Jenazah Pipit Piyono Korban Sriwijaya Air SJ-182 Tiba di Lampung Besok

Dua korban lainnya asal Tubabar belum teriidentifikasi

Bandar Lampung, IDN Times - Jenazah Alm Pipit Piyono salah satu korban kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ182 berasal dari Tulangbawang Barat, Lampung akan diberangkatkan dari Jakarta menuju Bandara  Radin Inten Ii, Lampung Selatan, Sabtu (16/1/2021). 

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menerangkan, jenazah akan diterbangkan menggunakan maskapai Batik Air pukul 13.00 WIB. Jenazah akan didampingi dua orang yang merupakan pihak keluarga. 

Baca Juga: Polda Lampung Beri Pendampingan Psikologis Keluarga Penumpang SJ-182

1. Korban teridentifikasi dari pemeriksaan data Antemortem dan Postmortem

Jenazah Pipit Piyono Korban Sriwijaya Air SJ-182 Tiba di Lampung BesokPrajurit Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Armada 1 berusaha mengangkat puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dari dasar perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin (11/1/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah mengidentifikasi korban pesawat Pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang merupakan Warga Tulangbawang Barat, bernama Pipit Piyono. Menurut Kabid Dokkes Polda Lampung, Kombes Pol Andri Badarsyah, jenazah korban sudah dilakukan identifikasi menggunakan data antemortem dan postmortem.

“Identifikasi itu kan mencocokkan data antomortem dengan body part yang ditemukan yaitu postmortem kalau keduanya cocok artinya teridentifikasi. Saat ini baru satu yang teridentifikasi, dua korban lagi Sugiono Effendi dan Yohanes belum,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (15/1/2021).

Postmortem imbuhnya, merupakan data fisik diperoleh melalui personal indetification korban meninggal. Seperti sidik jari, ciri fisik secara spesifik, konstruksi gigi, foto rontgen dan foto diri korban lengkap pakaian serta aksesori yang melekat di tubuh korban. Sedangkan antemortem adalah data sebelum meninggal seperti nama, umur, berat badan, pakaian dan bawang bawaan milik korban saat masih hidup.

Terkait nama Yohanes yang juga sudah teridentifikasi menurutnya bukan korban yang berasal dari Lampung. “Kalau yang dari Lampung namanya Yohanes aja. Kalau yang sudah ketemu kan namanya Yohanes Sudendri,” jelasnya.

2. Menunggu informasi dari Jakarta

Jenazah Pipit Piyono Korban Sriwijaya Air SJ-182 Tiba di Lampung BesokPetugas Basarnas membawa kantong hitam diduga benda atau korban jatunya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Andri menerangkan, saat ini pihak keluarga korban sudah menggelar doa dan yasinan untuk para almarhum korban serta menunggu kabar selanjutnya dari Jakarta.  Selain itu juga diharapkan dua jenazah penumpang lainnya asal Lampung yakni Yohanes dan Sugiono Efendi bisa segera ditemukan, diidentifikasi dan dipulangkan untuk dimakamkan di kampung halaman.

Diketahui Sugino bekerja di Pontianak sebagai buruh bangunan. Kemudian menyempatkan pulang ke Tubabar untuk mencari tambahan tenaga kerja di sana. Sugiono akhirnya mengajak Pipit Piyono dan Yohanes tetangga satu kampungnya untuk bekerja di Pontianak.

3. Pihak keluarga korban mendapat pertolongan psikologis

Jenazah Pipit Piyono Korban Sriwijaya Air SJ-182 Tiba di Lampung BesokTim Trauma Healing mendatangi rumah keluarga penumpang Sriwijaya Air SJ-182 di Kabupaten Tulangbawang Barat. (IDN Times/Istimewa).

Tim Trauma Healing bersama Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Lampung dan perwakilan maskapai Sriwijaya Air mendatangi rumah keluarga penumpang Sriwijaya Air SJ-182 di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubabar), Provinsi Lampung.

Tim tersebut menyambangi kediaman Sugiono Effendi, Yohanes, dan Pipit Piyono, di Desa Toto Makmur, Kecamatan Batu Putih untuk melakukan pendampingan. Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menjelaskan, pendampingan trauma healing tujuannya memberikan pelayanan pertolongan pertama psikologis atau psychological first aid (PFA).

"Pertolongan psikologis pertama kami hadir langsung mendampingi keluarga korban secara fisik maupun psikologis," jelasnya. 

Pria akrab disapa Pandra menambahkan, selama pendampingan juga dilakukan berkomunikasi secara langsung melalui proses konseling secara bertahap,” katanya.

4. Ada 17 jenazah sudah teriidentifikasi

Jenazah Pipit Piyono Korban Sriwijaya Air SJ-182 Tiba di Lampung BesokProses penyerahan jenazah Pesawat Sriwijaya Air SJY 182, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur (IDN Times/Lia Hutasoit)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono, mengatakan, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali berhasil mengidentifikasi lima jenazah korban Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu 9 Januari 2021.

“Kami berhasil mengidentifikasi lima korban. Yaitu Toni Ismail (59), Dinda Amelia 16, Isti Yuda Prastika, Putri Wahyuni (25), dan Rahmawati (59),” kata Rusdi di RS Polri, Jumat (15/1/2021).

Selain lima jenazah yang teridentifikasi hari ini, RS Polri juga sudah mengidentifikasi 12 jenazah lainnya. Total jenazah yang teridentifikasi ada 17 jenazah.

12 jenazah lainnya yang sudah teridentifikasi adalah Kopilot Nam Air Fadly Satrianto, Asy Habul Yamin, Khasanah, pramugara Sriwijaya Air Okky Bisma, Indah Halimah Putri, Agus Minardi, Ricko, Ihsan Adhlan Hakim, Supianto, Pipit Piyono, Mia Tresetyani, dan Yohanes Suherdi.

Rusdi menjelaskan, hingga sore ini RS Polri telah menerima 155 kantong jenazah, dan 140 sampel DNA. “Jadi sudah lengkap sampel DNA untuk seluruh korban,” ujar Rusdi. 

Baca Juga: Tiga Warga Lampung Jadi Penumpang Sriwijaya Air SJ182

Topik:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya