Catatan Kriminal 2023 di Lamsel, Narkoba Semakin Merajalela

Peredaran narkoba semakin banyak jelang akhir tahun

Intinya Sih...

  • Kepolisian Resor Lampung Selatan (Polres Lamsel) mengungkapkan 1.438 kasus tindak pidana, dengan 72% sudah diselesaikan.
  • Sejumlah kasus tindak pidana meliputi Curat, Curas, dan pencurian kendaraan bermotor terjadi sepanjang 2023 di Lampung Selatan.
  • Peredaran narkoba cukup masif jelang akhir tahun, dengan total tersangka mencapai 123 orang dan berhasil menyita barang bukti narkoba dalam jumlah besar.

Lampung Selatan, IDN Times - Kepolisian Resor Lampung Selatan (Polres Lamsel) memaparkan sejumlah kasus yang terjadi sepanjang 2023. Berdasarkan pemaparan Kapolres Lamsel, AKBP Yusriandi Yusrin, terdapat 1.438 kasus tindak pidana 1.038  kasus sudah diselesaikan.

"Dari 72 persen kasus yang telah dientaskan tersebut, Polres Lampung Selatan akan terus berupaya untuk menyelesaikan 300 tunggakan kasus yang masih berjalan dan berproses pada tahap penyelesaian atau pengungkapan perkara," kata Yusrin, Sabtu (30/12/2023).

Baca Juga: Kaleidoskop Lampung 2023, Peristiwa Viral Awbimax hingga Komika Aulia

1. Tindak pidana terjadi selama 2023

Catatan Kriminal 2023 di Lamsel, Narkoba Semakin Merajalelailustrasi di penjara (pexels.com/RDNE Stock project)

Berdasarkan data  diperoleh, terdapat beberapa penggolongan tindak pidana  terjadi di Lampung Selatan sepanjang 2023

Dari data kasus C3, Pencurian dengan Pemberatan (Curat) sepanjang 2023 terdapat 267 kasus dan yang berhasil dituntaskan berjumlah 228 kasus. Selanjutnya Pencurian dengan Kekerasan (Curas) terdapat 40 kasus yang diselesaikan dari total jumlah 58 kasus.

Terakhir, pencurian kendaraan bermotor terdapat 20 kasus, namun baru tiga kasus yang berhasil diusut tuntas.

Baca Juga: 2023 Berakhir, Kejati Lampung Masih Punya PR Tangkap 28 DPO

2. Peredaran narkoba cukup masif

Catatan Kriminal 2023 di Lamsel, Narkoba Semakin MerajalelaIlustrasi Narkotika jenis sabu ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/Spt.

Yusrin menjelaskan, peredaran narkoba berjalan cukup masif jelang akhir tahun. Penguatan performa dalam pencegahan terjadinya penyebarluasan jaringan narkoba telah dilakukan sebagai upaya  penegakan hukum dalam ungkap tindak pidana narkoba.

Menurutnya terdapat 78 kasus peredaran narkoba dengan total tersangka mencapai 123 orang. Berdasarkan barang bukti didapatkan, Polres Lampung Selatan berhasil menyita sabu dengan total berat mencapai 218.619,46 gram, ganja sebanyak 314.711,97 gram, ekstasi 20.050 butir, sinte 16,39 gram, Psiko Obayo 1.000 butir, dan serbuk ekstasi sebanyak 373,33 gram.

Yusrin juga mengatakan, dari jumlah barang bukti yang ada jika diuraikan berdasarkan berat dan jumlah pengguna, pihaknya berhasil menyelamatkan 1.450.363 jiwa dari penggunaan narkoba tersebut.

3. Data kasus kecelakaan dan miras

Catatan Kriminal 2023 di Lamsel, Narkoba Semakin Merajalela(Ilustrasi kecelakaan) IDN Times/istimewa

Kemudian data kasus Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas), sepanjang tahun 2023 telah terjadi 340 kasus. Dari banyaknya kasus tersebut, terdapat 145 korban meninggal dunia, 280 luka berat, dan 329 luka ringan. Lalu, dari total 754 korban Lakalantas, kerugian mencapai lebih dari tiga milyar rupiah.

Sedangkan dari data kasus perampasan minuman keras (miras) beralkohol, selama tahun 2023 berjumlah 2.599 botol dengan pemusnahan dilakukan dalam dua waktu. Pertama, pada Rabu, 6 Desember 2023 memusnahkan 1.403 botol. Kedua, dilakukan pada 27 Desember 2023 dengan total mencapai 1.196 botol.

4. Terjadi dua kasus kebakaran

Catatan Kriminal 2023 di Lamsel, Narkoba Semakin MerajalelaKendaraan pemadam kebakaran akan berangkat menuju lokasi kebakaran. (freepik.com/freepik)

Tidak hanya kasus yang mencakup tindak pidana, Polres Lampung Selatan juga merangkum data kasus bersumber dari bencana non alam. Menurut Yusrin terdapat dua kasus kebakaran, di antaranya kebakaran satu unit kendaraan truck tronton box bermuatan barang paket dari ekspedisi JNE dan juga MCB Listrik panas lalu terbakar dan menjalar ke bagian plafon rumah.

Pihaknya mengatakan, proses penyelesaian perkara terjadi di Lampung Selatan tidak serta merta dinaikkan hingga meja hijau. Upaya penyelesaian hukum dengan cara kesepakatan bersama (Restoratif Justice) juga dilakukan. ,

"Terdapat 126 perkara yang diselesaikan dengan cara tersebut. Keberhasilan pengungkapan kasus  dilakukan Polres Lampung Selatan beserta jajaran ini, diapresiasi penuh oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan atas kerja nyata yang kita lakukan," tandasnya.

 

Baca Juga: Refleksi Akhir Tahun Polda Lampung, Kapolda: 3 Kasus Paling Menonjol

Topik:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya