Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Inflasi Lampung Desember 2025 Sebesar 0,59 Persen, Apa Pemicunya?

ilustrasi inflasi (unsplash.com/@joa70)
ilustrasi inflasi (unsplash.com/@joa70)
Intinya sih...
  • Komoditas utama andil inflasi bulanan: cabai rawit, bawang putih, dan bawang merah.
  • Inflasi tahunan di Lampung: Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau pendorong inflasi sebesar 4,07 persen.
  • Mesuji tertinggi, Bandar Lampung terendah: Inflasi tahunan tertinggi di Kabupaten Mesuji sebesar 2,69 persen.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Provinsi Lampung periode Desember 2025 terjadi inflasi sebesar 0,59 persen. Menurut Statistisi Ahli Muda Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Muhammad Sabiel Adi Prakasa, inflasi periode terlapor lebih tinggi bila dibandingkan inflasi Desember tahun sebelumnya sebesar 0,47 persen.

Ternyata, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau pemicu utama inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) Desember 2025 sebesar 0,48 persen.

1. Ini komoditas utama andil inflasi bulanan

Potret cabai rawit hijau untuk membuat sambal cibiuk (pixabay.com/masarapmatulog)
Potret cabai rawit hijau untuk membuat sambal cibiuk (pixabay.com/masarapmatulog)

Sabiel menjelaskan, lima komoditas utama memberikan andil inflasi bulanan adalah cabai rawit dengan andil sebesar 0,17 persen; bawang putih (0,11 persen); bawang merah (0,10 persen). Pemicu inflasi lainnya disumbang emas perhiasan (0,05 persen); dan bensin (0,03 persen).

Sebaliknya, kelompok Kesehatan mencatatkan deflasi sebesar 0,13 persen. Namun andil deflasi terbesar terjadi di kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan dengan andil sebesar 0,01 persen," kata dia, Senin (5/1/2026).

Beberapa komoditas memberikan andil deflasi dan menahan laju inflasi secara umum, antara lain tomat dengan andil deflasi sebesar 0,04 persen; salak (0,02 persen); sabun mandi (0,02 persen); terong (0,01 persen), dan tarif Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (0,01 persen).

2. Bagaimana dengan inflasi tahunan di Lampung?

ilustrasi inflasi (freepik.com/freepik)
ilustrasi inflasi (freepik.com/freepik)

Sabiel mengemukakan, apabila merujuk perbandingan inflasi year on year atau tahunan (y on y), Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 1,25 persen pada Desember 2025. Kelompok pengeluaran dengan tingkat inflasi tertinggi pada periode terlapor adalah Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mengalami inflasi tertinggi sebesar 8,45 persen dengan andil 0,53 persen.

Namun, andil inflasi yang paling dominan disumbangkan oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan inflasi sebesar 4,07 persen dan andil 1,35 persen. "Begitu juga Kelompok Pendidikan mengalami deflasi terbesar yaitu 17,98 persen, dengan andil deflasi 1,21 persen,” paparnya.

3. Komoditas pendorong inflasi tahunan

ilustrasi emas perhiasan (pexels.com/engin)
ilustrasi emas perhiasan (pexels.com/engin)

Berikut lima komoditas utama pendorong inflasi secara tahunan selama Desember 2025

  • Emas perhiasan andil inflasi 0,53 persen
  • Cabai merah 0,36 persen
  • Bawang merah 0,27 persen
  • Cabai rawit 0,16 persen
  • Beras 0,14 persen

Di sisi lain, beberapa komoditas yang memberikan andil deflasi dan menahan laju inflasi secara umum, antara lain:

  • Sekolah Menengah Atas dengan andil deflasi sebesar 0,85 persen
  • Sekolah Menengah Pertama 0,39 persen
  • Tomat 0,14 persen
  • Bawang putih 0,08 persen
  • Cumi-cumi 0,07 persen

4. Mesuji tertinggi, Bandar Lampung terendah

Tugu Adipura Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)
Tugu Adipura Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)

BPS Provinsi Lampung juga memantau inflasi di empat kabupaten/kota cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK). Pada Desember 2025, inflasi tahunan tertinggi tercatat di Kabupaten Mesuji sebesar 2,69 persen.

Sementara inflasi terendah terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,44 persen. Jika dilihat secara bulanan (m-tom), inflasi tertinggi terjadi di Kab. Mesuji sebesar 0,87 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Bandar Lampung 0,43 persen.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More

BMKG Tetapkan Status Siaga, Hujan Lebat Potensi Banjir di Balam

08 Jan 2026, 19:22 WIBNews