Comscore Tracker

KPU Audit Dana Kampanye, Paslon 02  Pilwali Balam Terbanyak Kesalahan

Paslon 02 memiliki pengeluaran dan penerimaan terbesar

Bandar Lampung, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung mengumumkan hasil audit laporan dana kampanye peserta pemilihan wali kota dan wakil wali kota Bandar Lampung 2020.

Dalam laporan tersebut, pasangan calon (paslon) 02 Yusuf Kohar-Tulus Purnomo memiliki pengeluaran dan penerimaan terbesar yaitu Rp6.508.845.000 dan pengeluaran Rp6.508.652.011 dengan sisa saldo Rp192.989.

1. Penerimaan dan pengeluaran paslon 01

KPU Audit Dana Kampanye, Paslon 02  Pilwali Balam Terbanyak KesalahanRycko Menoza-Johan Sulaiman selaku bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bandar Lampung datang mendaftarkan diri ke kantor KPU, Jumat (4/9/2020). (IDN Times/Martin L Tobing).

Paslon 01, Rycko Menoza-Johan Sulaiman dalam laporan tersebut mendapat penerimaan sebesar Rp5.582.300.835,1 kemudian pengeluarannya sebesar Rp5.582.142.667. Sisa saldo yang dimiliki adalah Rp158.168,08.

Berdasarkan ketentuan Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2017 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2020 tentang Dana Kampanye Peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota, maka laporan dana kampanye paslon 02 terdiri dari laporan awal dana kampanye (LADK).

Menurut pihak akuntan yang mengaudit dana kampanye paslon 01, Weddie Andriyanto dan Muhaemin, keterbatasan pada pelaksanaan perikatan asuransi seperti pengujian secara sampling yang dilakukan memungkinkan adanya kegagalan dalam mendeteksi ketidakpatuhan dan kecurangan yang terjadi.

Terdapat keterbatasan sifat, lingkup, ragam dan karakteristik melekat pada sumber dana sebagai asal usul dana kampanye. Imbasnya, ada kemungkinan dana kampanye tidak tercakup secara menyeluruh dalam laporan. Namun secara umum, laporan yang disampaikan terkait material, telah memenuhi kriteria yang berlaku.

Baca Juga: Pertama dalam Sejarah, Bandar Lampung akan Dipimpin Wali Kota Perempuan

2. Penerimaan dan pengeluaran paslon 02

KPU Audit Dana Kampanye, Paslon 02  Pilwali Balam Terbanyak KesalahanPasangan calon waki kota dan wakil wali kota, Yusuf Kohar dan Tulus Purnomo (Haluan Lampung)

Paslon 02 Yusuf Kohar-Tulus Purnomo memiliki pengeluaran dan penerimaan terbesar yaitu Rp6.508.845.000 dan pengeluaran Rp6.508.652.011 dengan sisa saldo hanya Rp192.989.

Basis adanya ketidakpatuhan yang ditemukan pihak akuntan, Suherman,  dalam mengaudit laporan paslon 02 adalah, LPPDK yang diunggah melalui SIDIKAM online pada 06 Desember 2020 pukul 18.10 WIB. Sedangkan menurut keputusan KPU penyampaian berkas tersebut paling lambat pukul 18.00 WIB.

Selain itu, juga ditemukan sebagian surat pernyataan penyumbang pihak lain perseorangan tidak lengkap. Kemudian bukti transaksi pengeluaran tidak lengkap, sebagian sumbangan dana kampanye yang dilakukan melalui setoran tunai bank tidak dilengkapi surat pernyataan penyumbang.

Ditemukan juga sebagian dokumen pendukung dari LPPDK yang diserahkan ke KPU Provinsi/KIP Aceh atau KPU/KIP kabupaten atau kota tidak lengkap. Serta identitas penyumbang yang tidak lengkap.

3. Penerimaan dan pengeluaran paslon 03

KPU Audit Dana Kampanye, Paslon 02  Pilwali Balam Terbanyak KesalahanCalon wali kota Bandar Lampung Eva Dwiana menunjukkan surat rekomendasi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk Pilkada Serentak 2020, Selasa (11/8/2020). (IDN Times/Martin L Tobing)

Sementara itu Paslon 03 Eva Dwiana-Deddy Amarullah mendapat penerimaan sebesar Rp5.001.0455.376 dan pengeluaran Rp5.001.085.858. Saldo saat ini sebesar, Rp369.582.

Dalam laporan audit paslon 03 menurut Slamet Riyanto, Aryanto dan Rekan tidak ada persoalan dalam laporan paslon 03 dan sudah memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan.

Baca Juga: Sidang Gugatan Pilwali Balam, Yusuf Kohar Hadirkan Pengacara Kondang 

Topic:

  • Silviana
  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya