakukan perjalanan ke Sumatra. Sebagian besar berasal dari Jawa,” ujar Wayan, Jumat (13/3/2026).
1. Puncak arus mudik diprediksi terjadi 18 Maret 2026

Wayan menyampaikan, pengelola ruas tol Bakter memprediksi periode arus mudik Lebaran 2026 bakal berlangsung mulai 14-19 Maret 2026, sementara untuk arus balik diperkirakan baru terjadi pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret 2026.
Oleh karenanya, ia memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan volume kendaraan mencapai hampir 44.500 kendaraan dalam satu hari. Namun peningkatan lalu lintas diprediksi sudah mulai terlihat sejak H-10, khususnya di Gerbang Tol Bakauheni Selatan dengan kenaikan sekitar 30–40 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.
"Untuk puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+2 Lebaran dengan volume kendaraan yang kembali ke arah Jawa mencapai sekitar 57.500 kendaraan. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, angka ini memang ada sedikit penurunan volume kendaraan,” imbuhnya.
2. Pembatasan kendaraan sumbu tiga atau lebih dimulai

Selama periode angkutan Lebaran, Wayan menyebutkan, pemerintah juga mulai memberlakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB), kendaraan sumbu tiga ke atas akan dibatasi operasionalnya mulai 13 hingga 29 Maret 2026.
Menurutnya, kendaraan angkutan barang yang tidak mengangkut kebutuhan pokok, logistik, sandang pangan, maupun bantuan bencana akan diputarbalikkan guna mengurangi kepadatan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik.
"Sejak 7 Maret 2026, pengelola tol bersama Polres Lampung Selatan juga telah melakukan penertiban kendaraan sumbu tiga di sejumlah rest area, yakni KM 49, KM 33, dan KM 20 untuk memastikan kapasitas parkir tetap tersedia bagi kendaraan pemudik," katanya.
3. Tol dan fasilitas dipastikan siap

Secara keseluruhan, Wayan memastikan kondisi ruas tol Bakauheni–Terbanggi Besar dalam keadaan baik dan siap melayani lonjakan kendaraan selama arus mudik maupun arus balik Lebaran 2026. Untuk mengantisipasi antrean di gerbang tol, pengelola juga menyiapkan mobile reader transaksi serta pos top-up dan mobile top-up kartu uang elektronik bagi pengguna jalan mengalami kekurangan saldo.
Selain itu, pengelola telah menyiapkan 12 rest area yang dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat, beribadah, maupun menggunakan fasilitas umum seperti toilet dan suplai air bersih.
“Dari sisi pengamanan juga kita siapkan, termasuk penambahan sumber daya manusia untuk menjaga kebersihan di lingkungan pada fasilitas rest area,” imbuh Wayan.


















