Ribuan Kendaraan Logistik Padati Bakauheni, Seluruh Dermaga Penuh

- Pelabuhan Bakauheni dipadati kendaraan logistik hingga seluruh dermaga penuh, dengan tingkat keterisian mencapai 100 persen untuk golongan IV ke atas.
- Lonjakan terjadi setelah pembatasan operasional logistik berakhir, menyebabkan antrean truk mengular hingga 3 kilometer di tol dan 2 kilometer di jalur arteri.
- ASDP memastikan layanan penyeberangan tetap normal dan terkendali, sambil mengatur arus kendaraan serta mengimbau pengguna jasa mematuhi arahan petugas.
Lampung Selatan, IDN Times - Lonjakan kendaraan logistik masih memadati kawasan Pelabuhan Bakauheni hingga Selasa (31/3/2026). Seluruh kantong parkir siap muat di dermaga eksekutif dan reguler dilaporkan terisi penuh.
Berdasarkan data operasional diterima IDN Times, tingkat keterisian di Dermaga I hingga VII, termasuk Dermaga Halipat telah mencapai 100 persen untuk kendaraan logistik golongan IV ke atas.
Kondisi ini menunjukkan tingginya tekanan arus kendaraan besar yang masuk ke area pelabuhan. Meski demikian, aktivitas bongkar muat kapal disebut masih terpantau berjalan aman, lancar, dan terkendali.
1. Lonjakan terjadi usai pembatasan logistik dicabut

Terkait kondisi terkini, GM ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba menyampaikan, peningkatan antrean kendaraan truk mulai terjadi sejak Minggu (29/3/2026) malam. Itu seiring berakhirnya kebijakan pembatasan operasional angkutan logistik selama periode angkutan Lebaran 2026.
Menurutnya, kendaraan logistik yang sebelumnya dialihkan ke pelabuhan alternatif kini kembali masuk melalui lintasan utama di Bakauheni.
“Seiring berakhirnya pembatasan pada Minggu pukul 00.00 WIB, kendaraan logistik kembali masuk secara bersamaan melalui Pelabuhan Bakauheni. Hal ini menyebabkan peningkatan volume dalam waktu relatif singkat,” katanya dikonfirmasi.
2. Antrean capai tol dan jalur arteri

Dari hasil pemantauan di lapangan, Partogi melanjutkan, antrean kendaraan truk dilaporkan mencapai sekitar 3 kilometer hingga akses Jalan Tol Bakauheni. Sementara di jalur arteri menuju pelabuhan, antrean tercatat mencapai kurang lebih 2 kilometer.
"Kondisi ini membuat ribuan kendaraan besar harus menunggu giliran masuk ke area pelabuhan," ucapnya.
3. ASDP pastikan layanan tetap terkendali

Meskipun terjadi lonjakan kendaraan, Partogi menegaskan, operasional penyeberangan tetap berjalan normal. Selain itu, pihaknya terus melakukan pengaturan arus kendaraan agar tetap mengalir.
Selain itu, ASDP juga mengimbau para pengguna jasa, khususnya angkutan logistik, untuk tetap mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga kelancaran arus kendaraan di kawasan pelabuhan.
“Layanan penyeberangan tetap berjalan dan situasi di lapangan dalam kondisi terkendali. Kami melakukan penguatan pengaturan operasional serta distribusi arus kendaraan secara terukur,” imbuhnya.

















